Target Penerimaan Pajak APBN 2027 Tembus Rp 2.593,4 Triliun, Naik 2,3 Kali Lipat dalam Sedekade

Dicky Prastya

Senin, 05 Oktober 2026 | 17:33 WIB
Target Penerimaan Pajak APBN 2027 Tembus Rp 2.593,4 Triliun, Naik 2,3 Kali Lipat dalam Sedekade
Dirjen Pajak Bimo Wijayanto saat Media Gathering di Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Direktorat Jenderal Pajak mematok target penerimaan pajak dalam APBN 2027 sebesar Rp2.593,4 triliun.
  • Peningkatan target tersebut didorong oleh pemulihan ekonomi serta efektivitas mesin pemungutan pajak berbasis teknologi.
  • Lonjakan proyeksi penerimaan pajak tahun 2027 membuat rasio perpajakan Indonesia diperkirakan menembus level 9,26 persen.

Suara.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mematok target penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 sebesar Rp2.593,4 triliun.

Target ini naik 12,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) jika dibandingkan dengan outlook penerimaan pajak tahun 2026 yang diperkirakan mencapai Rp2.310,8 triliun.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan bahwa lompatan target penerimaan di tahun 2027 menandai peningkatan kapasitas administrasi perpajakan nasional yang signifikan dalam satu dekade terakhir.

Pasalnya, nilai penerimaan tahun 2027 tersebut diproyeksikan melonjak hingga 2,3 kali lipat dari realisasi penerimaan pajak pada tahun 2016 yang kala itu tercatat sebesar Rp1.106,0 triliun.

"Artinya dalam satu dekade, ini ada peningkatan kapasitas 2,3 kali dari administrasi perpajakan yang semakin berbasis teknologi, semakin berbasis data yang sudah semakin luas, semakin dalam dari setiap sektor, dari setiap kementerian/lembaga, dari setiap stakeholders, dan tentu juga ada perluasan basis pajak yang nyata di situ," ujar Bimo dalam acara Media Gathering Kemenkeu di Bogor, Jawa Barat, dikutip Senin (5/10/2026).

Dirjen Pajak menjelaskan, pertumbuhan penerimaan pajak yang konsisten berada di atas 10 persen pada tahun 2026 dan 2027 tidak terlepas dari kombinasi pemulihan ekonomi nasional serta efektivitas mesin pemungutan pajak berbasis teknologi.

Optimalisasi platform Coretax milik DJP dan penerapan Compliance Risk Management (CRM) yang terintegrasi menjadi fondasi utama dalam menggali potensi pajak, memperluas basis pajak baru, hingga meningkatkan kualitas penegakan hukum.

Selain itu, target tinggi di tahun 2027 juga didukung oleh proyeksi kinerja penerimaan pajak yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional (tax buoyancy di atas 1).

Dengan melesatnya target nominal penerimaan tersebut, rasio perpajakan (tax ratio) Indonesia pada tahun 2027 diperkirakan dapat kembali menembus level 9,26 persen, setelah selama sepuluh tahun terakhir selalu berada di bawah level 9%.

baca juga

Sekadar informasi, APBN 2027 menetapkan sejumlah postur anggaran dan asumsi dasar makro. Berikut rinciannya.

Postur APBN 2027

  • Pendapatan Negara: Rp 3.435,10 triliun
  • Penerimaan Perpajakan: Rp2.911,9548 triliun
  • Penerimaan Pajak: Rp 2.593,95 triliun
  • Penerimaan Kepabeanan dan Cukai: Rp 318,6 triliun
  • Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Rp 522,4816 triliun
  • Penerimaan Hibah: Rp 700 miliar
  • Belanja Negara: Rp 4.106,3 triliun
  • Belanja Pemerintah Pusat: Rp 3.371,26 triliun
  • Belanja Kementerian/Lembaga (KL): Rp 1.556.89 triliun
  • Belanja Non-KL: Rp 1.814,36 triliun
  • Transfer ke Daerah (TKD): Rp 735 triliun
  • Defisit APBN: Rp 671,20 triliun atau setara 2,4 persen terhadap PDB
  • Keseimbangan Primer: defisit Rp 20,85 triliun
  • Pembiayaan Anggaran: Rp 671,16 triliun

Asumsi dasar ekonomi makro UU APBN 2027

  • Pertumbuhan ekonomi: 6%
  • Laju inflasi: 2,5%
  • Nilai tukar rupiah: Rp17.500 per Dolar AS
  • Tingkat suku bunga SBN: 6,9%
  • Harga minyak mentah (ICP): US$75 per barel
  • Lifting minyak bumi: 612.500 barel per hari
  • Lifting gas bumi: 954.000 barel setara minyak per hari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lanjutkan Aturan Purbaya, Suahasil Rombak 13 Pegawai Pajak Baru Kemenkeu

Lanjutkan Aturan Purbaya, Suahasil Rombak 13 Pegawai Pajak Baru Kemenkeu

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Menkeu Suahasil Lantik 17 Pejabat Pajak, Bea Cukai, hingga KSSK, Ini Daftarnya

Menkeu Suahasil Lantik 17 Pejabat Pajak, Bea Cukai, hingga KSSK, Ini Daftarnya

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas

Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:26 WIB

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Terkini

Pemerintah Bangladesh Investigasi Kekalahan 9-2 dan Foto Viral Dua Pemain di Klub Malam Jakarta

Pemerintah Bangladesh Investigasi Kekalahan 9-2 dan Foto Viral Dua Pemain di Klub Malam Jakarta

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Tiga Bocah SD Pringsewu Ditemukan Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung

Tiga Bocah SD Pringsewu Ditemukan Tewas Tenggelam di Bendungan Widara Payung

Lampung | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Tak Sekadar Turnamen, Juara ANC Dibidik Masuk Jalur Pembinaan FFI hingga U-21

Tak Sekadar Turnamen, Juara ANC Dibidik Masuk Jalur Pembinaan FFI hingga U-21

Jogja | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Paradoks Efisiensi: Menghemat Anggaran, Memperbesar Beban Sosial

Paradoks Efisiensi: Menghemat Anggaran, Memperbesar Beban Sosial

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Neptu Weton Jodoh Sendiri Tanpa Aplikasi?

Bagaimana Cara Menghitung Neptu Weton Jodoh Sendiri Tanpa Aplikasi?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Apakah Rice Cooker Bisa untuk Menggoreng? Boleh, Tapi Ada Syaratnya Biar Aman!

Apakah Rice Cooker Bisa untuk Menggoreng? Boleh, Tapi Ada Syaratnya Biar Aman!

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:15 WIB

17 ASN Lapas Cibinong Disanksi Buntut Temuan Fasilitas Mewah, Eks Kalapas Dipecat

17 ASN Lapas Cibinong Disanksi Buntut Temuan Fasilitas Mewah, Eks Kalapas Dipecat

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Warga Bakar Ekskavator di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Madina, Polisi Selidiki

Warga Bakar Ekskavator di Lokasi Tambang Emas Ilegal di Madina, Polisi Selidiki

Sumut | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:07 WIB

IHSG Tembus 6.100, BRPT hingga RAJA Lagi Moncer

IHSG Tembus 6.100, BRPT hingga RAJA Lagi Moncer

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:03 WIB

5 Zodiak yang Harus Hati-Hati Saat Curhat Rahasia ke Sagittarius, Kenapa?

5 Zodiak yang Harus Hati-Hati Saat Curhat Rahasia ke Sagittarius, Kenapa?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:03 WIB

×