- Harga minyak mentah dunia melandai pada perdagangan Kamis pagi akibat meredanya konflik militer Amerika Serikat dan Iran.
- Kontrak Brent turun menjadi 95,2 dolar AS dan WTI melemah ke level 90,77 dolar AS per barel.
- Presiden Donald Trump menyatakan operasi militer terhadap Iran di Selat Hormuz berhasil menghancurkan fasilitas pertahanan musuh.
Suara.com - Harga minyak mentah dunia melandai pada perdagangan Kamis (3/9/2026) pagi. Pasar merespons indikasi meredanya konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat mengancam kelancaran pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Mengutip dari Reuters, kontrak berjangka Brent turun 43 sen atau 0,45 persen menjadi 95,2 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 24 sen atau 0,26 persen ke level 90,77 dolar AS per barel.
Penurunan harga terjadi setelah kedua patokan harga minyak tersebut sempat berfluktuasi tajam pada sesi sebelumnya, dengan pergerakan naik hingga 2 dolar AS dan turun 1 dolar AS per barel hingga menyentuh level tertinggi sejak akhir Juli.
Analis IG, Tony Sycamore, menilai penurunan harga minyak didorong oleh meredanya eskalasi militer secara sementara setelah tidak adanya aksi saling serang susulan sejak Rabu siang.
"Jika eskalasi benar-benar mereda, dan ini masih menjadi tanda tanya besar, distribusi minyak keluar dari Selat melalui transaksi dark-ship dan transfer antarkapal diproyeksi segera kembali ke level akhir pekan lalu," ujar Sycamore.
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa operasi militer AS terhadap sasaran sistem radar dan rudal Iran di sepanjang Selat Hormuz tidak akan berlangsung lama.
![Presiden AS, Donald Trump. [IG/realdonaldtrump]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/21/79037-presiden-as-donald-trump.jpg)
Trump mengklaim, serangan tersebut berhasil menghancurkan fasilitas pertahanan dan penyerangan milik Iran di wilayah strategis tersebut.
Kendati demikian, gangguan pada jalur logistik tetap terjadi. Data pelayaran dari Kpler mencatat hanya empat kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada Rabu, jauh di bawah rata-rata harian sebanyak 13 kapal.
Di sisi lain, pemerintah Iran memperluas daftar kapal asing yang dinilai melanggar aturan dan terancam sanksi penyitaan jika nekat melintas.