-
Harga RON97, RON95 non-subsidi, dan diesel non-subsidi turun 5 sen per liter pekan ini.
-
Pemerintah Malaysia terus menyalurkan subsidi Budi95 dan Budi Diesel untuk menahan dampak inflasi energi.
-
Kuota pemakaian Budi Diesel bagi pemilik kendaraan jip dan pickup ditingkatkan menjadi 400 liter.
Suara.com - Konsumen di Malaysia menikmati penurunan harga bahan bakar BBM non-subsidi sebesar 5 sen per liter sepanjang pekan 3 hingga 9 September 2026. Penyesuaian ini memangkas tarif RON 97 menjadi RM4,25 per liter, RON 95 non-subsidi menjadi RM3,77, serta diesel non-subsidi menjadi RM4,67.
Langkah penurunan tarif ini dipicu oleh tren melandainya harga minyak dunia selama periode perhitungan Automatic Pricing Mechanism (APM). Meskipun demikian, dinamika geopolitik di Timur Tengah sempat mendorong kenaikan harga kembali menjelang akhir periode penetapan.
Pemerintah menegaskan keberlanjutan perlindungan bagi masyarakat dari dampak fluktuasi global melalui skema bantuan Budi Madani. Penerima manfaat Budi95 tetap membeli RON95 seharga RM1,99 per liter karena pemerintah menanggung subsidi RM1,78 atau 47 persen dari harga pasar.
![Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat atas kepemimpinan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato' Seri Anwar Ibrahim membawa kesepakatan damai antara Thailand dan Kamboja. [YouTube Sekretariat Presiden]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/29/36333-presiden-prabowo-subianto-dan-perdana-menteri-pm-malaysia-dato-seri-anwar-ibrahim.jpg)
Kementerian Keuangan Malaysia menjelaskan situasi pasar produk minyak olahan global yang masih berada dalam kondisi ketat. Hambatan alur distribusi serta pembatasan kapasitas kilang menjadi pemicu utama ketidakpastian tersebut.
"Meskipun harga minyak mentah Brent telah melandai dari level puncak konflik Timur Tengah, pasar produk minyak bumi olahan global tetap ketat akibat gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz, pengurangan kapasitas penyulingan, dan pembatasan ekspor bahan bakar," ungkap Kementerian Keuangan, dikutip dari NST, Kamis (3/9/2026).
Pihak otoritas keuangan memproyeksikan bahwa gabungan faktor eksternal tersebut akan memicu pergerakan tarif di pasar internasional dalam waktu dekat.
"faktor-faktor ini diperkirakan akan terus menyebabkan fluktuasi harga dalam waktu dekat.."
Langkah Tiongkok dalam merelaksasi kebijakan ekspor bahan bakar yang diterapkan sejak Maret 2026 mulai memberikan pengaruh pada pasokan kawasan. Meski volume pengiriman mulai meningkat sejak Juli, ketersediaan pasokan pasar regional belum sepenuhnya pulih seperti sedia kala.
Skema Budi Diesel mematok harga RM2,10 per liter untuk pengguna terdaftar dengan porsi subsidi pemerintah sebesar RM2,57 per liter. Sementara itu, tarif bagi pendaftar Sistem Kawalan Petrol Bersubsidi (SKPS) dan Sistem Kawalan Diesel Bersubsidi (SKDS) bertahan di angka RM2,05 dan RM2,15 per liter.
Otoritas terkait menetapkan pengembalian kuota bulanan Budi95 dan Budi Diesel sebesar 300 liter efektif sejak 1 September. Khusus pemilik kendaraan diesel seperti pickup dan jip, pemerintah memberikan kuota tambahan 100 liter sehingga totalnya mencapai 400 liter per bulan.
Kebijakan penyesuaian harga BBM mingguan ini berakar dari penerapan APM yang mengacu pada pergerakan pasar minyak olahan internasional. Langkah pemberian subsidi terarah Budi Madani dihadirkan guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan biaya hidup dan dinamika energi global.