Meski Kredit Digenjot, Perbankan Tetap Merasa Khawatir Kondisi Global

Achmad Fauzi

Minggu, 13 September 2026 | 11:15 WIB
Meski Kredit Digenjot, Perbankan Tetap Merasa Khawatir Kondisi Global
Ilustrasi Layanan Perbankan. [Bank Mega Syariah]
baca 10 detik
  • OJK melaporkan bank umum waspada terhadap ketidakpastian global berkepanjangan pada triwulan III 2026.
  • Indeks Orientasi Bisnis Perbankan triwulan III 2026 berada di level 56 dalam zona optimis.
  • Kredit industri pengolahan tumbuh 16,85 persen secara tahunan pada Juli 2026.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai mulai mewaspadai ketidakpastian ekonomi global dan domestik. Terutama, jika berlangsung dalam waktu panjang bisa berimbas ke kinerja.

Hal tersebut tercermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) OJK triwulan III 2026. Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) tercatat berada di level 56 atau masih dalam zona optimis.

OJK dalam laporannya menyebut seluruh responden bank umum menunjukkan tingkat kewaspadaan yang tinggi terhadap perkembangan kondisi global yang berpotensi berlangsung dalam jangka waktu panjang atau prolonged.

"Seluruh responden bank umum menunjukkan tingkat kewaspadaan yang tinggi terhadap perkembangan kondisi global yang berpotensi berlangsung dalam jangka waktu panjang (prolonged) dan bahkan dapat disertai risiko pemburukan yang lebih dalam," tulis OJK dalam laporan SBPO triwulan III 2026 seperti dikutip, Minggu (13/9/2026).

OJK. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
OJK. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Menurut OJK, dinamika ekonomi global tersebut dinilai dapat memberikan implikasi signifikan terhadap prospek dan kinerja perekonomian nasional ke depan.

Meski demikian, kekhawatiran tersebut belum membuat industri perbankan mengerem ekspansi. Berbagai indikator utama sektor jasa keuangan, khususnya perbankan, hingga saat ini masih menunjukkan kinerja dan ketahanan yang terjaga.

Kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap positif, permodalan yang kuat, serta likuiditas yang memadai di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global maupun domestik.

Dari sisi kinerja, tingkat optimisme perbankan bahkan tergolong tinggi. Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) tercatat sebesar 83 dan berada di zona optimis.

Responden memperkirakan penyaluran kredit tetap tumbuh seiring meningkatnya permintaan kredit serta ekspansi melalui pipeline yang telah tersedia.

baca juga

Salah satu sektor yang menjadi penopang utama pertumbuhan kredit adalah industri pengolahan. Kredit ke sektor ini tumbuh 16,85 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juli 2026.

Perbankan juga memproyeksikan industri pengolahan tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan kredit ke depan.

Selain kredit, penghimpunan dana masyarakat juga diperkirakan terus bertumbuh. Responden memperkirakan Dana Pihak Ketiga (DPK) tetap tumbuh pada triwulan III 2026.

Pertumbuhan DPK yang diperkirakan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penyaluran kredit turut mendorong peningkatan net cashflow perbankan.

"OJK melihat bahwa keberlanjutan kinerja perbankan memerlukan dukungan ekosistem ekonomi yang sehat, stabil, dan kondusif agar fungsi intermediasi perbankan dapat terus berjalan secara optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," tulis OJK.

Sementara dari sisi risiko, industri perbankan masih memiliki persepsi yang positif. Indeks Persepsi Risiko (IPR) tercatat sebesar 57 atau tetap berada di zona optimis.

Mayoritas responden meyakini kualitas kredit tetap terjaga. Posisi Devisa Netto (PDN) juga dinilai berada pada level rendah dengan posisi aset dan tagihan valuta asing yang lebih besar dibandingkan kewajiban valuta asing atau long position.

Risiko likuiditas Terjaga

Meski begitu, industri perbankan tetap mencermati perkembangan kondisi makroekonomi, terutama ekspektasi peningkatan inflasi dan suku bunga acuan global.

Survei SBPO triwulan III 2026 melibatkan 99 bank responden pada Juli 2026. Jumlah tersebut mewakili 97,91 persen dari total aset bank umum berdasarkan data Juni 2026.

Dengan kondisi tersebut, OJK menilai momentum pertumbuhan ekonomi nasional perlu terus dijaga melalui berbagai upaya yang mendukung stabilitas, produktivitas, dan peningkatan daya saing.

"Dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat, perbankan diharapkan mampu mempertahankan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan serta meningkatkan ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan global," tulis OJK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Optimisme Industri Perbankan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

OJK Optimisme Industri Perbankan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 07:32 WIB

Tak Hanya Gaya Hidup, PayLater Banyak Dipakai Buat Kebutuhan Mendesak

Tak Hanya Gaya Hidup, PayLater Banyak Dipakai Buat Kebutuhan Mendesak

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 19:08 WIB

PayLater Makin Diminati, Platform Jangan Asal Approve

PayLater Makin Diminati, Platform Jangan Asal Approve

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:49 WIB

Terkini

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 06:41 WIB

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:40 WIB

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

News | Rabu, 16 September 2026 | 06:25 WIB

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 06:15 WIB

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:05 WIB

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

×