Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 18 September 2026 | 09:07 WIB
Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam jumpa pers bahas beras fortifikasi diduga lakukan penipuan di Jakarta, Selasa (15/9/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Kementerian Pertanian mengungkap dugaan penipuan pada 25 merek beras fortifikasi yang tidak sesuai label.
  • Pelanggan bernama Dea merasa kecewa dan mempertanyakan pengembalian dana atas pembelian beras bermasalah tersebut.
  • Menteri Pertanian menyatakan beras biasa dijual mahal seharga Rp57.600 padahal untuk kelompok rentan.

Suara.com - Konsumen kini merasa tertipu dengan kasus beras fortifikasi yang diduga bermasalah. Bahkan, mereka mulai mempertanyakan nasib uang yang sudah mereka keluarkan untuk membeli produk tersebut.

Salah satunya Dea, pelanggan yang mengaku rutin membeli beras Sumo dan Idola. Ia memilih kedua produk tersebut karena menilai kualitas nasinya lebih baik dibandingkan beras lain, meski harganya relatif mahal.

Namun, setelah mengetahui adanya persoalan terkait produk tersebut, Dea mengaku kecewa. Terlebih, selama ini ia membeli beras tersebut dengan asumsi harga yang dibayarkan sesuai dengan kualitas produk.

Kini, Dea mempertanyakan apakah konsumen yang sudah telanjur membeli produk tersebut bisa mendapatkan pengembalian uang atau bentuk kompensasi lainnya.

"Kalau memang terbukti ada masalah, kami sebagai konsumen bagaimana? Bisa emang uangnya dikembalikan?" ujar Dea kepada Suara.com, Kamis (17/9/2026).

Beras SUMO/instagram
Beras SUMO/instagram

Menurut dia, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut beras yang masih tersimpan di rumah. Sebagian produk yang sudah dibeli sebelumnya juga telah dikonsumsi.

Karena itu, ia berharap ada penjelasan yang jelas dari pihak terkait mengenai langkah yang harus dilakukan konsumen yang merasa dirugikan.

Dea juga berharap produsen maupun pemerintah memberikan mekanisme pengaduan yang mudah diakses masyarakat. Dengan begitu, konsumen dapat mengetahui apakah mereka berhak mendapatkan pengembalian dana atau kompensasi.

"Jangan sampai konsumen cuma disuruh berhenti beli, tapi yang sudah keluar uang bagaimana?" katanya.

baca juga

Selain itu, Dea berharap produsen yang produknya terbukti melakukan pelanggaran dapat memberikan harga yang sesuai dengan kualitas dan kandungan sebenarnya. Menurut dia, konsumen berhak mendapatkan produk sesuai informasi yang diberikan saat membeli.

"Kalau memang ternyata bukan seperti yang diklaim, ya jangan dijual semahal itu. Saya berharap merek-merek yang terbukti bermasalah bisa memberikan harga yang sesuai dengan kondisi produknya," pungkas Dea.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap adanya dugaan penipuan dalam perdagangan beras fortifikasi. Sebanyak 25 merek beras fortifikasi disebut menjadi temuan pemerintah karena diduga tidak sesuai dengan standar maupun kandungan yang tercantum pada label.

Berdasarkan pemaparan Kementan, sejumlah produk yang ditampilkan antara lain Rojo Lele, Topi Koki, HOK-1, Maknyuss, Cantik Manis, Idola, Anak Raja, Induk Ayam, Sumo, AAA Wijaya Kusuma, Rasvit, Ikan Mas Cupang, 111 Golden Number, Induk Ayam, Pelikan, Wellfarm, Penari Bangkok, dan Nutri Rice dari BUMD DKI Food Station.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan temuan tersebut merupakan bagian dari pengawasan pemerintah terhadap peredaran beras di Indonesia. Temuan ini muncul setelah sejumlah produk diperiksa dan diuji di laboratorium.

"Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada 4 lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," kata Amran dalam konferensi pers di Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Amran menyebut beras yang seharusnya merupakan produk fortifikasi justru diduga hanya berupa beras biasa. Padahal, produk tersebut dipasarkan dengan label dan harga sebagai beras fortifikasi.

Amran menyebut temuan ini menjadi perhatian serius lantaran beras fortifikasi pada dasarnya ditujukan untuk kelompok masyarakat rentan, seperti masyarakat miskin, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan kelompok yang membutuhkan pemenuhan gizi.

"Fortifikasi ini adalah untuk stunting, orang miskin, ibu hamil, menyusui, balita, bukan untuk penipuan oleh pemburu rente," tegas Amran.

Amran mengungkap ada beras yang dijual dengan harga mencapai Rp57.600 per kilogram. Padahal, harga wajar beras yang seharusnya sekitar Rp13.500 per kilogram.

Dengan demikian, terdapat selisih harga hingga Rp44.100 per kilogram.

"Yang tertinggi Rp57.000. Padahal begitu dicek, seharusnya harganya Rp13.000, karena beras biasa," ujar Amran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPKN Soroti Celah Perlindungan Konsumen di Program MBG

BPKN Soroti Celah Perlindungan Konsumen di Program MBG

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:04 WIB

BPKN Terima 12.156 Pengaduan Konsumen Selama 2026, Jasa Keuangan Paling Banyak Jadi Masalah

BPKN Terima 12.156 Pengaduan Konsumen Selama 2026, Jasa Keuangan Paling Banyak Jadi Masalah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 15:04 WIB

Pelanggan Kecewa Beras Fortifikasi Palsu: Beli karena Enak, Ternyata Harganya Kemahalan

Pelanggan Kecewa Beras Fortifikasi Palsu: Beli karena Enak, Ternyata Harganya Kemahalan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:41 WIB

Terkini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:20 WIB

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:08 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

×