- CIMB Niaga menyelenggarakan Business Summit 2026 di Jakarta pada Senin, 19 Oktober 2026, untuk mempertemukan pemimpin bisnis guna memperkuat daya saing.
- Forum tersebut menghadirkan diskusi ekonomi, teknologi, dan keberlanjutan guna membantu nasabah korporasi menghadapi kompleksitas tantangan serta dinamika pasar global.
- CIMB Niaga memperkenalkan platform digital OCTOBIZ untuk menyederhanakan transaksi domestik dan internasional serta meningkatkan efisiensi operasional nasabah.
Suara.com - Dinamika ekonomi global, perkembangan teknologi, dan perubahan perilaku pasar mendorong perusahaan untuk terus menyesuaikan strategi bisnis.
Di tengah tantangan tersebut, kolaborasi, efisiensi operasional, dan pemanfaatan teknologi menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan pelaku usaha untuk menjaga daya saing dan membuka peluang pertumbuhan.
Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus CIMB Niaga Business Summit 2026 bertema “Vision Made Possible”.
Forum yang ditujukan bagi nasabah korporasi CIMB Niaga ini mempertemukan pemimpin bisnis dari berbagai sektor industri, regulator, investor, dan praktisi.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta berbagi perspektif mengenai perkembangan ekonomi serta strategi menghadapi tantangan dan menangkap peluang bisnis.
Direktur Business Banking, CIMB Niaga Rusly Johannes mengatakan, dunia usaha menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Dinamika ekonomi global, perubahan perilaku pasar, perkembangan teknologi, hingga kebutuhan meningkatkan efisiensi operasional menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi.
Menurut dia, pelaku usaha perlu memiliki strategi yang tepat agar mampu mempertahankan daya saing sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru.
“Melalui CIMB Niaga Business Summit 2026, kami ingin menghadirkan ruang bagi para pelaku bisnis untuk bertukar wawasan, memperluas jaringan, dan membangun kolaborasi yang dapat membantu menghadapi berbagai dinamika bisnis saat ini,” kata Rusly dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Dia menambahkan, semangat saling mendukung dan tumbuh bersama menjadi landasan tema
“Vision Made Possible” yang diusung dalam forum tersebut. CIMB Niaga, lanjutnya, berupaya mendampingi nasabah tidak hanya ketika bisnis berkembang, tetapi juga dalam mencari solusi dan membuka peluang baru untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
CIMB Niaga Business Summit 2026 menghadirkan sejumlah agenda, termasuk Economic Insights yang membahas perkembangan ekonomi dan faktor-faktor yang memengaruhi arah dunia usaha.
Forum ini juga menyediakan ruang bagi para pemimpin industri untuk berbagi pengalaman, bertukar gagasan, dan menjajaki peluang kerja sama lintas sektor melalui agenda Networking & Learning Among Industry Leaders.
Berbagai topik yang dibahas mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), strategi pendanaan untuk ekspansi bisnis, pengelolaan transaksi dan likuiditas, konektivitas sistem, serta rantai pasok (supply chain).
Selain itu, keberlanjutan (sustainability) dan pengelolaan kekayaan (wealth management) turut menjadi bagian pembahasan.
Topik-topik tersebut diangkat untuk memberikan perspektif kepada pelaku usaha dalam memperkuat daya saing dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Sejumlah pembicara yang hadir antara lain Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2018–2023 Dody Budi Waluyo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun, serta Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Cahyo Purnomo.
Hadir pula Managing Director & Head of Technology Accenture Indonesia, Retno Kusumawati dan Presiden Direktur Artajasa, Haryati Lawidjaja, bersama sejumlah pemimpin industri lainnya.
Rusly berharap forum tersebut dapat memberikan wawasan yang relevan bagi peserta untuk memperkuat operasional, memanfaatkan perkembangan teknologi, mengelola risiko, dan mengidentifikasi peluang pertumbuhan.
Dia juga berharap, Business Summit dapat membantu para pemimpin bisnis mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah perubahan lingkungan usaha.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, CIMB Niaga turut memberikan Recognition Awards kepada nasabah perusahaan dan pelaku bisnis yang dinilai telah memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri di Indonesia.
Selain menjadi forum pertukaran wawasan, kegiatan tersebut dimanfaatkan CIMB Niaga untuk memperkenalkan OCTOBIZ, platform digital perbankan bisnis yang dirancang untuk membantu nasabah bisnis dan korporasi mengelola transaksi domestik maupun internasional.
Platform ini dikembangkan untuk menyederhanakan pengelolaan transaksi yang kompleks melalui layanan yang terintegrasi.
Pengembangannya juga berkaitan dengan kebutuhan perusahaan dalam mengelola arus kas, memantau likuiditas secara waktu nyata (real-time), serta mendukung proses pengambilan keputusan.
OCTOBIZ merupakan evolusi dari BizChannel@CIMB. Selain menyediakan kapabilitas transaksi dan pengelolaan likuiditas yang telah tersedia sebelumnya, platform tersebut kini dilengkapi sejumlah fitur tambahan.
Fitur tersebut meliputi Multi Debit, FX Booking yang memungkinkan nasabah memperoleh nilai tukar khusus secara langsung melalui platform, serta Virtual Account Management.
![OCTO Savers Payroll. [cimbniaga]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/04/98676-octo-savers-payroll.jpg)
CIMB Niaga juga mengembangkan ekosistem OCTOBIZ melalui solusi Supply Chain Financing dan Tagih.id.
Kedua solusi tersebut ditujukan untuk mendukung pengelolaan pembiayaan rantai pasok serta proses penagihan (invoicing) secara lebih terintegrasi.
Head of Transaction Banking CIMB Niaga, Joni Hermanto mengatakan, digitalisasi pengelolaan keuangan menjadi salah satu langkah untuk membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
“Melalui OCTOBIZ, kami ingin membantu nasabah mengelola kebutuhan perbankan dan operasional bisnisnya secara lebih mudah, cerdas, dan produktif. Tidak hanya untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari, tetapi juga membantu mereka menangkap berbagai peluang pertumbuhan, baik di pasar domestik maupun regional,” ujar Joni.
Melalui Business Summit dan pengembangan OCTOBIZ, CIMB Niaga menempatkan pertukaran wawasan, kolaborasi, dan digitalisasi sebagai bagian dari dukungannya terhadap kebutuhan nasabah bisnis.
Ketiga aspek tersebut menjadi relevan bagi perusahaan yang perlu menyesuaikan operasional sekaligus menyusun strategi untuk menghadapi perubahan lingkungan usaha.