- Perekonomian Batam pada Triwulan II 2026 tumbuh 7,28 persen dan melampaui angka nasional serta Provinsi Kepulauan Riau.
- BP Batam berkomitmen mengoptimalkan perizinan serta infrastruktur untuk menjaga momentum investasi global dan daya saing kawasan.
- Pemerintah daerah memastikan pertumbuhan ekonomi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja riil serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mengonversi Komitmen Investasi Jadi Lapangan Kerja Riil
Dari perspektif penanaman modal, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyoroti pentingnya akselerasi antara izin komitmen penanaman modal dan realisasi di lapangan.
BP Batam tidak ingin sekadar mencatatkan data investasi masuk, melainkan mendorong proyek tersebut segera memasuki tahapan operasional komersial.
“Investasi tidak boleh berhenti pada komitmen. Investasi harus menjadi proyek, proyek menjadi produksi, dan produksi menciptakan lapangan kerja,” jelas Fary.
Fary menambahkan, keberhasilan investasi diukur bukan hanya dari nilai yang masuk, tetapi dari kecepatan realisasi, nilai tambah yang tercipta, dan jumlah pekerjaan yang dihasilkan.
Ke depan, BP Batam secara agresif mengarahkan portofolio investasi pada sektor-sektor manufaktur maju (advanced manufacturing), pusat data (data center), industri digital, energi bersih terbarukan, serta konektivitas logistik internasional guna mewujudkan visi Batam sebagai hub industri dan ekonomi digital Asia Tenggara.
Pertumbuhan 7,28 persen menegaskan bahwa Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat penciptaan nilai ekonomi.
“Target kita bukan sekadar pertumbuhan yang tinggi, tetapi pertumbuhan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.”