Rupiah Paling Anjlok se-Asia Hari Ini, Ditutup di Level Rp17.847

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Senin, 21 September 2026 | 16:13 WIB
Rupiah Paling Anjlok se-Asia Hari Ini, Ditutup di Level Rp17.847
Rupiah jadi mata uang paling anjlok pada perdagangan hari ini. [Antara]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.847 per dolar AS pada perdagangan Senin, 21 September 2026.
  • Pelemahan rupiah dipicu kekhawatiran investor menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait keputusan suku bunga.
  • Rupiah menjadi mata uang dengan tingkat penurunan paling dalam di kawasan Asia dibandingkan negara lainnya.

Suara.com - Nilai tukar rupiah berakhir ambruk pada perdagangan, Senin, 21 September 2026. Bahkan, rupiah menjadi mata uang paling anjlok di Asia. 

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada ditutup ke level Rp17.847 per dolar AS, melemah 88 poin atau turun 0,50 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang ada di Rp17.731 per dolar AS.  

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan disebabkan oleh kekhawatiran investor mengenai suku bunga yang segera diumumkan oleh Bank Indonesia.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah kekuatiran investor menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesi yang dimana BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga," katanya saat dihubungi Suara.com. 

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Dia menambahkan mata uang Asia umumnya menguat hari ini di tengah antisipasi pertemuan Xi dan Trump akhir pekan ini. Hal itu lah yang juga menjadi sentimen negatif terhadap rupiah.

"Walau rupiah masih dalam tekanan, namun BI dikabarkan akan mengintervensi," jelasnya

Di Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS sore ini. Won Korea Selatan paling kuat di Asia dengan menanjak 1,16 persen. Lalu ada dolar Taiwan yang naik 0,24 persen, baht Thailand positif 0,17 persen. 

Diikuti oleh ringgit Malaysia yang menguat 0,13 persen dan dolar Singapura naik 0,05 persen. Sedangkan, yen Jepang anjlok 0,22 persen dan peso Filipina 0,06 persen.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Kembali Tertekan ke Rp17.783, BI: Dihantam Minyak dan Arus Dana Keluar

Rupiah Kembali Tertekan ke Rp17.783, BI: Dihantam Minyak dan Arus Dana Keluar

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:18 WIB

Awal Pekan, Rupiah Jadi Mata Uang Paling Lemah di Asia

Awal Pekan, Rupiah Jadi Mata Uang Paling Lemah di Asia

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 10:32 WIB

Penyebab Rupiah Merosot Tipis ke Level Rp17.758

Penyebab Rupiah Merosot Tipis ke Level Rp17.758

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Tak Hanya Blokir Rekening, OJK Minta Bank Telusuri NIK Terindikasi Judi Online

Tak Hanya Blokir Rekening, OJK Minta Bank Telusuri NIK Terindikasi Judi Online

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:44 WIB

Saat Perempuan dan Difabel Dapat Ruang untuk Berkarya dan Mengembangkan Usaha

Saat Perempuan dan Difabel Dapat Ruang untuk Berkarya dan Mengembangkan Usaha

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:43 WIB

Brantas Abipraya Bersama Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir di Aceh

Brantas Abipraya Bersama Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir di Aceh

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:40 WIB

Tagih Janji di Kemensetneg, Mahasiswa Trisakti Kecewa Gagal Bertemu Pras: Hanya Omong Kosong Belaka!

Tagih Janji di Kemensetneg, Mahasiswa Trisakti Kecewa Gagal Bertemu Pras: Hanya Omong Kosong Belaka!

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:39 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Pendapatan Driver Tak Kunjung Naik

Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Pendapatan Driver Tak Kunjung Naik

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:38 WIB

6 Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan BPU Online untuk Freelancer dan Driver Ojol

6 Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan BPU Online untuk Freelancer dan Driver Ojol

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:36 WIB

Ekonomi Daerah Tumbuh, Askrindo Bidik Risiko Usaha Petani dan UMKM

Ekonomi Daerah Tumbuh, Askrindo Bidik Risiko Usaha Petani dan UMKM

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:33 WIB

Pendukung Jokowi Balik Kanan dari PN Jakarta Timur Usai Orasi Pakai Mobil Komando

Pendukung Jokowi Balik Kanan dari PN Jakarta Timur Usai Orasi Pakai Mobil Komando

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:30 WIB

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:30 WIB

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:29 WIB

×