Suara.com - Unilever Indonesia mendorong kolaborasi dengan media lokal untuk menyampaikan tujuan dan dampak brand secara lebih relevan kepada masyarakat di berbagai daerah. Perusahaan menilai komunikasi tidak cukup hanya mengejar jangkauan audiens, tetapi juga perlu membangun pemahaman dan kepercayaan konsumen.
Director of Communication, Corporate Affairs, and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk, Nurdiana Darus, menyampaikan hal itu dalam sesi Conference 3 bertajuk Beyond Brand: Penguatan Ekosistem Media & Strategi Keberlanjutan pada Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Nurdiana menjelaskan, masyarakat perlu mengenal kontribusi di balik produk yang digunakan sehari-hari, bukan hanya nama dan fungsi produknya. Ia mencontohkan Kecap Bango yang memiliki keterkaitan dengan puluhan ribu petani kecil dan program pertanian regeneratif.
“Kalau bisa dengar kecap Bango, sebenarnya di belakang kecap Bango itu ada 35.000 petani kecil dari coconut sugar dan kedelai hitam kami. Ada 172 hektare regenerated agriculture di dalam kecap Bango itu,” ujar Nurdiana.
Ia menjelaskan, kontribusi perusahaan juga tercermin melalui program keberlanjutan dan edukasi kesehatan masyarakat, termasuk kampanye cuci tangan pakai sabun. Melalui berbagai inisiatif itu, Unilever ingin memperkenalkan dampak brand yang melampaui fungsi produk dalam keseharian konsumen.
Untuk menyampaikan pesan secara lebih efektif, Nurdiana menilai media memiliki peran penting sebagai penghubung antara perusahaan dan masyarakat. Media lokal dinilai strategis karena memahami bahasa, karakter, serta kebutuhan audiens di wilayah masing-masing.
“Yang kami ingin sekarang ini adalah kami juga lebih bisa berkolaborasi dengan local media untuk benar-benar menyampaikan messaging-messaging kami, tapi dengan bahasa-bahasa yang benar-benar ada di lokal,” kata Nurdiana.
Ia menekankan, pendekatan komunikasi perlu disesuaikan dengan konteks masyarakat setempat agar pesan perusahaan lebih mudah dipahami. Menurutnya, penggunaan bahasa yang dekat dengan audiens dapat membantu masyarakat mengenal tujuan dan kontribusi di balik sebuah brand.
Nurdiana juga menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi tidak semestinya hanya diukur melalui jumlah impresi. Perusahaan perlu memastikan pesan yang disampaikan benar-benar dipahami dan mampu membangun kepercayaan publik.
“Komunikasi itu beyond impression, tapi benar-benar mengenal apakah trust yang kami ingin sampaikan kepada konsumen dan audience itu sampai,” ujarnya.
Karena itu, Unilever membuka peluang kemitraan dengan media lokal untuk menyampaikan integritas, kredibilitas, serta tujuan brand kepada konsumen di berbagai daerah. Kolaborasi ini diharapkan membuat komunikasi perusahaan lebih sesuai dengan karakter audiens sekaligus membantu masyarakat memahami dampak di balik produk yang mereka gunakan. ***
Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan