Purbaya Pastikan Insentif Motor Listrik Rp 3 Juta per Unit, Turun dari Rp 6 Juta

Dicky Prastya

Senin, 31 Agustus 2026 | 15:28 WIB
Purbaya Pastikan Insentif Motor Listrik Rp 3 Juta per Unit, Turun dari Rp 6 Juta
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Pemerintah menyiapkan insentif motor listrik sebesar Rp3 juta per unit untuk satu juta penerima dengan total anggaran Rp3 triliun.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kebijakan tersebut masih menunggu penyerahan proposal resmi dari pihak Kementerian Perindustrian.
  • Pemerintah bersama lintas kementerian mengevaluasi skema insentif untuk menyederhanakan birokrasi dan meningkatkan penyerapan anggaran secara optimal.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Pemerintah sudah menyiapkan insentif motor listrik sebesar Rp 3 juta per unit. Namun jika dibandingkan periode sebelumnya, angka insentif ini menurun dua kali lipat dari Rp 6 juta.

Menkeu Purbaya beralasan kalau sebenarnya pemberian insentif motor listrik tetap sama dengan kebijakan di periode sebelumnya. Perbedaannya ada di unit motor karena jumlahnya naik dua kali lipat.

"Tapi kan jumlahnya sama. Jumlahnya itu dulunya Rp 6 juta untuk 500 ribu (unit motor listrik). Sekarang Rp 3 juta untuk 1 juta motor. Total cost-nya Rp 3 triliun sama," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Senin (31/8/2026).

Kendati begitu dirinya belum memastikan kapan insentif motor listrik berlaku. Sebab saat ini proposal pengajuan masih di pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

"Nanti saya lihat apakah ada perubahan apa enggak. Sampai sekarang kami belum menerima proposal dari Kementerian Perindustrian," jelas Purbaya.

Sebelumnya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian tengah menggodok ulang skema insentif kendaraan listrik, khususnya motor listrik.

Pemerintah akan memberikan subsidi motor listrik paling cepat mulai September 2026. [Sekretariat Presiden]
Ilustrasi motor listrik. Foto: Pemerintah akan memberikan subsidi motor listrik paling cepat mulai September 2026. [Sekretariat Presiden]

Langkah evaluasi ini dilakukan untuk menyederhanakan mekanisme penyaluran sekaligus memangkas birokrasi, guna memastikan penyerapan anggaran dapat terealisasi secara maksimal tanpa mengganggu stabilitas fiskal negara.

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen mendorong pertumbuhan industri otomotif melalui pemberian insentif.

Kendati demikian, skema dan besaran nilai insentif, termasuk simulasi bantuan di kisaran Rp18 juta hingga insentif Rp5 juta, masih terus disimulasikan agar benar-benar terjangkau oleh anggaran negara.

baca juga

"Tetap kita dorong, tetapi Pak Menkeu tentu melihat kemampuan fiskal. Kita belajar dari evaluasi sebelumnya; kunci utamanya bukan cuma soal besaran angkanya, melainkan bagaimana secara konkret insentif itu bisa diserap dan direalisasikan dengan mudah oleh masyarakat," ujar Susiwijono di Jakarta, Kamis (21/8/2026).

Susiwijono menambahkan, sektor otomotif dan properti konsisten menjadi motor penggerak Produk Domestik Bruto (PDB) sejak masa pandemi. Oleh karena itu, evaluasi terhadap rendahnya tingkat penyerapan insentif pada periode 2023–2024 menjadi catatan krusial bagi pemerintah dalam menyusun regulasi baru.

Di sisi teknis, Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman, menjelaskan bahwa koordinasi lintas instansi terus berjalan intensif untuk menyelaraskan skema penganggaran.

Menurutnya, Pemerintah sedang menimbang apakah skema insentif nantinya disalurkan melalui mekanisme imbal jasa, pembebasan pajak, maupun bantuan langsung pembelian yang diampu oleh Kementerian Perindustrian.

"Pemerintah melihat ada hambatan pada administrasi dan waktu pengusulan anggaran. Pengusulan insentif ini harus pas dengan siklus APBN agar begitu regulasi meluncur, serapannya bisa langsung tinggi," jelas Atong.

Pemerintah menargetkan penyempurnaan skema insentif ini dapat rampung dalam waktu dekat. Diharapkan, kombinasi antara proses administrasi yang mudah, harga kendaraan yang semakin terjangkau, serta ruang fiskal yang aman mampu memicu percepatan adopsi kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Insentif Hanya Rp3 Juta, Pemerintah Yakin Motor Listrik Tetap Diborong

Meski Insentif Hanya Rp3 Juta, Pemerintah Yakin Motor Listrik Tetap Diborong

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:25 WIB

Purbaya Kantongi 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Kebocoran Tembus Rp 5 Triliun

Purbaya Kantongi 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Kebocoran Tembus Rp 5 Triliun

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:04 WIB

Purbaya: Sebagian Masyarakat Suka Program MBG, Banyak Sekolah Minta Kebagian

Purbaya: Sebagian Masyarakat Suka Program MBG, Banyak Sekolah Minta Kebagian

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:49 WIB

Ikuti Putusan MK, Purbaya Akan Pisahkan MBG dari Dana Pendidikan Mulai 2028

Ikuti Putusan MK, Purbaya Akan Pisahkan MBG dari Dana Pendidikan Mulai 2028

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Purbaya Ungkap BNPB Punya Anggaran Rp 5 Triliun per Tahun Buat Bencana, Siap Tambah Jika Kurang

Purbaya Ungkap BNPB Punya Anggaran Rp 5 Triliun per Tahun Buat Bencana, Siap Tambah Jika Kurang

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Purbaya Bingung Kenapa Masyarakat Masih Demo Meski Pertumbuhan Ekonomi Naik

Purbaya Bingung Kenapa Masyarakat Masih Demo Meski Pertumbuhan Ekonomi Naik

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Terkini

Gambut Sumsel Terbakar 99.906 Hektar, Pemuda Desak Pemerintah Buka Data dan Tindak Pelanggaran

Gambut Sumsel Terbakar 99.906 Hektar, Pemuda Desak Pemerintah Buka Data dan Tindak Pelanggaran

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:46 WIB

Fungsi Vaseline Repairing Petroleum Jelly, Apakah Bisa untuk Wajah?

Fungsi Vaseline Repairing Petroleum Jelly, Apakah Bisa untuk Wajah?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Sumbar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:38 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:27 WIB

×