Para Ibu di Desa Kawasi Belajar Mandiri Pangan, Langsung Dari Pekarangan Rumah

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:07 WIB
Para Ibu di Desa Kawasi Belajar Mandiri Pangan, Langsung Dari Pekarangan Rumah
Kelompok Wanita Tani Desa Kawasi, ibu-ibu majelis ta’lim, dan ibu-ibu majelis gereja di Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengikuti Sekolah Ladang pada Kamis (24/9/2026).(Dok: Harita Nickel)

Suara.com - Sebanyak 16 perempuan dari Kelompok Wanita Tani Desa Kawasi, ibu-ibu majelis ta’lim, dan ibu-ibu majelis gereja di Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengikuti Sekolah Ladang pada Kamis (24/9/2026).

Dalam kegiatan ini, para peserta mempelajari berbagai jenis tanaman hortikultura sekaligus cara memanfaatkan pekarangan rumah dan ruang hijau di sekitar tempat tinggal sebagai lahan untuk menanam tanaman pangan.

Mereka juga diperkenalkan pada pemanfaatan bahan organik rumah tangga untuk membuat Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos. Sejumlah bahan yang selama ini dianggap sebagai limbah rumah tangga, seperti batang pisang, sisa makanan, dan air cucian beras, dapat diolah kembali menjadi pupuk organik.

Kelompok Tani Wanita Desa Kawasi mempelajari berbagai jenis tanaman hortikultura. (Dok: Harita Nickel)
Kelompok Tani Wanita Desa Kawasi mempelajari berbagai jenis tanaman hortikultura. (Dok: Harita Nickel)

Bagi Ernie, salah seorang peserta Sekolah Ladang, pengetahuan tersebut menjadi pengalaman baru. Sehari-hari, ia lebih banyak mengelola tanaman perkebunan seperti kelapa dan pala. Sebelumnya, ia belum pernah membuat pupuk sendiri dari bahan organik rumah tangga.

“Ya, kalau kita tidak belajar memang susah. Saya lihat susah itu. Tapi setelah belajar memang gampang-gampang aja. Ini contohnya, batang pisang, sisa makanan, air cucian beras bisa digunakan jadi pupuk lagi,” kata Ernie.

Selain membuat pupuk organik, peserta juga belajar menanam berbagai tanaman pangan, di antaranya kangkung, terong, cabai, tomat, dan labu siam.

Pemanfaatan lahan tidak terbatas pada pekarangan rumah. Ruang hijau di sekitar masjid dan gereja juga diperkenalkan sebagai area yang dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara bertahap, baik secara mandiri di rumah maupun melalui kegiatan bersama kelompok.

Bagi Ernie, keterampilan yang diperoleh dari Sekolah Ladang membuka peluang untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga dengan memanfaatkan lingkungan sekitar rumah. Meski hasilnya masih harus menunggu waktu panen, ia melihat manfaat yang dapat dirasakan ketika tanaman mulai menghasilkan.

“Kalau jadi (panen), kita tinggal masak,” jelas Ernie.

baca juga

Sekolah Ladang merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam menerapkan praktik pertanian yang dapat dilakukan secara mandiri, baik di tingkat rumah tangga maupun kelompok.

Executive Vice President External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Kelompok Wanita Tani Desa Kawasi belajar memanfaatkan bahan organik rumah tangga untuk membuat Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos. (Dok: Harita Nickel)
Kelompok Wanita Tani Desa Kawasi belajar memanfaatkan bahan organik rumah tangga untuk membuat Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos. (Dok: Harita Nickel)

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dalam mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sekitar, sekaligus mendukung praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” kata Latif.

Melalui Sekolah Ladang, peserta tidak hanya belajar mengenai budidaya tanaman, tetapi juga mengenali serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal awal bagi warga Desa Kawasi untuk secara bertahap memanfaatkan pekarangan dan ruang hijau sebagai sumber pangan keluarga, sekaligus mengembangkan praktik pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Kebun ke Pasar, Mama Nia Dorong Kemandirian Perempuan di Pulau Obi

Dari Kebun ke Pasar, Mama Nia Dorong Kemandirian Perempuan di Pulau Obi

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:43 WIB

Petani Milenial di Pulau Obi Panen 8,3 Ton Padi per Hektare

Petani Milenial di Pulau Obi Panen 8,3 Ton Padi per Hektare

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 12:30 WIB

Wagub Malut Apresiasi Dukungan Harita Nickel Untuk Perkuat Ekonomi Nelayan Obi

Wagub Malut Apresiasi Dukungan Harita Nickel Untuk Perkuat Ekonomi Nelayan Obi

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 19:30 WIB

Profil Harita Nickel (NCKL): Pemilik, Kinerja Perusahaan dan Saham

Profil Harita Nickel (NCKL): Pemilik, Kinerja Perusahaan dan Saham

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Pendapatan Harita Nickel (NCKL) Naik 21,2 Persen di Semester I 2026

Pendapatan Harita Nickel (NCKL) Naik 21,2 Persen di Semester I 2026

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Harita Nickel Kembangkan Pendekatan Pengelolaan Tailing Sesuai Karakteristik Indonesia

Harita Nickel Kembangkan Pendekatan Pengelolaan Tailing Sesuai Karakteristik Indonesia

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:28 WIB

Terkini

Heboh Dugaan Kekerasan Guru di SMKN 27 Jakarta, Terduga Pelaku Resmi Dinonaktifkan

Heboh Dugaan Kekerasan Guru di SMKN 27 Jakarta, Terduga Pelaku Resmi Dinonaktifkan

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Arti Hati Berdebar Tiba-tiba Menurut Primbon Jawa vs Gejala Medis Arrhythmia

Arti Hati Berdebar Tiba-tiba Menurut Primbon Jawa vs Gejala Medis Arrhythmia

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Rupiah Tahan Banting, Paling Kuat se-Asia di Level Rp17.889

Rupiah Tahan Banting, Paling Kuat se-Asia di Level Rp17.889

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Isi Lengkap Curhatan 10 Halaman Cristiano Ronaldo: Tuduh Jesus Pembohong dan Pembual

Isi Lengkap Curhatan 10 Halaman Cristiano Ronaldo: Tuduh Jesus Pembohong dan Pembual

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:59 WIB

DPRD dan Pemkot Bogor Sahkan Dua Perda, Pasar Rakyat dan Adminduk

DPRD dan Pemkot Bogor Sahkan Dua Perda, Pasar Rakyat dan Adminduk

Bogor | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Cara Menggulung Kabel Setrika agar Serat Dalam Tidak Putus, Jangan Terlalu Kencang

Cara Menggulung Kabel Setrika agar Serat Dalam Tidak Putus, Jangan Terlalu Kencang

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Lionel Messi Tutup Karier Bersama Argentina dengan 126 Gol, 60 Assist, dan 4 Trofi

Lionel Messi Tutup Karier Bersama Argentina dengan 126 Gol, 60 Assist, dan 4 Trofi

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Stok Melimpah, Bahlil Ingin Stop Sementara Aktivitas Produksi Smelter Nikel

Stok Melimpah, Bahlil Ingin Stop Sementara Aktivitas Produksi Smelter Nikel

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Ketika AI Jadi Jalan Pintas, Buku Makin Ditinggalkan

Ketika AI Jadi Jalan Pintas, Buku Makin Ditinggalkan

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:50 WIB

5 Rekomendasi Drakor Komedi dengan Humor Absurd, Dijamin Bikin Ngakak!

5 Rekomendasi Drakor Komedi dengan Humor Absurd, Dijamin Bikin Ngakak!

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:50 WIB

×