Rupiah Makin Tertekan, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Selasa, 29 September 2026 | 16:21 WIB
Rupiah Makin Tertekan, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS
Rupiah masih mengalami tekanan hingga penutupan pada sore ini. Foto ANTARA.
baca 10 detik
  • Rupiah ditutup Rp17.981 per dolar AS, melemah tipis 0,02 Persen.
  • Ekspektasi kenaikan bunga The Fed kembali menekan rupiah.
  • Pasar menanti data tenaga kerja AS dan inflasi Indonesia.

Suara.com - Rupiah masih mengalami tekanan hingga penutupan pada sore ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Selasa (29/9/2026) ditutup ke level Rp17.981 per dolar AS

Angka ini melemah 3 poin atau turun 0,02 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang ada di Rp17.978 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures, Lukman mengatakan pelemahan ini dikarenakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

"Rupiah ditutup melemah tipis di level 17.981 per dolar AS tertekan oleh meningkatnya prospek suku bunga the Fed dan harga minyak dunia yang tinggi," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia menambahkan pelemahan rupiah terbatasi oleh intervensi BI di pasar spot domestic non-deliverable forward (DNDF) dan non-deliverable forward (NDF). Selain itu data-data ekonomi penting AS, menjadi perhatian investor tertuju pada rilis inflasi Indonesia bulan September yang diperkirakan akan naik dan memberikan tekanan kepada BI untuk menaikkan suku bunga.

"Malam ini investor menantikan data tenagakerja AS sehingga rupiah masih bisa tertekan untuk esok,"jelasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup anjlok 0,39 persen.

Selanjutnya ada dolar Singapura tertekan 0,13 persen dan peso Filipina yang sudah ditutup terkoreksi 0,06 persen. Disusul, baht Thailand tergelincir 0,04 persen.

rupee India juga turun 0,04 persen dan yen Jepang terlihat melemah tipis 0,006 persen pada sore ini. Sementara itu, yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah terkerek 0,11 persen.

Kemudian ada won Korea Selatan yang menanjak 0,08 persen dan ringgit Malaysia naik 0,07 persen. Diikuti, dolar Hong Kong menguat tipis 0,008 persen terhadap the greenback.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tembus Rp18.012, BI Salahkan Kondisi Global

Rupiah Tembus Rp18.012, BI Salahkan Kondisi Global

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:55 WIB

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Kembali Sentuh Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:31 WIB

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:31 WIB

Terkini

Sederet Temuan Janggal Ombudsman di Lapas Cibinong: Akses Terbuka, Mobil Mewah Hingga Botol Miras

Sederet Temuan Janggal Ombudsman di Lapas Cibinong: Akses Terbuka, Mobil Mewah Hingga Botol Miras

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:17 WIB

Kabar Baik Guru dan Nakes! APBN 2027 Tanggung Gaji PPPK Daerah Rp23 Triliun

Kabar Baik Guru dan Nakes! APBN 2027 Tanggung Gaji PPPK Daerah Rp23 Triliun

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 16:16 WIB

Buka-Bukaan di DPR, Ombudsman Beberkan Kronologi Dihalau saat Sidak Lapas Cibinong

Buka-Bukaan di DPR, Ombudsman Beberkan Kronologi Dihalau saat Sidak Lapas Cibinong

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:15 WIB

Bangladesh Tumpul di Depan, Thomas Doley Akui Tak Punya Striker Ideal Jelang Hadapi Indonesia

Bangladesh Tumpul di Depan, Thomas Doley Akui Tak Punya Striker Ideal Jelang Hadapi Indonesia

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 16:15 WIB

Kasus Keracunan MBG Berulang di Jogja, Orang Tua Unjukrasa Desak Proses Hukum SPPG

Kasus Keracunan MBG Berulang di Jogja, Orang Tua Unjukrasa Desak Proses Hukum SPPG

Jogja | Selasa, 29 September 2026 | 16:15 WIB

Pusat Siapkan Rp23 Triliun untuk Gaji PPPK Daerah pada 2027

Pusat Siapkan Rp23 Triliun untuk Gaji PPPK Daerah pada 2027

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:05 WIB

Kabar Baik dari Belanda! Mees Hilgers Segera Debut Bersama SC Heerenveen, PSV Jadi Lawan Pertama?

Kabar Baik dari Belanda! Mees Hilgers Segera Debut Bersama SC Heerenveen, PSV Jadi Lawan Pertama?

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 16:03 WIB

Mengupas Karakter Kim Seon-ho di 'The Childe': Tersenyum Lebar tapi Bikin Merinding!

Mengupas Karakter Kim Seon-ho di 'The Childe': Tersenyum Lebar tapi Bikin Merinding!

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 16:00 WIB

Kurir-Kurir Kemerdekaan: Pertaruhan Nyawa Membawa Berita Proklamasi 1945

Kurir-Kurir Kemerdekaan: Pertaruhan Nyawa Membawa Berita Proklamasi 1945

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 16:00 WIB

Kapan Hujan Turun di Sulsel? BMKG: Ada Daerah Hujannya Maret 2027

Kapan Hujan Turun di Sulsel? BMKG: Ada Daerah Hujannya Maret 2027

Sulsel | Selasa, 29 September 2026 | 15:58 WIB

×