- BPS mencatat PDB sektor pertambangan Indonesia berkontraksi 1,64% secara tahunan pada Kuartal II 2026.
- Pemerintah menurunkan target produksi batubara nasional tahun 2026 menjadi 600 juta ton untuk menjaga pasar.
- PT EMLI memperkenalkan pelumas sintetis di pameran Mining Indonesia 2026 untuk menekan biaya operasional tambang.
Suara.com - Sektor pertambangan nasional saat ini menghadapi tantangan efisiensi operasional akibat tekanan produksi, biaya operasional yang meningkat, serta adaptasi penggunaan bahan bakar B50.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertambangan masih mencatatkan kontraksi sebesar 1,64% secara tahunan (year-on-year) pada Kuartal II 2026, melanjutkan tren kontraksi dari kuartal sebelumnya.
Sebagai langkah menjaga kestabilan pasar dan keberlanjutan energi, pemerintah menyesuaikan target produksi batubara nasional menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026.
Angka ini mengalami penurunan dari realisasi produksi tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton. Di sisi lain, penggunaan B50 pada alat berat pertambangan menunjukkan kinerja mesin yang stabil, meski Kementerian ESDM mencatat adanya kenaikan konsumsi bahan bakar sekitar 3,12% dibandingkan penggunaan B40.
Kondisi tersebut mendorong para pelaku industri untuk fokus pada keandalan alat berat melalui pemantauan kondisi mesin dan perawatan preventif guna menekan biaya downtime.
Merespons dinamika ini, PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) turut serta dalam pameran Mining Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di Jakarta untuk memaparkan lini produk pelumas sintetis dan layanan teknis pertambangan.
Presiden Direktur PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, Syah Reza, menyampaikan bahwa pengelolaan keandalan peralatan menjadi faktor krusial dalam kondisi pasar yang dinamis saat ini.
“Di tengah penyesuaian produksi dan implementasi B50, setiap jam operasi alat berat menjadi semakin bernilai. Keandalan peralatan, kebersihan pelumas, dan perawatan berbasis kondisi dapat membantu perusahaan menjaga produktivitas sekaligus mengendalikan biaya operasional," ujar dia.
"Dengan pengalaman lebih dari 150 tahun dalam mengembangkan solusi pelumasan canggih, kami selalu menjadi mitra industri yang mendorong optimalisasi dan efisiensi dalam operasional pertambangan di tengah kondisi yang sangat dinamis. Pada kesempatan Mining Indonesia 2026 ini, kami hadir untuk menunjukkan bagaimana solusi pelumasan sintetis, beserta layanan teknis yang terintegrasi, menjadi solusi strategis yang nyata untuk mengurangi downtime, dan meningkatkan produktivitas tambang,” lanjut Syah Reza.
Dalam ajang tersebut, EMLI mengenalkan sejumlah seri pelumas dan layanan perawatan industri, antara lain:
Mobil Delvac™ 1 Gear Oil: Pelumas sintetis untuk sistem penggerak (drivetrain) kendaraan komersial dan peralatan tambang yang berfungsi melindungi komponen dari beban ekstrem.
Mobilgrease XHP™ 462 Moly: Grease lithium kompleks dengan kandungan 3% molibdenum disulfida untuk memelihara ketahanan pin dan bushing.
Mobilith SHC™ 220: Grease sintetis yang dirancang untuk mendukung efisiensi interval pelumasan pada gear dan bearing.
Mobil DTE 10 Excel™: Pelumas hidraulik yang diformulasikan untuk mengoptimalkan kinerja sistem pompa hidraulik.
MACHINEXT Oil Filtration System: Layanan pembersihan dan filtrasi pelumas pada sistem hidraulik, kompresor, dan gear untuk meminimalkan risiko potensi gangguan operasional.