- SIG menghidupkan kembali Semen Kujang untuk membidik pasar Jawa Barat.
- Semen Kujang diproduksi di Pabrik Narogong dengan standar SNI 7064:2022.
- Produk baru dibekali teknologi Active Micro Particle agar lebih kuat dan tahan lama.
Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kembali menghidupkan merek Semen Kujang yang memiliki sejarah panjang di Jawa Barat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat penetrasi pasar bahan bangunan di salah satu wilayah dengan potensi konstruksi yang besar.
Semen Kujang resmi diperkenalkan kembali melalui Grand Launching Semen Kujang yang digelar di Hotel InterContinental, Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026). Acara tersebut dihadiri jajaran Direksi dan Komisaris SIG, mitra distributor, serta 387 toko bangunan dari Purwakarta, Karawang, Subang, Sumedang, dan Bandung.
Peluncuran kembali merek tersebut mengusung tema "Grand Launching Semen Kujang, Lebih Kokoh & Lebih Kuat". SIG memanfaatkan kekuatan historis Semen Kujang untuk mendekatkan portofolio produknya dengan karakter pasar Jawa Barat.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan keputusan menghidupkan kembali Semen Kujang tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga strategi membangun kedekatan dengan konsumen di Jawa Barat.
"Bagi kami, ini bukan sekadar memperkenalkan kembali sebuah produk, tetapi menjadi awal dari interaksi dan pengalaman baru bersama pelanggan. Hari ini, kita bersama-sama menyambut kembalinya Semen Kujang," kata Indrieffouny.
Menurutnya, potensi pasar Jawa Barat serta kedekatan masyarakat dengan merek tersebut menjadi salah satu pertimbangan SIG untuk kembali menghadirkan Semen Kujang.
Perseroan berharap produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan pembangunan sekaligus memanfaatkan kekuatan local heritage sebagai pembeda di tengah persaingan industri semen dan bahan bangunan.
Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan menegaskan Semen Kujang bukanlah merek baru. Produk tersebut merupakan bagian dari perjalanan pembangunan Jawa Barat sejak pertama kali diperkenalkan pada 1975.
"Kami ingin mengembalikan merek yang menjadi kebanggaan warga Sunda, sekaligus menghadirkan produk dengan teknologi mutakhir yang lebih kokoh, relevan, dan siap menjawab tantangan masa depan," ujar Dicky.
Semen Kujang merupakan semen tipe Portland Composite Cement (PCC) yang telah memenuhi SNI 7064:2022. Produk ini diproduksi oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, di Pabrik Narogong, Jawa Barat.
Dari sisi teknologi, Semen Kujang dibekali Active Micro Particle, yakni inovasi berupa butiran mikro yang dirancang untuk mengisi rongga material secara lebih optimal.
Teknologi tersebut diklaim mampu menghasilkan struktur bangunan yang lebih padat, kuat, dan tahan lama. Produk ini juga dikembangkan dengan karakteristik daya rekat kuat, permukaan lebih halus, serta hasil pengecoran yang lebih padat.
Kembalinya Semen Kujang sekaligus memperluas portofolio merek SIG di pasar domestik. Saat ini, perseroan memiliki sejumlah merek semen yang telah dikenal masyarakat, mulai dari Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Semen Baturaja, Semen Andalas hingga Dynamix.
Strategi menghidupkan kembali merek dengan identitas lokal tersebut menunjukkan upaya SIG untuk tidak hanya bersaing melalui kapasitas produksi dan kualitas produk, tetapi juga melalui kedekatan merek dengan konsumen di masing-masing wilayah.
SIG menargetkan Semen Kujang dapat menjangkau lebih luas ekosistem konstruksi Jawa Barat, mulai dari distributor dan toko bangunan hingga kontraktor, pengembang, konsultan, tukang bangunan, serta masyarakat umum.
"Melalui Semen Kujang, kami ingin semakin dekat dengan para distributor, toko bangunan, kontraktor, pengembang, konsultan, tukang bangunan, serta seluruh masyarakat Jawa Barat. Karena kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan lahir dari kolaborasi seluruh pelaku industri," kata Indrieffouny.