Menteri Ekraf Dorong Kerja Sama Ekonomi Kreatif dengan AS

Liberty Jemadu

Kamis, 10 September 2026 | 14:34 WIB
Menteri Ekraf Dorong Kerja Sama Ekonomi Kreatif dengan AS
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menjajaki kerja sama strategis bidang ekonomi kreatif dengan Amerika Serikat. [Dok Kementerian Ekonomi Kreatif]
baca 10 detik
  • Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menjajaki kerja sama strategis bidang ekonomi kreatif dengan Amerika Serikat.
  • Ekspor ekonomi kreatif Indonesia ke Amerika Serikat periode Januari hingga April 2026 mencapai 3,31 miliar dolar AS.
  • Kemenekraf berencana meneken nota kesepahaman dengan Hollywood Chamber of Commerce dalam WCCE 2026 di Jakarta Oktober mendatang.

Suara.com - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya akan menindaklanjuti peluang kerja sama strategis dengan Amerika Serikat (AS) untuk memperluas akses produk dan industri kreatif Indonesia ke pasar global.

Ia mengatakan berbagai subsektor ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kolaborasi dengan AS, baik dalam perdagangan, investasi, teknologi, maupun pengembangan industri kreatif.

“Kami sangat membuka pintu bagi kerja sama Indonesia dengan AS di berbagai subsektor, berbagai direktorat di bawah Kementerian Ekraf siap untuk bekerja sama lebih lanjut dengan berbagai pihak di AS untuk memastikan tindak lanjut dari Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-AS,” ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Menurut Riefky, AS merupakan salah satu pasar penting bagi produk ekonomi kreatif Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kemenekraf, nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia ke AS mencapai 3,31 miliar dolar AS pada periode Januari-April 2026.

Ekspor tersebut terutama berasal dari subsektor fesyen dengan nilai 2,80 miliar dolar AS, kemudian kriya sebesar 480 juta dolar AS dan kuliner sebesar 15,55 juta dolar AS.

Besarnya nilai ekspor tersebut dinilai menunjukkan masih terbukanya ruang untuk memperluas penetrasi produk kreatif Indonesia di pasar AS, termasuk mendorong subsektor lain agar memiliki kontribusi lebih besar.

“Melalui kolaborasi strategis dengan Amerika Serikat sebagai mitra kunci, kita tidak hanya membuka jalur ekspor bagi subsektor unggulan seperti fesyen dan kriya, tetapi juga memperluas penetrasi subsektor lainnya untuk memperkuat jangkauan produk kreatif lokal di pasar global,” kata Riefky.

Selain perdagangan, Kemenekraf juga menjajaki penguatan kerja sama industri kreatif dengan pelaku usaha AS. Salah satunya melalui rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Hollywood Chamber of Commerce (HCC).

Kerja sama tersebut mencakup sembilan bidang strategis, antara lain pengembangan ekonomi kreatif, film, televisi dan produksi media, investasi dan perdagangan, perlindungan kekayaan intelektual dan merek, teknologi dan inovasi, hingga kolaborasi global.

baca juga

Penandatanganan MoU dengan HCC ditargetkan dapat dilakukan di sela-sela World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan berlangsung di Jakarta pada 21-23 Oktober 2026.

WCCE 2026 dengan tema “Inclusively Creative: Collective Continuity” ditargetkan dihadiri lebih dari 8.000 peserta dari lebih dari 50 negara. Kemenekraf juga menjajaki kehadiran delegasi tingkat tinggi AS, pelaku industri kreatif, serta perusahaan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI).

Riefky mengatakan forum tersebut dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan internasional dalam mendorong kerja sama konkret di sektor ekonomi kreatif.

Sementara itu, Dubes RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo menyampaikan ketertarikannya terhadap pengembangan ekonomi kreatif Indonesia yang mencakup 21 subsektor.

“Kami berharap dapat mengidentifikasi lebih banyak peluang kolaborasi dan mengembangkan kerja sama konkret untuk bersama-sama memajukan ekonomi kreatif kedua negara,” ujar Indroyono.

Adapun kerja sama ekonomi kreatif Indonesia-AS sebelumnya telah dilakukan melalui sejumlah program, antara lain US Business for Indonesia: Creative Economy Forum 2025, workshop perlindungan hak kekayaan intelektual internasional, Hackathon AI for Creative Economy bersama Amazon Web Services, serta pengembangan talenta digital melalui Microsoft.

Kerja sama tersebut menjadi modal bagi Kemenekraf untuk memperluas kemitraan dengan AS, khususnya dalam mendorong produk, talenta, dan kekayaan intelektual kreatif Indonesia masuk ke rantai nilai global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Tambang, Hilirisasi Juga Menyasar ke Ekonomi Kreatif

Tak Hanya Tambang, Hilirisasi Juga Menyasar ke Ekonomi Kreatif

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 18:47 WIB

Wamenekraf Dorong UMKM Lokal Perluas Akses ke Pasar Premium Lewat The Local Market ID

Wamenekraf Dorong UMKM Lokal Perluas Akses ke Pasar Premium Lewat The Local Market ID

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 14:00 WIB

IdeaFest 2026 Angkat Tema Re:Humanize, Ajak Masyarakat Menempatkan Manusia Sebagai Pusat di Era AI

IdeaFest 2026 Angkat Tema Re:Humanize, Ajak Masyarakat Menempatkan Manusia Sebagai Pusat di Era AI

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 18:44 WIB

Kerja Sama Ekonomi Kreatif dengan Tiongkok, Wamen Ekraf Dorong Talenta Lokal Akses ke Pasar Global

Kerja Sama Ekonomi Kreatif dengan Tiongkok, Wamen Ekraf Dorong Talenta Lokal Akses ke Pasar Global

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 13:06 WIB

Jakarta Biennale 2026 Strategis Majukan Potensi Ekonomi Kreatif Indonesia

Jakarta Biennale 2026 Strategis Majukan Potensi Ekonomi Kreatif Indonesia

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 19:54 WIB

Terkini

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×