- Bursa Efek Indonesia memantau ketat pergerakan saham IDEA, MPIX, dan JECC karena mengalami lonjakan tidak wajar.
- Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan menyatakan status tersebut bukan bentuk vonis pelanggaran hukum pada Selasa (15/9).
- Pada perdagangan Rabu (16/9), saham IDEA melesat 9,68 persen sementara saham MPIX dan JECC terkoreksi di zona merah.
Suara.com - Otoritas pasar modal Tanah Air tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap anomali pergerakan harga pada sejumlah emiten. Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan bahwa pihaknya sedang memantau secara ketat aktivitas transaksi pada saham PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA), PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX), dan PT Jembo Cable Company Tbk (JECC).
Pemantauan intensif ini dilakukan menyusul terjadinya lonjakan harga saham yang dinilai tidak wajar dan bergerak di luar kebiasaan atau yang secara teknis dikenal dengan istilah Unusual Market Activity (UMA). Langkah proaktif dari BEI ini bertujuan untuk menjaga agar perdagangan di lantai bursa tetap berjalan secara teratur, wajar, dan efisien bagi seluruh pelaku pasar.
Meski demikian, status UMA bukanlah sebuah vonis pelanggaran hukum. Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, melalui keterangan tertulisnya pada Selasa (15/9), menegaskan bahwa pengumuman status tersebut tidak serta-merta mengindikasikan bahwa emiten yang bersangkutan telah melakukan kejahatan atau pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di sektor pasar modal.
"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity pada saham tersebut maka perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa," ujar Endra.
Menariknya, respons pasar terhadap penyematan status peringatan bursa ini menunjukkan arah pergerakan harga yang sangat bervariasi pada sesi perdagangan keesokan harinya. Berdasarkan pantauan aktivitas midday pada penutupan sesi I hari Rabu (16/9) pukul 12.00 WIB, ketiga saham tersebut menunjukkan performa yang bertolak belakang.
Saham IDEA justru tampil agresif melawan sentimen peringatan bursa. Emiten pendidikan vokasi ini terpantau melesat kuat hingga menyentuh level harga tertinggi hariannya, atau menempel pada batas Auto-Reject Atas (ARA). Saham IDEA meroket tajam sebesar 9,68 persen dan parkir kokoh di level Rp102 per lembar saham.
Sebaliknya, dua saham lainnya tampak langsung kehilangan tenaga dan harus rela terperosok ke zona merah usai pengumuman diterbitkan. Saham MPIX langsung mengalami tekanan jual yang cukup berat dan terkoreksi sebesar 5,35 persen hingga turun ke level harga Rp177. Nasib serupa juga dialami oleh saham JECC yang tergelincir melemah 5,08 persen ke posisi Rp935.
Merespons fluktuasi tajam yang tidak menentu tersebut, otoritas bursa mengeluarkan imbauan lanjutan yang tegas kepada seluruh pemodal. Investor diminta untuk terus mencermati kinerja fundamental perusahaan melalui setiap keterbukaan informasi yang dipublikasikan secara resmi. Selain itu, para pelaku pasar juga diimbau untuk mengkaji secara mendalam setiap rencana aksi korporasi (corporate action) perusahaan tercatat, terlebih apabila agenda strategis tersebut masih berstatus wacana dan belum mengantongi persetujuan resmi dari forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi," tambahnya.