- Pengamat Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas bergerak fluktuatif antara Rp2,42 juta hingga Rp2,68 juta per gram pekan depan.
- Pergerakan harga logam mulia tersebut dipengaruhi oleh faktor fundamental seperti kondisi geopolitik dan pembelian oleh bank sentral global.
- Harga emas dunia juga diproyeksikan berfluktuasi dengan kisaran support US$4.033 dan resistance mencapai US$4.255 per troy ons.
"Ya, ingat di Rp2.420.000 sampai di Rp2.680.000. Ini cukup tajam, harus berhati-hati bagi masyarakat, ya wait and see. Kalau seandainya menginginkan membeli logam mulia, ya saat yang tepat untuk melakukan pembelian," kata Ibrahim.
Sementara itu, harga emas dunia ditutup di level US$4.139 per troy ons pada Sabtu pagi.
Ibrahim memperkirakan emas dunia juga akan bergerak cukup fluktuatif pada pekan depan.
Jika terkoreksi, support pertama emas dunia berada di US$4.087 per troy ons dan support kedua US$4.033 per troy ons. Sementara jika menguat, resistance pertama berada di US$4.197 dan resistance kedua US$4.255 per troy ons.
"Jadi dalam pekan depan emas ini kemungkinan besar akan ditransaksikan di support-nya di 4.033, resistennya itu di 4.255," ungkapnya.
Menurut Ibrahim, pergerakan harga emas masih dipengaruhi sejumlah faktor fundamental, salah satunya kondisi geopolitik. Ketegangan di Timur Tengah dinilai masih menjadi perhatian pasar.
Di sisi lain, bank sentral global, termasuk China, terus melakukan pembelian logam mulia. Ibrahim menilai pembelian tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat menopang permintaan emas.
"Bank sentral global terutama Tiongkok juga terus melakukan pembelian ya terhadap logam mulia karena murahnya harga logam mulia ini, sehingga bank sentral global kembali melakukan pembelian, ya terhadap logam mulia sebagai alternatif untuk investasi," pungkas Ibrahim.