- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada posisi Rp18.062 pada pagi Jumat, 23 Oktober 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen global akibat meningkatnya eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
- Analis menyatakan pelemahan mata uang tersebut bersifat sementara karena didukung oleh pasar ekuitas domestik.
Suara.com - Nilai tukar rupiah dibuka meloyo pada pagi ini, Jumat, 23 Oktober 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp18.062 dolar AS.
Angka ini melemah 2 poin atau turun 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.060.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan ini dikarenakan sentimen global yang terjadi. Salah satunya, meningkatnya geopolitik Timur Tengah.
"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya sentimen risk off global oleh kekuatiran eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan memburuknya kondisi fiskal di Prancis," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia menambahkan, pelemahan rupiah masih bersifat sementara. Lantaran, pasar ekuitas domestik yang terus membaik.
"Namun rupiah umumnya masih akan dipengaruhi sentimen di pasar ekuitas domestik, yang apabila terus membaik akan bisa mendukung rupiah. Range Rp17.900-Rp18.100," jelasnya.
![Ilustrasi Baht. [Pexels]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/16/94791-ilustrasi-baht.jpg)
Sementara itu, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,13 persen. Disusul, dolar Taiwan yang tertekan 0,09 persen.
Selanjutnya, ada dolar Hong Kong dan yen Jepang yang sama-sama tergelincir 0,05 persen. Lalu, ringgit Malaysia terkoreksi 0,02 persen. Berikutnya, dolar Singapura turun 0,008 persen dan yuan China melemah tipis 0,001 persen di pagi ini.
Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,27 persen.