Serentak di 3 Kota, Sekolah Rakyat Garapan Brantas Abipraya Resmi Mulai MPLS

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 01 September 2026 | 20:04 WIB
Serentak di 3 Kota, Sekolah Rakyat Garapan Brantas Abipraya Resmi Mulai MPLS
Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah yang infrastrukturnya dibangun oleh PT Brantas Abipraya (Persero) mulai digunakan dan memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). (Dok: Brantas Abipraya)

Suara.com - Momentum dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 menjadi babak baru bagi Program Sekolah Rakyat. Secara bertahap Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah yang infrastrukturnya dibangun oleh PT Brantas Abipraya (Persero) mulai digunakan dan memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Tiga di antaranya berada di Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Bekasi di Cikarang, serta Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (31/8/2026). Dimulainya MPLS di tiga wilayah tersebut menandai transformasi nyata dari pembangunan infrastruktur menjadi ruang pendidikan yang diharapkan mampu membuka akses pendidikan berkualitas sekaligus membentuk karakter generasi muda.

Di Nganjuk, seluruh siswa Sekolah Rakyat mulai menempati asrama dan mengikuti MPLS. Sekolah tersebut menaungi jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan total peserta didik yang telah terdaftar sebanyak 200 siswa. Dalam kegiatan MPLS, siswa tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga dibiasakan menerapkan pola hidup disiplin melalui tujuh kebiasaan positif, mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, sarapan, belajar, bermasyarakat, hingga tidur lebih awal.

Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Bekasi. (Dok: Brantas Abipraya)
Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Bekasi. (Dok: Brantas Abipraya)

Sementara itu, di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, sebanyak ratusan peserta didik mengikuti MPLS dan mulai beradaptasi dengan kehidupan sekolah berasrama. Konsep pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga mencakup pembentukan kemandirian dan kedisiplinan dalam aktivitas sehari-hari, seperti menata tempat tidur, mencuci, menyetrika, bangun pagi, berolahraga, hingga mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan belajar.

Adapun di Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Utara juga resmi digelar pada hari yang sama. Pembukaan dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, serta perwakilan Kementerian Sosial RI. Pemerintah daerah menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan semangat belajar siswa.

Bagi PT Brantas Abipraya (Persero), dimulainya MPLS di berbagai lokasi tersebut menjadi momentum penting yang menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bukan berhenti pada penyelesaian fisik bangunan, melainkan harus bermuara pada manfaat sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan bahwa perusahaan memandang pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari kontribusi nyata BUMN konstruksi dalam mendukung pemerataan akses pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Bagi Brantas Abipraya, keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari selesainya bangunan, tetapi ketika fasilitas tersebut benar-benar hidup, digunakan, dan memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia. Dimulainya MPLS di berbagai daerah menjadi momentum bahwa infrastruktur yang kami bangun kini telah bertransformasi menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membangun masa depan,” ujar Dian.

PT Brantas Abipraya (Persero) telah membangun infrastruktur Sekolah Rakyat. Tiga di antaranya berada di Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Bekasi di Cikarang, serta Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. (Dok: Brantas Abipraya)
PT Brantas Abipraya (Persero) telah membangun infrastruktur Sekolah Rakyat. Tiga di antaranya berada di Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Bekasi di Cikarang, serta Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. (Dok: Brantas Abipraya)

Menurut Dian, konsep Sekolah Rakyat yang mengintegrasikan fasilitas pendidikan dengan sistem asrama memiliki nilai strategis karena proses pembentukan peserta didik berlangsung secara lebih menyeluruh. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun kemandirian, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta karakter peserta didik.

“Kami percaya bahwa infrastruktur pendidikan yang berkualitas harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung pembentukan karakter. Karena itu, kami tidak hanya fokus memastikan pembangunan memenuhi standar mutu dan ketepatan waktu, tetapi juga memastikan setiap fasilitas dapat berfungsi secara optimal ketika digunakan oleh para siswa,” lanjut Dian.

baca juga

Brantas Abipraya sebelumnya telah melakukan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah untuk memastikan kesiapan fasilitas menghadapi tahun ajaran 2026/2027. Dalam pelaksanaannya, perusahaan terus mengedepankan pengawasan teknis, pengendalian mutu, manajemen proyek, serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Khusus di Kabupaten Bekasi, pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat 2 di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, dikerjakan oleh Brantas Abipraya. Sebelum memasuki tahun ajaran baru, proyek tersebut telah melalui tahap percepatan penyelesaian untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendidikan.

Sementara di Minahasa, pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Remboken merupakan salah satu proyek yang dikerjakan Brantas Abipraya. Proyek tersebut sebelumnya mendapat perhatian pemerintah pusat melalui peninjauan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang mengapresiasi kerja para insan konstruksi dalam menghadirkan sarana pendidikan bagi generasi penerus.

Secara nasional, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Program ini dirancang dengan pendekatan pendidikan terintegrasi dan berasrama, sehingga peserta didik memperoleh dukungan pembelajaran sekaligus pembinaan karakter dan kemandirian.

Keterlibatan Brantas Abipraya dalam pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

Wujud salah satu infrastruktur Sekolah Rakyat yang dibangun PT Brantas Abipraya (Persero). (Dok: Brantas Abipraya)
Wujud salah satu infrastruktur Sekolah Rakyat yang dibangun PT Brantas Abipraya (Persero). (Dok: Brantas Abipraya)

“Kami berharap setiap Sekolah Rakyat yang kami bangun dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, mandiri, disiplin, dan memiliki daya saing. Inilah makna pembangunan yang sesungguhnya: menghadirkan infrastruktur yang memberikan dampak dan membuka kesempatan bagi masa depan yang lebih baik,” pungkas Dian Sovana.

Dengan dimulainya MPLS di Nganjuk, Cikarang, dan Minahasa secara serentak, perjalanan Sekolah Rakyat memasuki tahap baru. Dari pembangunan fisik, kini manfaatnya mulai dirasakan langsung oleh para siswa, menjadikan sekolah bukan sekadar bangunan, melainkan ruang tumbuh bagi generasi penerus bangsa.**

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Brantas Abipraya Dorong Kepemilikan Hunian Lewat Urban Heights dan Program HOPE

Brantas Abipraya Dorong Kepemilikan Hunian Lewat Urban Heights dan Program HOPE

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:00 WIB

645 Rumah Khusus Tahap V Diserahkan, Brantas Abipraya Dukung Eks Pejuang Timor-Timur

645 Rumah Khusus Tahap V Diserahkan, Brantas Abipraya Dukung Eks Pejuang Timor-Timur

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:11 WIB

Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola

Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Brantas Abipraya Perkuat Transportasi Publik lewat Mastran BRT Bandung

Brantas Abipraya Perkuat Transportasi Publik lewat Mastran BRT Bandung

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 11:09 WIB

Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:02 WIB

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:04 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×