-
Kasus warga dewasa terisolasi di Singapura meningkat tajam berdasarkan data lembaga layanan sosial.
-
Pekerja sosial memanfaatkan game online dan Discord untuk mendekati warga yang mengisolasi diri.
-
Kecemasan, depresi, dan ekspektasi sosial menjadi penyebab utama fenomena isolasi mandiri ini.
Suara.com - Singapura kini menyaksikan peningkatan signifikan fenomena hidden adults atau warga dewasa menarik diri dari kehidupan sosial selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Pendekatan konvensional kerap menemui jalan buntu karena mayoritas individu tersebut enggan berinteraksi secara tatap muka.
Menghadapi tantangan ini, lembaga layanan sosial mulai mengalihkan fokus ke ruang digital seperti game online dan platform komunitas. Langkah inovatif ini diambil guna membangun kepercayaan awal dengan warga terisolasi secara perlahan dan tanpa paksaan.
Data dari Fei Yue Community Services menunjukkan penanganan sekitar 40 kasus hingga saat ini, melonjak dua kali lipat dibanding 2024. Sementara itu, TOUCH Community Services menerima sekitar 250 konsultasi pada tahun lalu, naik lebih dari dua kali lipat ketimbang tahun 2022.

Pekerja sosial dari Youth Guidance Outreach Services (YGOS), Stephanie Tan, secara aktif menjelajahi dunia game Where Winds Meet, Discord, hingga Twitch. Melalui komunikasi pesan langsung di platform game, tim sosial berupaya menciptakan ruang aman bagi para pemain yang terindikasi mengisolasi diri.
Proses pendekatan ini membutuhkan kesabaran ekstra sebelum akhirnya berlanjut ke interaksi suara atau pertemuan langsung di luar rumah.
"Pada akhirnya, jika mereka ingin membicarakan apa pun kepada kami, baik itu masalah pertemanan atau masalah keluarga, mereka bisa datang dan berbagi kepada kami," ujar Tan, dikutip dari CNA.
Depresi dan kecemasan berat sering kali menjadi benteng utama yang menghalangi warga untuk keluar rumah. Kondisi ini membuat penderita merasa rentan dan takut mengambil langkah baru dalam hidup mereka.
David (bukan nama sebenarnya) mengaku memilih mengurung diri karena tertekan oleh rasa takut akan kegagalan.
"Kecemasan membuat saya takut mencoba hal-hal baru karena saya tidak ingin membuat kesalahan," katanya melalui pesan WhatsApp yang disampaikan oleh pekerja sosialnya, Bryan Wong dari Fei Yue.
Rasa kewalahan menghadapi kecemasan membuat isolasi mandiri terasa sebagai pilihan paling aman baginya.
"Ketika saya merasa tertekan oleh perasaan seperti itu, saya akhirnya memilih untuk tidak melakukan apa-apa demi melindungi diri saya dari membuat keputusan yang salah. Memilih untuk menjadi menyendiri adalah keputusan paling aman bagi saya," tuturnya.
Pendampingan intensif dari pekerja sosial memberikan harapan baru meski proses pemulihan tidak selalu berjalan mulus. Setelah dua tahun terisolasi, David sempat bekerja namun akhirnya berhenti akibat kehilangan motivasi mendalam.
"Saya merasa seperti kembali ke titik awal. Saya masih tidak tahu apa yang sebenarnya ingin saya lakukan dalam hidup dan saya merasa tidak memiliki tujuan. Butuh banyak tenaga bagi saya untuk menemukan hal-hal yang dapat dilakukan, seperti mengejar minat saya atau mencari pekerjaan lain, karena saya sering merasa kurang motivasi," jelas David.
Secara klinis belum ada definisi pasti mengenai hidden adults, tetapi penarikan diri dari masyarakat selama 3 hingga 6 bulan menjadi kriteria utama. Spektrum isolasi ini bervariasi, mulai dari yang sesekali keluar untuk urusan mendesak hingga yang sepenuhnya mengurung diri di kamar.
Spesialis Kedokteran Jiwa National University Hospital, Profesor John Wong, menjelaskan bahwa kondisi psikologis awal sering memicu perilaku mengisolasi diri. Dampaknya bisa sangat fatal jika terjadi pada masa remaja dan dewasa muda yang merupakan periode kritis pembentukan karier dan pendidikan.