2 Tahun Prabowo Gibran: 109 Juta Orang Dapat Gaji di Bawah UMR, Gen Z Susah Cari Kerja

Dicky Prastya

Senin, 12 Oktober 2026 | 16:53 WIB
2 Tahun Prabowo Gibran: 109 Juta Orang Dapat Gaji di Bawah UMR, Gen Z Susah Cari Kerja
Ilustrasi tenaga kerja. Foto: Para pekerja beraktivitas saat jam pulang kerja di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (10/8/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • CELIOS melaporkan bahwa investasi padat modal di Indonesia gagal menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda pada tahun 2026.
  • BPS mencatat 51,5 persen pengangguran didominasi usia muda, menjadikan Indonesia tertinggi di Asia Tenggara dalam kategori tersebut.
  • CELIOS mendesak pemerintah memulihkan sektor padat karya dan menerapkan meritokrasi untuk mengatasi tingginya pengangguran serta masalah struktural tenaga kerja.

Suara.com - Tren pertumbuhan investasi di Indonesia dinilai belum sejalan dengan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat.

Laporan bertajuk Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran yang dirilis oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyoroti maraknya investasi berkonsep padat modal yang minim menyerap tenaga kerja lokal, hingga memicu tingginya angka pengangguran di kalangan generasi muda.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang dikutip dalam laporan CELIOS, sebanyak 51,5% dari total pengangguran di Indonesia didominasi oleh usia muda (15–24 tahun).

"Data ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengangguran usia muda tertinggi di Asia Tenggara," tulis CELIOS dalam laporannya, dikutip Senin (12/10/2026).

Studi CELIOS 2026 juga mengungkap sebanyak 109 juta orang di Indonesia walaupun bekerja, upahnya di bawah upah minimum. Bahkan rata-rata Gen Z menunggu panggilan kerja selama 12 bulan.

"Ini bukan hanya persoalan skill mismatch di bangku pendidikan, tapi masalah struktural," lanjut CELIOS.

CELIOS menilai hilirisasi industri dan proyek investasi besar yang berjalan saat ini masih terlalu berfokus pada pengolahan bahan mentah serta sektor padat modal. Dampaknya, pertumbuhan investasi tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja yang adil dan layak.

Di sisi lain, tekanan ekonomi juga merembet ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diharapkan menjadi jaring pengaman penyerapan tenaga kerja.

Pertumbuhan kredit UMKM tercatat melambat ke angka 2,38 persen, sedangkan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) sektor UMKM merangkak naik menjadi 4,62 persen.

baca juga

Kondisi ketenagakerjaan yang menantang ini tecermin dari tingginya ketidakpuasan publik. Hasil survei CELIOS menunjukkan sebanyak 62 persen responden masyarakat umum menilai upaya pemerintah dalam mengatasi pengangguran dan menyediakan lapangan kerja berada pada kategori buruk hingga sangat buruk.

Menanggapi persoalan struktural tersebut, CELIOS mendorong pemerintah untuk segera memulihkan sektor industri manufaktur padat karya dan menghidupkan kembali meritokrasi di pasar kerja.

"Nepotisme, jalur orang dalam hingga diskriminasi kerja berdasar usia adalah masalah utama yang harus diselesaikan. Kembalikan merit based system dalam rekrutmen tenaga kerja, dimulai dari instansi pemerintah pusat, daerah hingga BUMN," tulis CELIOS.

"Saat bersamaan, redupnya industrialisasi harus dipulihkan. Sumber lapangan kerja yang bersifat padat karya tidak boleh dianaktirikan, karena investasi padat modal makin berkorelasi dengan menurunnya jumlah serapan kerja," tegas mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Nusron Wahid Belum Dicopot Prabowo?

Mengapa Nusron Wahid Belum Dicopot Prabowo?

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:47 WIB

Ekonomi Lokal Terancam Mati Usai Dana Desa Dipotong Rp 34,57 T buat Kopdes Merah Putih

Ekonomi Lokal Terancam Mati Usai Dana Desa Dipotong Rp 34,57 T buat Kopdes Merah Putih

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Manfaatkan Fitur Lifestyle BRImo: Diskon Ultra Voucher Tembus 40 Persen!

Manfaatkan Fitur Lifestyle BRImo: Diskon Ultra Voucher Tembus 40 Persen!

Bri | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:31 WIB

Quiet Quitting pada Gen Z: Malas Bekerja atau Butuh Jeda Akibat Burnout?

Quiet Quitting pada Gen Z: Malas Bekerja atau Butuh Jeda Akibat Burnout?

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Pemerintah Didesak Tarik Pajak dari Orang Super Kaya Ketimbang UMKM, Potensi Rp 142,2 T per Tahun

Pemerintah Didesak Tarik Pajak dari Orang Super Kaya Ketimbang UMKM, Potensi Rp 142,2 T per Tahun

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:11 WIB

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Rumah Tangga Memburuk, Publik Terbebani Pajak

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Rumah Tangga Memburuk, Publik Terbebani Pajak

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Terkini

Daftar 29 Bisnis TPPU Febrie Adriansyah Dirdik Jampidsus, dari Kuliner hingga Tambang

Daftar 29 Bisnis TPPU Febrie Adriansyah Dirdik Jampidsus, dari Kuliner hingga Tambang

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:53 WIB

2 Tahun Prabowo Gibran: 109 Juta Orang Dapat Gaji di Bawah UMR, Gen Z Susah Cari Kerja

2 Tahun Prabowo Gibran: 109 Juta Orang Dapat Gaji di Bawah UMR, Gen Z Susah Cari Kerja

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Belajar dari Kasus Gibran, DPR Dorong Aturan Penyetaraan Pendidikan Luar Negeri di RUU Sisdiknas

Belajar dari Kasus Gibran, DPR Dorong Aturan Penyetaraan Pendidikan Luar Negeri di RUU Sisdiknas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:52 WIB

BRI Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Gelaran MotoGP Mandalika 2026, Pariwisata Ikut Terdorong

BRI Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Gelaran MotoGP Mandalika 2026, Pariwisata Ikut Terdorong

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Dorong Pertumbuhan UMKM dan Sport Tourism

Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Dorong Pertumbuhan UMKM dan Sport Tourism

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Mengapa Nusron Wahid Belum Dicopot Prabowo?

Mengapa Nusron Wahid Belum Dicopot Prabowo?

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:47 WIB

Botok Siram Hakim Tuding Suap Rp1 Miliar, MA: Tak Ada Temuan di PN Pati

Botok Siram Hakim Tuding Suap Rp1 Miliar, MA: Tak Ada Temuan di PN Pati

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:46 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Peluang BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Pariwisata Olahraga

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Peluang BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Pariwisata Olahraga

Surakarta | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:46 WIB

Surat Panggilan Kedua Sudah Dikirim! KPK Minta Nusron Hadir dan Kooperatif

Surat Panggilan Kedua Sudah Dikirim! KPK Minta Nusron Hadir dan Kooperatif

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Bisakah Malaysia Tuntut Indonesia ke Mahkamah Internasional Soal Kabut Asap? Begini Kata Pakar

Bisakah Malaysia Tuntut Indonesia ke Mahkamah Internasional Soal Kabut Asap? Begini Kata Pakar

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:45 WIB

×