Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia Siapkan Status Darurat

Galih Prasetyo

Senin, 31 Agustus 2026 | 15:24 WIB
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia Siapkan Status Darurat
Ilustrasi Karhutla Kalimantan (unsplash.com/Matt Howard)
baca 10 detik
  • Pemerintah Sarawak menyiapkan status darurat regional jika indeks polutan udara mencapai ambang batas lima ratus.
  • Kantor publik dan sektor swasta di wilayah terdampak harus ditutup kecuali layanan esensial yang beroperasi.
  • Pemerintah Sarawak menjadwalkan operasi modifikasi cuaca pada awal September untuk mengurangi kabut dan menambah air.

Suara.com - Pemerintah Sarawak, Malaysia, menyiapkan langkah darurat jika tingkat Indeks Polutan Udara (API) mencapai 500 atau lebih di suatu wilayah akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Wakil Perdana Menteri Sarawak, Datuk Amar Douglas Uggah Embas, mengatakan wilayah yang mencapai ambang tersebut akan dirujuk kepada Badan Pengurusan Bencana Negara Malaysia atau Nadma untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur manajemen bencana.

“Jika suatu daerah mencapai tingkat API 500, masalah tersebut akan dirujuk kepada Nadma di Kuala Lumpur di tingkat federal untuk tindakan lebih lanjut berdasarkan prosedur manajemen bencana,” kata Uggah seperti dilaporkan Bernama.

Menurut Uggah, status darurat tersebut hanya akan diberlakukan di wilayah yang terdampak, bukan untuk seluruh Sarawak.

Foto udara asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]
Foto udara asap membumbung tinggi dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (31/7/2026). [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]

Jika status darurat diterapkan, seluruh kantor serta sektor publik dan swasta di wilayah terdampak akan ditutup. Hanya layanan esensial yang diperbolehkan tetap beroperasi.

Pemerintah Sarawak mengambil langkah tersebut di tengah memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah.

Pada Senin pukul 13.00 waktu setempat, Kuching mencatat API 349. Sementara Serian mencapai 456, Sri Aman 331 dan Samarahan 336.

Kondisi tersebut membuat beberapa wilayah Sarawak berada dalam kategori kualitas udara yang sangat tidak sehat.

Pemerintah daerah Sarawak pun terus memantau perkembangan indeks polusi udara untuk menentukan langkah selanjutnya.

baca juga

Uggah mengatakan persoalan kabut asap yang melintasi perbatasan merupakan masalah regional. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan pemerintah negara-negara terkait melalui jalur regional dan diplomatik yang telah tersedia.

Komite Manajemen Bencana Negara Sarawak telah menghubungi Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, untuk menyampaikan perkembangan situasi dan memfasilitasi komunikasi dengan Indonesia melalui mekanisme ASEAN.

“Komite akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Federal untuk memastikan kekhawatiran Sarawak disampaikan melalui saluran nasional dan ASEAN yang tepat,” kata Uggah.

Ia menambahkan, setiap usulan bantuan kepada negara Indonesia juga akan dipertimbangkan dan dikoordinasikan oleh pemerintah federal melalui jalur pemerintahan dan diplomatik.

Selain penanganan kabut asap, pemerintah Sarawak juga mempersiapkan operasi modifikasi cuaca atau cloud seeding.

Uggah mengatakan operasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 5 September 2026, dengan pelaksanaan tetap bergantung pada kondisi cuaca.

Menurut dia, operasi modifikasi cuaca tidak hanya ditujukan untuk membantu mengurangi kabut asap.

Upaya tersebut juga diharapkan dapat mengisi kembali sumber daya air, termasuk bendungan dan sumber pasokan air, setelah Sarawak mengalami periode kering yang berkepanjangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Soroti Ubi Bombing untuk Karhutla, Seberapa Mungkin Diterapkan?

Prabowo Soroti Ubi Bombing untuk Karhutla, Seberapa Mungkin Diterapkan?

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:11 WIB

Kapan Karhutla Selesai? Menhan Sjafrie: Tergantung Rakyat Indonesia

Kapan Karhutla Selesai? Menhan Sjafrie: Tergantung Rakyat Indonesia

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 15:06 WIB

Bukan Cuma Pembakar Lapangan, Wamen HAM Ungkap Siapa yang Harus Diseret ke Hukum Saat Karhutla

Bukan Cuma Pembakar Lapangan, Wamen HAM Ungkap Siapa yang Harus Diseret ke Hukum Saat Karhutla

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Karhutla Melanda, Kemensos Pastikan Kesehatan Siswa Sekolah Rakyat Terlindungi

Karhutla Melanda, Kemensos Pastikan Kesehatan Siswa Sekolah Rakyat Terlindungi

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:07 WIB

Nova Arianto Kirim Peringatan Jelang Timnas Indonesia U-20 vs Malaysia: Semua Lawan Wajib Diwaspadai

Nova Arianto Kirim Peringatan Jelang Timnas Indonesia U-20 vs Malaysia: Semua Lawan Wajib Diwaspadai

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Malaysia di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Malaysia di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:54 WIB

Terkini

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Geledah Dinas PUPR Klaten, KPK Sita Segepok Uang Tunai dan Bukti Elektronik Proyek

Geledah Dinas PUPR Klaten, KPK Sita Segepok Uang Tunai dan Bukti Elektronik Proyek

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan

Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan

Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:22 WIB

×