Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Rabu, 16 September 2026 | 14:30 WIB
Cuaca Terik, Tiga Pemicu Kebakaran di Jakarta Ini Wajib Diwaspadai
Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Kevin Wu meminta jajaran pemadam kebakaran meningkatkan status kesiapsiagaan armada.. [Suara.com/Adiyoga]
baca 10 detik
  • BPBD DKI Jakarta mengumumkan peringatan dini kekeringan pada 11 hingga 20 September 2026 akibat musim kering.
  • Anggota DPRD Kevin Wu meminta Dinas Gulkarmat menyiagakan armada dan mengecek kesehatan petugas pada Rabu, 16 September 2026.
  • Gulkarmat bersama wilayah setempat diinstruksikan berpatroli, membersihkan vegetasi kering, serta mengedukasi warga agar mencegah kebakaran.

Suara.com - Potensi amukan si jago merah kian mengancam lingkungan permukiman dan lahan terbuka di Jakarta seiring berlangsungnya musim kering yang menyengat.

Peringatan dini kekeringan sebelumnya telah resmi diumumkan oleh BPBD DKI Jakarta untuk masa 11 sampai 20 September 2026.

Merespons potensi bencana tersebut, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Kevin Wu, meminta jajaran pemadam kebakaran meningkatkan status kesiapsiagaan armada.

“Kekeringan panjang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran di tempat-tempat yang rawan seperti padang rumput, tempat pembuangan sampah, bahkan pemukiman-pemukiman yang dibangun dengan bahan-bahan rapuh,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Suara.com, Rabu (16/9/2026).

Kevin juga mendorong Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengecek kesiapan peralatan dan fisik pasukannya secara menyeluruh.

“Kendaraan-kendaraan dan alat-alat pemadam kebakaran harus dipastikan ada dalam kondisi prima. Kemudian, kesehatan para petugasnya juga turut diperhatikan. Mereka harus bekerja dalam kondisi yang ekstrem nantinya,” serunya.

Aparatur damkar bersama perangkat kewilayahan di tingkat kelurahan dan kecamatan juga diminta menyisir titik-titik rawan secara berkala.

“Gulkarmat dibantu oleh kelurahan dan kecamatan perlu berpatroli di seluruh wilayah Jakarta. Rumput-rumput ilalang yang mudah terbakar harus dibersihkan, sampah-sampah yang sudah menumpuk juga segera diangkut. Tidak luput, warga perlu diedukasi untuk mengecek dan merapikan instalasi-instalasi listriknya agar tidak mudah terbakar,” tambah Kevin.

Instruksi ini sejalan dengan arahan BPBD DKI Jakarta yang mewanti-wanti warga agar tidak sembarangan membakar tumpukan sampah dan selalu memeriksa kabel listrik.

baca juga

Patroli rutin pembersihan vegetasi kering dan pengangkutan sampah diyakini menjadi tameng penting agar kobaran api tidak melumat lingkungan warga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Karhutla di Indonesia, Festival Media Selat Malaka 2026 Dorong Jurnalisme yang Lebih Berimbang

Karhutla di Indonesia, Festival Media Selat Malaka 2026 Dorong Jurnalisme yang Lebih Berimbang

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:46 WIB

Karhutla Melanda 7 Gunung di Jatim, Kemenhut Duga Ada Faktor Manusia

Karhutla Melanda 7 Gunung di Jatim, Kemenhut Duga Ada Faktor Manusia

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:16 WIB

Terkini

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

Kasus HGB di Kementerian ATR/BPN Seret Dirjen hingga Bos Summarecon, KPK Didesak Jerat Korporasi

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

DJP Bantah Restitusi Pajak Ditahan untuk Pengusaha

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:29 WIB

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 14:21 WIB

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Kemenhut Bekukan Izin Usaha 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Siap Lanjut ke Ranah Pidana

Kemenhut Bekukan Izin Usaha 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Siap Lanjut ke Ranah Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB

Kronologis WNI Dipenjara di Malaysia Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan

Kronologis WNI Dipenjara di Malaysia Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB

Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km

Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 14:13 WIB

×