Rupiah Tertekan Ekspektasi Kebijakan AS, BI Perkuat Intervensi di Pasar

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 24 September 2026 | 11:50 WIB
Rupiah Tertekan Ekspektasi Kebijakan AS, BI Perkuat Intervensi di Pasar
Ilustrasi Bank Indonesia. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah hingga Rp17.898 akibat kebijakan moneter AS, inflasi global, konflik Timur Tengah, serta peningkatan kebutuhan valas importir pada Kamis (24/9/2026).
  • Bank Indonesia melakukan langkah stabilisasi pasar valuta asing, memperkuat operasi moneter pro-market, serta menggunakan berbagai instrumen intervensi secara konsisten.
  • Pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, didukung cadangan devisa Indonesia yang meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026.

Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali menghadapi tekanan pada hari ini. Hal itu terlihat dari pergerakan mata uang Garuda sudah kembali sentuh Rp17.898.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, pelemahan rupiah disebabkan meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), kekhawatiran terhadap inflasi global, serta ketidakpastian prospek fiskal.

"Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury 10 tahun hingga 5,11 persen. Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2007," kata Erwin dalam keterangannya terkait perkembangan nilai tukar rupiah, Kamis (24/9/2026).

Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi ketidakpastian konflik di Timur Tengah.

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia sehingga harga minyak Brent kembali menembus di atas 100 dolar AS per barel.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap nilai tukar berasal dari meningkatnya kebutuhan valuta asing (valas) oleh importir menjelang akhir triwulan III. Selain itu, terdapat arus keluar portofolio dari aset negara-negara emerging markets.

Ilustrasi mata uang asing. [Pixabay]
Ilustrasi mata uang asing. [Pixabay]

Erwin menegaskan, Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi di pasar valuta asing untuk menjaga nilai tukar rupiah agar tetap sesuai dengan fundamental perekonomian sekaligus memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik.

“Bank Indonesia terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental dan memastikan mekanisme pasar berjalan baik,” ujarnya.

BI juga memperkuat strategi operasi moneter yang berorientasi pada mekanisme pasar atau pro-market. Langkah tersebut dilakukan untuk mengelola struktur suku bunga di pasar uang.

Menurut Erwin, efektivitas stabilisasi dan kecukupan likuiditas juga diperkuat melalui peningkatan insentif Swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) lindung nilai kepada Bank Indonesia dalam rangka pendanaan luar negeri.

baca juga

Selain itu, BI memperluas transaksi underlying yang mencakup arus masuk modal portofolio, pinjaman luar negeri oleh bank, serta foreign direct investment (FDI).

Dia menjelaskan, stabilisasi nilai tukar dilakukan secara konsisten melalui sejumlah instrumen.

Intervensi mencakup transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan DNDF di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

“Intervensi dilakukan secara konsisten melalui transaksi NDF di pasar offshore, spot dan DNDF di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder,” kata Erwin.

BI juga terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan korporasi serta pelaku pasar guna mendukung stabilitas nilai tukar dan menjaga kondisi pasar tetap berjalan baik.

Meski menghadapi sejumlah tekanan, Erwin menyebut pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan. Apalagi, cadangan devisa Indonesia masih aman.

Ilustrasi cadangan devisa. [Freepik]
Ilustrasi cadangan devisa. [Freepik]

“Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan penguatan secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,46 persen. Cadangan devisa meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyebab Rupiah Merosot Tipis ke Level Rp17.758

Penyebab Rupiah Merosot Tipis ke Level Rp17.758

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:00 WIB

Harga Minyak Mentah Dunia Turun, Rupiah Berbalik Menguat

Harga Minyak Mentah Dunia Turun, Rupiah Berbalik Menguat

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:43 WIB

Transaksi QRIS Tembus Rp600,7 Triliun, Pelindungan Konsumen Jadi Kunci Ekonomi Digital

Transaksi QRIS Tembus Rp600,7 Triliun, Pelindungan Konsumen Jadi Kunci Ekonomi Digital

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 07:18 WIB

Pelemahan Rupiah Masih Terus Berlanjut, Dolar AS Mulai Dijual Rp17.753

Pelemahan Rupiah Masih Terus Berlanjut, Dolar AS Mulai Dijual Rp17.753

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 15:53 WIB

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:40 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

Terkini

Bantu Lansia Tetap 'Ngebul', Presiden Prabowo Bagikan Becak Listrik Gratis di Bekasi

Bantu Lansia Tetap 'Ngebul', Presiden Prabowo Bagikan Becak Listrik Gratis di Bekasi

Bekaci | Kamis, 24 September 2026 | 11:44 WIB

Awas Konflik Agraria! Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Percepatan Sertifikasi Lahan Sawah

Awas Konflik Agraria! Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Percepatan Sertifikasi Lahan Sawah

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 11:44 WIB

Kenapa Sepatu Lari On Cloud Punya Sol Berongga? Alasannya Bukan Sekadar Estetika

Kenapa Sepatu Lari On Cloud Punya Sol Berongga? Alasannya Bukan Sekadar Estetika

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 11:41 WIB

Airlangga Dorong Simpanan Koperasi Dijamin LPS, UU Bakal Diamendemen

Airlangga Dorong Simpanan Koperasi Dijamin LPS, UU Bakal Diamendemen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:38 WIB

Mahasiswi Keperawatan Tewas Misterius di Belakang Kamar Mandi, Badan Bonyok-bonyok

Mahasiswi Keperawatan Tewas Misterius di Belakang Kamar Mandi, Badan Bonyok-bonyok

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:38 WIB

4 Resep Menu Sarapan Praktis, Mudah Dibuat Gak Pake Lama

4 Resep Menu Sarapan Praktis, Mudah Dibuat Gak Pake Lama

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 11:37 WIB

Nvidia Siapkan Rp80,5 Triliun Beli Lahan di Batam, Buru Bisnis Data Center AI

Nvidia Siapkan Rp80,5 Triliun Beli Lahan di Batam, Buru Bisnis Data Center AI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:37 WIB

Review You Will Die in 6 Hours: Saat Kematian Mengajarkan Kita Cara Menjalani Hidup

Review You Will Die in 6 Hours: Saat Kematian Mengajarkan Kita Cara Menjalani Hidup

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:35 WIB

276 Korban MBG Dirawat, Pemkab Batang Minta SPPG Bertanggung Jawab

276 Korban MBG Dirawat, Pemkab Batang Minta SPPG Bertanggung Jawab

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 11:34 WIB

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB

×