- PT Pertamina Trans Kontinental menyediakan layanan maritim dan logistik terintegrasi untuk mendukung ketahanan energi nasional.
- PTK memberikan solusi menyeluruh bagi industri pelabuhan di Jakarta.
- Perusahaan berencana memperkuat bisnis masa depan melalui modernisasi, digitalisasi, serta penerapan konsep armada kapal ramah lingkungan.
Suara.com - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memiliki peran dalam menopang rantai nilai bisnis hilir Pertamina sekaligus mendukung ketahanan energi nasional, melalui layanan maritim dan logistik yang terintegrasi.
Sebagai bagian dari Subholding Integrated Marine Logistics (IML) PT Pertamina (Persero), PTK menyediakan berbagai layanan yang berkaitan dengan kebutuhan operasional maritim, mulai dari penyediaan dan pengoperasian armada kapal penunjang (support vessel), operasional pelabuhan (port operation), layanan maritim (marine service), hingga pangkalan logistik pesisir (shorebase).
Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala mengatakan, layanan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan kapal, baik yang berada dalam ekosistem Pertamina maupun pelanggan di luar Pertamina.
"PTK melayani industri maritim kepelabuhan, baik itu bagi kapal captive maupun non-captive, sehingga harus memberikan solusi terhadap kebutuhan customer secara end-to-end, dari mulai kapal datang, keagenannya, pandu tunda, kebutuhan, dan ship-channel. Ini semua menjadi layanan PTK," ujar Harris di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut Harris, pendekatan layanan secara terintegrasi menjadi penting seiring kebutuhan pelanggan yang semakin kompleks. Karena itu, PTK terus mendorong operational excellence agar layanan yang diberikan dapat dirasakan langsung oleh pelanggan.
"PTK sudah memiliki dasar yang kuat, sehingga eksekusi operasional excellence dapat benar-benar dirasakan oleh pelanggan," kata Harris.
Sementara, Direktur Sumber Daya Manusia dan Penunjang Bisnis PT Pertamina International Shipping Saptiadi Nugraha, selaku Pemegang Saham Mayoritas PTK, mengatakan sinergi antarentitas dalam ekosistem Pertamina menjadi salah satu fondasi untuk menciptakan nilai tambah.
"Sinergi yang kuat antar entitas dan ekosistem Pertamina menjadi fondasi penting dalam penciptaan nilai tambah, meningkatkan daya saing perusahaan serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang tangguh," jelas Saptiadi.
PTK sendiri telah berkembang menjadi perusahaan yang menjalankan bisnis maritim secara terintegrasi. Perusahaan yang awalnya bernama PT Pertamina Tongkang tersebut didirikan pada 1969 sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero).
Dalam perkembangannya, PTK mendirikan sejumlah anak usaha untuk mendukung layanan maritim hingga kemudian berganti nama menjadi PT Pertamina Trans Kontinental pada 2011.
Ke depan, perusahaan juga menyiapkan penguatan bisnis melalui modernisasi dan digitalisasi. PTK turut mengarahkan pengembangan armadanya pada konsep green supporting vessel sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem maritim Indonesia.
"Ke depan, kita akan perkuat modernisasi, digitalisasi serta green supporting vessel. Ini adalah masa depan PTK," pungkas Harris.