- KAI Commuter mengangkut lebih dari 400 juta penumpang secara nasional sepanjang 2025 dengan dukungan KRL baru buatan CRRC Sifang.
- CRRC Sifang menyelenggarakan kompetisi seni bertema transportasi publik bagi pelajar dan masyarakat Jabodetabek yang diumumkan pada Oktober 2026.
- CRRC Sifang sebelumnya juga mengadakan wisata edukasi transportasi modern bagi siswa sekolah di Bandung Barat pada September 2026.
Suara.com - Jumlah penumpang kereta api komuter terus tumbuh di Indonesia. Sepanjang 2025, KAI Commuter Line mengangkut lebih dari 400 juta penumpang secara nasional, tumbuh sekitar 7 persen dibanding tahun sebelumnya atau year on year (yoy).
Dari total tersebut, 349,3 juta penumpang di antaranya merupakan pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek. Pertumbuhan ini pun diiringi modernisasi armada.
Sejak Juni 2025, 11 rangkaian KRL generasi baru produksi CRRC Sifang, dengan total 132 kereta, bertahap beroperasi di lintas Bogor dan Cikarang.
Rangkaian ini menghadirkan sistem pendingin yang lebih baik, interior yang lebih lega, teknologi keselamatan terbaru, serta fasilitas yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
Di balik semua pencapaian tersebut, ada jutaan cerita perjalanan mulai pelajar yang berangkat ke sekolah, pekerja yang pulang ke rumah, hingga keluarga yang menjelajah kota.
Sebagai bentuk apresiasi atas kemajuan transportasi publik Indonesia sekaligus ruang bagi masyarakat untuk merekam cerita tersebut, CRRC Sifang selaku produsen Kereta Cepat Whoosh dan KRL generasi baru, kembali menyelenggarakan CRRC Commuter Line Drawing and Photography Competition 2026.

General Manager CRRC Sifang Co Ltd untuk Wilayah Indonesia, Han Wenfeng menyebut kalau kompetisi ini merupakan edisi kedua, setelah edisi perdana pada 2024 yang digelar untuk merayakan satu tahun beroperasinya Whoosh.
Dengan tema "Satu Jalur, Sejuta Cerita", kompetisi ini mengajak peserta menuangkan pengalaman, pengamatan, maupun imajinasi tentang kehidupan yang terhubung melalui Commuter Line. Setiap karya wajib menghadirkan rangkaian KRL generasi baru produksi CRRC Sifang sebagai elemen utama.
Kompetisi menggambar terbuka gratis bagi pelajar SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di wilayah Jabodetabek diikuti oleh 1.414 peserta dari 29 sekolah. Hasil karya yang terkumpul terdiri atas 754 peserta jenjang SMP/MTs dari 13 sekolah dan 660 peserta jenjang SMA/SMK/MA dari 16 sekolah.
Dari seluruh karya tersebut, dewan juri melakukan proses kurasi dan hingga terpilih menjadi 10 besar karya terbaik.
Sementara itu, kompetisi fotografi terbuka bagi komunitas pecinta kereta api (railfans) dan umum di seluruh lintas layanan Commuter Line Jabodetabek. Setiap peserta dapat mengirimkan hingga tiga karya foto. Kompetisi ini diikuti oleh 269 peserta dari 43 komunitas.
Seluruh karya dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas praktisi dan profesional di bidang seni dan fotografi. Ada lima aspek penilaian meliputi kesesuaian tema, kreativitas dan orisinalitas, teknik, komposisi visual, serta kekuatan pesan.
"Kami terkesan melihat bagaimana tema 'Satu Jalur, Sejuta Cerita' ditafsirkan dengan begitu beragam. Peserta tidak sekadar menggambar atau memotret kereta, tetapi menangkap manusia dan cerita di dalamnya. Bagi kami, ini menunjukkan bahwa transportasi publik telah menjadi bagian dari keseharian Masyarakat," ujar Wenfeng, Kamis (8/10/2026).
Sebagai bagian dari rangkaian program ini, pada Rabu, 16 September 2026, CRRC Sifang juga sempat mengajak siswa dan guru SMPN 3 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, mengikuti study tour untuk mengenal langsung teknologi kereta cepat dan KRL generasi baru.
Perjalanan dimulai dari Stasiun Padalarang menggunakan Kereta Cepat Whoosh menuju Stasiun Halim, Jakarta. Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan KRL Commuter Line sebelum mengunjungi Museum Nasional.
Selama study tour, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan Indonesia, salah satunya dari sisi transportasi publik, khususnya Kereta Cepat Whoosh dan KRL Commuter Line generasi baru produksi CRRC Sifang.
Lewat pengalaman ini, siswa tidak hanya merasakan langsung kenyamanan dan kecepatan Whoosh, tetapi juga memahami peran transportasi publik dalam menghubungkan kota-kota di Indonesia.
"Kami ingin para siswa tidak hanya mengenal kereta cepat dan KRL dari gambar, tetapi merasakan langsung teknologinya. Harapannya, pengalaman ini dapat menumbuhkan minat mereka pada dunia teknologi dan transportasi, dan kelak sebagian dari mereka ikut membangun perkeretaapian Indonesia," lanjut dia.
Dengan terselenggaranya edisi kedua ini, CRRC Sifang berharap kompetisi dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelajar, komunitas, serta masyarakat di tahun-tahun mendatang.
"Kereta yang kami bangun pada akhirnya adalah tentang manusia yang menggunakannya. Melalui kompetisi ini, kami ingin generasi muda dan komunitas melihat transportasi publik bukan sekadar sarana berpindah tempat, melainkan bagian dari cerita hidup mereka. Kami mengajak lebih banyak pelajar, guru, dan komunitas untuk bersiap mengikuti kompetisi berikutnya dan terus membagikan cerita perjalanan mereka melalui karya," jelasnya.