BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 25 September 2026 | 14:25 WIB
BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik. [Suara.com/Rina]
baca 10 detik
  • Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan pengkajian skema demutualisasi terkait dividen dibahas dalam RUPSLB pada 28 Oktober 2026.
  • Besaran dividen mengacu pada POJK Nomor 13 dan ditentukan setelah rencana bisnis, kebutuhan investasi, serta pencadangan dihitung.
  • BEI harus mengubah anggaran dasar terlebih dahulu dan meminta persetujuan pemegang saham sebelum menetapkan nilai dividen.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengkaji skema demutualisasi. Salah satunya pembahasan mengenai pembagian dividen kepada pemegang saham.

Adapun, skema demutualisasi akan dibahas saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam hal ini, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, skema pembagian dividen tersebut mengacu pada ketentuan dalam POJK Nomor 13. Menurut dia, besaran dividen akan diputuskan setelah rampung pembahasan tentang rencana bisnis perusahaan.

Dalam rencana tersebut, memuat alokasi anggaran investasi, saldo laba ditahan, hingga dividen bagi pemegang saham BEI.

"Kami juga bersama-sama nanti dengan pemegang saham untuk mengkaji bagaimana rencana bisnis Bursa Efek Indonesia ke depan, berapa investasi yang dibutuhkan, sehingga berapa dari laba ditahan saat ini yang dapat kita bagikan sebagai dividen kepada pemegang saham," ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jumat (25/9/2026).

Dia menekankan, BEI belum menetapkan besaran dividen yang akan dibagikan. Menurutmya, terdapat sejumlah tahapan yang perlu dilakukan sebelum menentukan nilai dividen.

"Sebelum kepada nilai dividen yang akan dibagikan, tentu pertama-tama yang harus kami lakukan adalah menyesuaikan dulu anggaran dasar Bursa Efek Indonesia yang memang selama ini tidak memungkinkan. Tentu itu dulu yang perlu kami ubah dan kami mintakan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham," jelas Jeffrey.

Indonesia Stock Exchange (IDX) [Suara.com/Hadi/Ist]
Indonesia Stock Exchange (IDX) [Suara.com/Hadi/Ist]

Selain perubahan anggaran dasar, BEI bersama para pemegang saham akan mengkaji rencana bisnis perusahaan ke depan, termasuk kebutuhan investasi.

Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan besaran laba ditahan yang dapat dibagikan sebagai dividen.

"Sebelum tentunya kami juga bersama-sama nanti dengan pemegang saham untuk mengkaji bagaimana rencana bisnis Bursa Efek Indonesia ke depan, berapa investasi yang dibutuhkan, sehingga berapa dari laba ditahan saat ini yang dapat kita bagikan sebagai dividen kepada pemegang saham," ujarnya.

baca juga

Jeffrey menegaskan, kebutuhan investasi untuk mendukung rencana bisnis BEI ke depan tetap menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan.

Selain itu, terdapat ketentuan mengenai pencadangan operasional dan pengembangan bursa yang juga perlu diperhatikan.

"Tentu yang harus kita kedepankan adalah untuk memastikan bahwa seluruh rencana bisnis yang membutuhkan investasi ke depan itu dapat diimplementasikan. Dan kita juga tidak boleh lupa di dalam POJK 13 ada ketentuan tentang pencadangan operasional dan pengembangan bursa. Itu juga harus kami hitung, berapa pencadangan yang akan kami usulkan kepada para pemegang saham," tutur Jeffrey.

Jeffrey menambahkan, draf perubahan anggaran dasar telah disiapkan. Nantinya akan dimintakan persetujuan dalam rapat tersebut.

"RUPSLB akan dilakukan tanggal 28 Oktober. Draf anggaran dasarnya sudah ada, perubahan anggaran dasarnya akan kami mintakan persetujuan dalam RUPS tersebut," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas Jebakan Betmen Batas Harga Minimum Saham Rp1

Awas Jebakan Betmen Batas Harga Minimum Saham Rp1

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 17:42 WIB

BEI Targetkan Penghapusan Harga Minimum Rp 50 Berlaku Akhir September

BEI Targetkan Penghapusan Harga Minimum Rp 50 Berlaku Akhir September

Video | Rabu, 02 September 2026 | 19:05 WIB

Ada Masalah di OJK, Perusahaan Milik UGM Tunda IPO

Ada Masalah di OJK, Perusahaan Milik UGM Tunda IPO

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 18:58 WIB

Rencana Harga Saham Mentok Rp1 Bukan Permintaan MSCI

Rencana Harga Saham Mentok Rp1 Bukan Permintaan MSCI

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 09:04 WIB

BEI Targetkan Penghapusan Harga Minimum Rp50 Berlaku Akhir September

BEI Targetkan Penghapusan Harga Minimum Rp50 Berlaku Akhir September

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 07:30 WIB

Saham SAFE Mendadak Melonjak, BEI Setop Perdagangan Hari Ini

Saham SAFE Mendadak Melonjak, BEI Setop Perdagangan Hari Ini

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:49 WIB

Terkini

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

2 Wanita Thailand Divonis 7 Tahun Penjara Selundupkan 'Dodol Narkoba' di Bali

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:26 WIB

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

BEI Kaji Pembagian Dividen dalam Skema Demutualisasi, Besarannya Belum Ditentukan

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 14:25 WIB

8 Harga Bedak Two Way Cake di Bawah Rp100 Ribu, Ada Wardah hingga OMG

8 Harga Bedak Two Way Cake di Bawah Rp100 Ribu, Ada Wardah hingga OMG

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:24 WIB

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

Beton dari Zeolit dan Biochar Bambu Diklaim Lebih Kuat Sekaligus Menyerap CO2: Kok Bisa?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:22 WIB

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Ngamuk di Kantor Lurah Karena Bantuan Rp900 Ribu Hilang, Wanita di Makassar Malah Ngaku Bandar Sabu

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:20 WIB

Cerita Silfester Matutina, 5 Hari Menjabat Komisaris Pelindo Lalu Dipecat

Cerita Silfester Matutina, 5 Hari Menjabat Komisaris Pelindo Lalu Dipecat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:20 WIB

Harga dan Spesifikasi OBSBOT Meet Flip, Diklaim Jadi Webcam 4K Terkecil

Harga dan Spesifikasi OBSBOT Meet Flip, Diklaim Jadi Webcam 4K Terkecil

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:19 WIB

Bukan Cuma Dengar Musik, Snapdragon Sound Elite Gen 2 Bawa AI ke Earbuds

Bukan Cuma Dengar Musik, Snapdragon Sound Elite Gen 2 Bawa AI ke Earbuds

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 14:16 WIB

Soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Akan Panggil Ombudsman dan Ditjen PAS

Soal Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Akan Panggil Ombudsman dan Ditjen PAS

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:12 WIB

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 14:08 WIB

×