Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Achmad Fauzi

Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB
Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi
Ilustrasi pengelolaan lingkungan di industri. [Unsplash]
baca 10 detik
  • Wakil Menteri Hanif Faisol Nurofiq mendorong dunia usaha di Jakarta pada Senin, 14 September 2026, untuk menjadikan pengelolaan lingkungan sebagai investasi bernilai ekonomi.
  • Pemerintah menetapkan tiga isu strategis ENSIA 2026, yaitu ketahanan pangan, ekonomi sirkular, dan transisi energi bersih untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.
  • Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna menyatakan inovasi keberlanjutan penting bagi pelaku usaha untuk mengoptimalkan sumber daya di tengah ketidakpastian global.

Suara.com - Pemerintah mendorong dunia usaha mengubah cara pandang terhadap pengelolaan lingkungan. Pengelolaan lingkungan dinilai tidak semestinya hanya dianggap sebagai biaya, melainkan dapat menjadi investasi yang memberikan efisiensi, nilai ekonomi, sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan dunia usaha saat ini tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Perusahaan juga perlu membangun bisnis yang berkelanjutan dan memperkuat ketahanan masyarakat.

"Kami menyambut baik penyesuaian fokus inovasi khusus ENSIA 2026 yang kini mengangkat tiga isu strategis, yaitu ketahanan pangan, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, serta transisi energi bersih. Aspek ini menjadi respons penting terhadap tantangan perubahan iklim, kebutuhan efisiensi sumber daya, pengurangan emisi, serta ketidakpastian global yang terus berkembang. Dunia usaha perlu melihat pengelolaan lingkungan bukan sebagai biaya, melainkan investasi untuk menciptakan efisiensi, nilai ekonomi, dan keberlanjutan bisnis," ujarnya di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut Hanif, inovasi lingkungan juga perlu didorong melampaui sekadar kepatuhan terhadap aturan atau compliance. Dunia usaha diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata terhadap lingkungan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi.

 Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq saat ditemui di TPA Suwung, Jumat (17/4/2026) [Suara.com/Putu Yonata Udawananda]
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq. [Suara.com/Putu Yonata Udawananda]

Dorongan tersebut sejalan dengan arah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) sebagai instrumen pemerintah untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

Salah satu bentuk inovasi yang dapat memberikan nilai tambah adalah Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Menurut Hanif, pengolahan tersebut dapat mengubah persoalan lingkungan menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus solusi energi.

"Semangat yang sama juga perlu diterapkan dalam sektor pangan melalui pengurangan food loss and food waste, peningkatan efisiensi pascapanen, serta pengembangan ekonomi sirkular yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat," tuturnya.

Lebih lanjut, Hanif menekankan agar inovasi yang berhasil tidak berhenti menjadi capaian masing-masing perusahaan. Inovasi tersebut perlu direplikasi dan diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

"Inovasi yang terbukti memberikan dampak, perlu direplikasi dan diperluas melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, lembaga riset, dan masyarakat sehingga dapat menjadi bagian dari transformasi nasional menuju Indonesia yang tangguh secara sosial, berkelanjutan secara lingkungan, mandiri dalam energi, dan kuat dalam ketahanan pangan," tuturnya.

baca juga

Sementara itu, Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero) Sandry Pasambuna mengatakan inovasi keberlanjutan juga menjadi semakin penting di tengah berbagai dinamika global.

Ketidakpastian geopolitik dinilai berpotensi mengganggu rantai pasok, sementara perubahan iklim meningkatkan risiko bencana ekologis. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha untuk mencari cara baru dalam mengoptimalkan sumber daya dan mengurangi dampak lingkungan.

Melalui inovasi keberlanjutan, perusahaan tidak hanya dituntut mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

"Ke depan, kami berharap ENSIA terus berkembang sebagai platform inovasi keberlanjutan yang inklusif dan berdampak. Kami ingin merangkul lebih banyak perusahaan, komunitas, dan local hero yang terlibat serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan dan sosial secara nyata. Yang terpenting, inovasi yang dihadirkan pada ENSIA tidak berhenti pada penghargaan, melainkan dapat direplikasi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan Indonesia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisnis Pialang Makin Ketat, Kepercayaan Trader Jadi Tantangan

Bisnis Pialang Makin Ketat, Kepercayaan Trader Jadi Tantangan

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:45 WIB

Rugi Investasi Telkomsel di GOTO Bikin Mengelus Dada, Bosnya Blak-blakan Bilang Begini

Rugi Investasi Telkomsel di GOTO Bikin Mengelus Dada, Bosnya Blak-blakan Bilang Begini

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 11:33 WIB

Kebijakan Tax Holiday Resmi Berakhir

Kebijakan Tax Holiday Resmi Berakhir

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 10:32 WIB

Terkini

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

News | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:26 WIB

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:22 WIB

Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius

Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 19:21 WIB

Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu

Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 19:20 WIB

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Batam | Senin, 14 September 2026 | 19:04 WIB

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

×