Target E20 Terancam, Pasokan Bioetanol Indonesia Masih Jauh dari Kebutuhan

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 03 September 2026 | 10:41 WIB
Target E20 Terancam, Pasokan Bioetanol Indonesia Masih Jauh dari Kebutuhan
Pemerintah tengah mendorong pengembangan bahan bakar nabati berbasis bioetanol untuk dicampurkan ke bensin, namun mengalami kendala dalam hal bahan baku. Foto ist.
baca 10 detik
  • Kebutuhan E10 mencapai 1,2 juta KL, pasokan baru 70.500 KL.
  • Indonesia butuh sedikitnya 20 pabrik bioetanol baru pada 2027.
  • E10 dan E20 membutuhkan spesifikasi campuran bensin yang berbeda.

Suara.com - Pemerintah tengah mendorong pengembangan bahan bakar nabati berbasis bioetanol untuk dicampurkan ke bensin. Namun, ambisi menerapkan campuran bioetanol hingga 20% atau E20 masih menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi ketersediaan bahan baku (feedstock).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan kapasitas pasokan bioetanol nasional saat ini masih sangat terbatas dibandingkan kebutuhan untuk menjalankan program pencampuran bioetanol dengan bensin.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan, untuk implementasi E10 saja, Indonesia diperkirakan membutuhkan pasokan bioetanol sekitar 1,2 juta kiloliter.

Masalahnya, kapasitas pengumpulan bioetanol yang tersedia saat ini baru sekitar 70.500 kiloliter per tahun.

"Kalau feedstock-nya untuk tahun depan E10 saja butuh sekitar 1,2 juta (kiloliter). Nah tetapi kita hanya bisa sekarang terhitungnya itu 70.500 kiloliter per tahun saat ini yang kita kumpulkan," ujar Eniya dalam agenda IndoEBTKE Conex 2026 di Jakarta, dikutip Kamis (2/9/2026).

Dengan demikian, terdapat kesenjangan pasokan yang sangat besar bahkan sebelum Indonesia meningkatkan kadar campuran bioetanol dari E10 menuju E20.

Jika kebutuhan E10 saja mencapai 1,2 juta kiloliter, sementara pasokan yang dapat dikumpulkan baru 70.500 kiloliter per tahun, kapasitas saat ini hanya sekitar 5,9% dari kebutuhan. Artinya, pemerintah masih harus mengejar tambahan pasokan dalam jumlah signifikan agar program tersebut dapat berjalan.

Untuk mengejar kebutuhan tersebut, Kementerian ESDM membuka peluang investasi di sektor bioetanol. Pemerintah mendorong investor membangun fasilitas pengolahan baru untuk memperbesar kapasitas produksi nasional.

Berdasarkan kalkulasi Kementerian ESDM, setidaknya 20 pabrik bioetanol baru dibutuhkan pada 2027.

baca juga

Kebutuhan pembangunan pabrik dalam jumlah besar tersebut menunjukkan bahwa pengembangan E10 maupun E20 tidak hanya bergantung pada kebijakan pencampuran bahan bakar. Infrastruktur produksi dan kepastian ketersediaan bahan baku juga menjadi faktor krusial.

Pemerintah pun perlu memastikan rantai pasok bioetanol mulai dari penyediaan feedstock, pengolahan hingga distribusinya mampu mengikuti peningkatan kebutuhan bahan bakar nabati.

Di tengah upaya mengejar pasokan, Kementerian ESDM juga mulai melakukan kajian teknis terkait spesifikasi pencampuran bioetanol dengan bensin.

Kajian tersebut diperlukan untuk menentukan formulasi yang tepat, baik untuk E10 maupun E20. Pemerintah menegaskan bahwa kedua jenis campuran tersebut belum tentu menggunakan parameter teknis yang sama.

"Nanti kickoff program itu artinya kita masih diskusi dulu sama semua stakeholder untuk menentukan apa spek yang harus kita tentukan untuk dicampur ke bensin. Spesifikasi E10 dan E20 belum tentu sama, ada parameter khusus yang harus diacu," kata Eniya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Turunkan Harga BBM Non Subdisi, Berlaku Semua RON di Malaysia

Pemerintah Turunkan Harga BBM Non Subdisi, Berlaku Semua RON di Malaysia

News | Kamis, 03 September 2026 | 07:27 WIB

Harga BBM Pertamina Naik, ESDM Ungkap Hitung-hitungan di Baliknya

Harga BBM Pertamina Naik, ESDM Ungkap Hitung-hitungan di Baliknya

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 13:38 WIB

Ikuti Pertamina, Harga BBM di SPBU Swasta Turut Naik, Berikut Daftarnya!

Ikuti Pertamina, Harga BBM di SPBU Swasta Turut Naik, Berikut Daftarnya!

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 13:21 WIB

Terkini

Pesan Timo Scheunemann usai MLSC Bekasi dan Kudus, Latihan Keras Menentukan Hasil

Pesan Timo Scheunemann usai MLSC Bekasi dan Kudus, Latihan Keras Menentukan Hasil

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir per Hari

Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir per Hari

Jabar | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Klaim Keberhasilan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik: Kontradiksi dengan Kepuasan Rakyat!

Klaim Keberhasilan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Dikritik: Kontradiksi dengan Kepuasan Rakyat!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:33 WIB

IHSG Masih Melemah, Rupiah Jadi Tertekan ke Level Rp18.056

IHSG Masih Melemah, Rupiah Jadi Tertekan ke Level Rp18.056

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku

Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Matinya Rasa Empati: Saat Uang Darurat Bencana Masuk ke Kantong Pribadi

Matinya Rasa Empati: Saat Uang Darurat Bencana Masuk ke Kantong Pribadi

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Cara Cek Saldo E-Money Lewat HP, Praktis Tanpa Harus ke ATM

Cara Cek Saldo E-Money Lewat HP, Praktis Tanpa Harus ke ATM

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Indonesia dalam 72 Jam: Asap Mengepul, BBM Tersendat, Akuntabilitas Hilang

Indonesia dalam 72 Jam: Asap Mengepul, BBM Tersendat, Akuntabilitas Hilang

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Samsung One UI 10 Bakal Dirombak Total, Benarkah Ganti Nama Galaxy OS?

Samsung One UI 10 Bakal Dirombak Total, Benarkah Ganti Nama Galaxy OS?

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Ketum PBSI Fadil Imran Dorong Pengenalan Bulu Tangkis Sejak Dini, Apresiasi Festival SenengMinton

Ketum PBSI Fadil Imran Dorong Pengenalan Bulu Tangkis Sejak Dini, Apresiasi Festival SenengMinton

Sport | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:19 WIB

×