- Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisman mencapai 8,98 juta pada Januari hingga Juli 2026.
- Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Juli 2026 secara keseluruhan tercatat sebesar 1,52 juta kunjungan.
- Malaysia menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Juli 2026 sebesar 15 persen.
Suara.com - Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren pemulihan yang signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) secara kumulatif dari Januari hingga Juli 2026 mencapai 8,98 juta kunjungan.
Angka ini menjadi rekor capaian tertinggi kunjungan wisman sejak masa pandemi COVID-19 pada tahun 2020 lalu.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa lonjakan ini mencerminkan optimisme baru bagi kebangkitan industri pariwisata Tanah Air.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, angka kumulatif tersebut mengalami peningkatan sebesar 5,23 persen.
"Capaian kunjungan wisman Januari sampai Juli tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020," ujar Ateng Hartono dalam konferensi pers yang dipantau virtual, dikutip Rabu (2/9/2026).
Khusus Juli 2026, total kunjungan wisman secara keseluruhan tercatat sebesar 1,52 juta kunjungan. Jumlah tersebut disumbang dari kunjungan melalui pintu masuk utama sebanyak 1.362.812 kunjungan dan melalui pintu masuk perbatasan sebanyak 162.225 kunjungan.
Kinerja ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,99 persen secara bulanan (month-to-month) serta naik 2,95 persen jika dibandingkan dengan kondisi Juli 2025 secara tahunan (year-on-year).
Berdasarkan paspor yang dipegang oleh para wisatawan, pemegang paspor asal Malaysia menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Indonesia pada Juli 2026 dengan porsi mencapai 15 persen.
Kedatangan wisman terbanyak berikutnya berasal dari Australia sebesar 12,34 persen, disusul oleh wisatawan asal Tiongkok sebesar 10,28 persen.
BPS juga mencatat adanya dinamika pergerakan wisatawan antar negara secara bulanan. Kunjungan wisman pemegang paspor Australia dan Tiongkok mengalami peningkatan secara month-to-month, sementara wisman asal Malaysia tercatat mengalami sedikit penurunan dibanding bulan sebelumnya.
Meski demikian, secara tahunan (year-on-year), ketiga negara tersebut sama-sama mencatatkan pertumbuhan kunjungan yang positif.
Sementara dari sisi pintu masuk penerimaan wisatawan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali tetap kokoh menjadi gerbang utama kedatangan wisman ke tanah air. Kunjungan wisman melalui gerbang udara utama Bali ini sebagian besar masih didominasi oleh para wisatawan yang memegang paspor asal Australia.