- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat pada 15 September 2026 sebelum akhirnya berbalik anjlok ke level 6.473.
- Penguatan IHSG sebelumnya dipicu respons positif pasar terhadap pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru.
- BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang melakukan teknikal *rebound* dengan menguji level resistance 6.585 hingga 6.605.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua pada awal perdagangan, Selasa, 15 September 2026. IHSG awalnya dibuka menguat ke level 6.544.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.13 WIB, IHSG justru berbalik anjlok 0,94 persen ke level 6.473.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 3,84 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp1,99 serta frekuensi sebesar 235.220 kali.
Di waktu itu, terdapat 248 saham menghijau, sedangkan, 301 saham merosot. Sisanya, 414 saham masih belum bergerak alias stagnan.
![Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/15/33629-ilustrasi-ihsg-bursa-efek-indonesia.jpg)
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- SEMA
- AGAR
- SAPX
- ALKA
- DEFI
Top Loser
- UDNG
- CASA
- EPAC
- BYAN
- HATM
Proyeksi IHSG
IHSG berpeluang melanjutkan penguatan (rebound) pada perdagangan Selasa, setelah sehari sebelumnya mampu bangkit dari tekanan jual yang cukup dalam.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas IHSG pada perdagangan Senin (14/9/2026) ditutup melemah tipis 0,10 persen ke level 6.534,69. Padahal, IHSG sempat tertekan hingga level 6.371,40 atau turun 2,6 persen sebelum berbalik menguat menjelang penutupan.
Rebound tersebut terjadi setelah pasar merespons positif pergantian Menteri Keuangan menjadi Suahasil Nazara.
Meski demikian, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp330 miliar di pasar reguler. Penguatan IHSG terutama ditopang sektor keuangan yang naik 0,55 persen, dengan saham BBCA menguat 2,77 persen.
Pasar selanjutnya akan mencermati langkah dan kebijakan awal Suahasil sebagai Menteri Keuangan, khususnya terkait arah pengelolaan fiskal dan upaya menjaga kredibilitas keuangan negara.
Sentimen dari dalam negeri tersebut akan berjalan bersamaan dengan perhatian investor terhadap agenda bank sentral Amerika Serikat (AS).
Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dijadwalkan berlangsung pada 16-17 September. Sebanyak 85 persen konsensus ekonom memperkirakan adanya kenaikan Fed Rate sebesar 25 basis poin, sementara market pricing telah berada di kisaran 87-88 persen.