- PT Pertamina Marine Solutions mempercepat transformasi digital pengelolaan HSSE melalui integrasi sistem berbasis web untuk pelaut dan Tenaga Alih Daya.
- Pembaruan alur kerja digital mencakup barcode HSSE Passport, fitur pelaporan kecurangan, integrasi data MCU, dan edukasi interaktif bagi pekerja.
- PT Pertamina Marine Solutions berhasil meraih empat penghargaan dalam ajang Indonesia QHSE dan Sustainability Awards 2026.
Suara.com - PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) mempercepat transformasi digital pada sistem pengelolaan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kepatuhan keselamatan kerja pelaut serta Tenaga Alih Daya sebelum turun ke lapangan (onboarding).
Langkah efisiensi ini berfokus pada pemangkasan birokrasi manual melalui integrasi sistem HSSE Induction berbasis web. Lewat alur end-to-end ini, proses verifikasi dokumen fisik—mulai dari hasil Medical Check-Up (MCU) hingga sertifikat pelatihan—kini dialihkan sepenuhnya secara digital hingga penerbitan HSSE Passport berbasis barcode.
Direktur Utama PMSol, Joko Pramono, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi pada sistem keselamatan kerja dirancang untuk mendukung operasional bisnis yang lebih transparan dan efisien.
"Bagi kami, HSSE bukan hanya mengenai kepatuhan terhadap standar dan regulasi, tetapi harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap proses dan aktivitas kerja. Pemanfaatan teknologi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan dan mendukung operasional maritim yang semakin andal, aman, dan berkelanjutan," ujar Joko.
Selain efisiensi administrasi, integrasi digital ini mencakup pembaharuan alur kerja operasional perusahaan.

Pertama, pengawasan lapangan cepat. Pengawas cukup memindai barcode HSSE Passport pekerja untuk memverifikasi riwayat pelatihan dan status kesehatan secara real-time.
Kedua, penguatan integritas dan tata kelola. Sistem menyematkan fitur pelaporan indikasi kecurangan (fraud) langsung di antarmuka pengguna untuk menjaga transparansi lingkungan kerja.
Ketiga, integrasi data MCU dan pelaporan risiko. Ekosistem diperluas lewat Digital MCU serta platform P-HORSE (Pertamina HSSE Online Reporting System Excellence) guna memantau Unsafe Act dan Unsafe Condition secara terpadu.
Keempat, edukasi interaktif. Pekerja wajib menyelesaikan tahapan interaktif tour demo room imersif, pengujian mandiri (pre-test dan post-test), serta sosialisasi rutin melalui Apel Corporate Life Saving Rules (CLSR).
Lewat efisiensi operasional dan penguatan kepemimpinan HSSE tersebut, PMSol berhasil memboyong empat penghargaan dalam ajang Indonesia QHSE & Sustainability Awards (IQSA) 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesia Business Asia.
Empat kategori yang diraih meliputi The Best QHSE Digital Innovation 2026, The Best QHSE Company Concerned 2026, The Best Safety Induction 2026, serta The Best QHSE Leadership 2026 yang dianugerahkan kepada Manager HSSE PMSol, Febry Donny, atas kepemimpinannya mendorong implementasi mitigasi risiko dan Management Walkthrough berkala di area operasional.
“Kami percaya bahwa kepemimpinan yang kuat, keterlibatan seluruh pekerja, serta inovasi yang berkelanjutan merupakan kunci untuk membangun budaya keselamatan yang semakin matang. Ke depan, PMSol akan terus meningkatkan standar HSSE agar dapat mendukung operasional yang semakin andal, aman, dan berkelanjutan,” jelas Joko.