- IPO SWAP ditunda karena belum mendapat pernyataan efektif OJK.
- Laporan keuangan SWAP per Februari 2026 kedaluwarsa 31 Agustus.
- SWAP membidik dana IPO maksimal Rp45,22 miliar.
Suara.com - Rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP) harus ditunda. Perusahaan manufaktur produk kesehatan berbasis riset yang merupakan perusahaan milik Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut mengalami masalah karena belum mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin mengungkapkan, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan penundaan IPO SWAP pada Selasa (1/9/2026).
Penundaan terjadi karena hingga batas waktu tersebut, SWAP belum memperoleh pernyataan efektif dari OJK untuk melaksanakan penawaran umum.
"Berdasarkan surat yang diterima, rencana penundaan dilakukan karena sampai dengan tanggal 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melaksanakan penawaran umum," kata Saidu dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Sebelumnya, SWAP diperkirakan mencatatkan sahamnya di BEI pada 10 September 2026. Namun, belum terbitnya pernyataan efektif OJK membuat jadwal tersebut harus ditunda.
Selain belum mendapatkan pernyataan efektif, proses administrasi IPO SWAP juga menghadapi persoalan dari sisi masa berlaku laporan keuangan.
Saidu menjelaskan, dalam proses pemenuhan administrasi, SWAP masih menggunakan laporan keuangan per 28 Februari 2026. Laporan keuangan tersebut memiliki masa berlaku hingga 31 Agustus 2026.
Artinya, ketika memasuki September 2026, masa berlaku laporan keuangan yang digunakan dalam proses IPO tersebut telah berakhir. Kondisi ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam kelanjutan proses penawaran umum saham SWAP.
Penundaan ini menjadi perhatian mengingat SWAP bukan sekadar perusahaan manufaktur biasa. Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur produk kesehatan berbasis riset dan memiliki keterkaitan dengan UGM.
Dalam prospektusnya, SWAP berencana menerbitkan maksimal 323 juta saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 30,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.
Perseroan menawarkan sahamnya di kisaran Rp130-Rp140 per saham.
Dengan harga tersebut, SWAP menargetkan dana maksimal sekitar Rp45,22 miliar dari aksi korporasi tersebut.
"Jumlah seluruh nilai penawaran umum sebanyak-banyaknya adalah Rp45.220.000.000," tulis manajemen SWAP dalam prospektus yang dikutip pada Minggu (23/8/2026).
Dalam proses IPO ini, SWAP menunjuk PT Sukadana Prima Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.