Prabowo Siapkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun via DNKK, Apa Syaratnya?

M Nurhadi

Senin, 26 Oktober 2026 | 06:52 WIB
Prabowo Siapkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun via DNKK, Apa Syaratnya?
Presiden Prabowo Subianto di sidang kabinet paripurna. (Antara)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan di JIEXPO Kemayoran Jakarta pada Kamis 22 Oktober 2026.
  • Pemerintah menargetkan penyaluran kredit rakyat mencapai Rp400 triliun pada tahun 2027 untuk 28 juta keluarga.
  • Transformasi lembaga ini bertujuan memperkuat kapasitas keuangan unit keluarga guna meningkatkan daya beli masyarakat Indonesia.

Suara.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meresmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) sekaligus menetapkan target besar penyaluran kredit rakyat hingga menyentuh angka Rp400 triliun pada tahun 2027. Kebijakan ini dirancang secara khusus untuk menggerakkan roda perekonomian dari kawasan perdesaan hingga daerah terpencil di seluruh wilayah Indonesia.

Peresmian badan baru tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo di hadapan para pemangku kepentingan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Kamis (22/10/2026). Pembentukan institusi ini berlandaskan pada ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2026.

Langkah ini menandai lompatan besar dalam skema pembiayaan masyarakat. Pemerintah mematok kenaikan alokasi pinjaman secara signifikan dibandingkan capaian saat ini yang baru mencatatkan penyaluran sekitar Rp53 triliun kepada dua juta penerima manfaat.

Pembiayaan masif bernilai Rp400 triliun di tahun mendatang tersebut diproyeksikan dapat mengarahkan arus modal secara langsung kepada kurang lebih 28 juta keluarga, atau memberikan dampak ekonomi positif bagi sekitar 100 juta jiwa.

Presiden menegaskan bahwa indikator kemajuan ekonomi tidak boleh berhenti pada kalkulasi pertumbuhan statistik di tingkat makro. Menurutnya, esensi utama dari pembangunan adalah peningkatan pendapatan riil serta penguatan daya beli riil di tingkat keluarga.

“Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat, harus meningkat. Bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata,” tegas Prabowo.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan bahwa pergantian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) menjadi DNKK memperluas cakupan serta sasaran strategis pemerintah. 

Jikarekam jejak kebijakan sebelumnya hanya berfokus pada aspek kepemilikan rekening perbankan (inklusivitas), maka DNKK mengalihkan konsentrasi utama pada penguatan kapasitas dan kualitas keuangan unit keluarga.

Perubahan filosofi kebijakan ini berlandaskan pada data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2026. Survei tersebut menunjukkan bahwa tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 93,61 persen dengan tingkat literasi di angka 69,57 persen. Tingginya angka keterlibatan masyarakat dalam sistem keuangan ini dinilai membutuhkan peningkatan kualitas pemanfaatan agar mampu menopang ketahanan ekonomi warga.

baca juga

Target Penerima dan Pilar Utama Program

Program penyaluran dana pembiayaan rakyat ini difokuskan untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat produktif di berbagai penjuru daerah, yang meliputi:

  • Petani dan kelompok tani di pedesaan.
  • Nelayan serta komunitas masyarakat pesisir.
  • Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang pasar tradisional.
  • Penduduk di kawasan pedesaan, wilayah terpencil, dan daerah tertinggal.
  • Masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan perkotaan.

Dalam pelaksanaannya, penerapan strategi kesejahteraan keuangan akan bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu pencapaian kualitas kondisi keuangan (financial wellness), peningkatan daya tahan terhadap guncangan ekonomi (financial resilience), serta penciptaan rasa aman dalam pengelolaan keuangan (financial security).

Terkait persyaratan administrasi serta teknis pengajuan kredit bagi masyarakat umum, pemerintah saat ini tengah mematangkan regulasi turunan dan mekanisme penyaluran sebelum disosialisasikan secara resmi kepada publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Garudayaksa vs Persib Bandung, Bobotoh Protes Kebakaran Hutan

Garudayaksa vs Persib Bandung, Bobotoh Protes Kebakaran Hutan

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:52 WIB

IPW Desak Prabowo Terbitkan Inpres soal Larangan Penggunaan Vape di Institusi Pemerintahan

IPW Desak Prabowo Terbitkan Inpres soal Larangan Penggunaan Vape di Institusi Pemerintahan

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Ariana Grande Pertanyakan Kata Kokopan yang Viral Usai Pidato Prabowo

Ariana Grande Pertanyakan Kata Kokopan yang Viral Usai Pidato Prabowo

Entertainment | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Kredit Baru Diprediksi Naik, Industri Pengolahan Jadi Sektor Prioritas Perbankan

Kredit Baru Diprediksi Naik, Industri Pengolahan Jadi Sektor Prioritas Perbankan

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Banpres Rp240 Miliar untuk Karhutla Kalbar, Bima Arya: Prioritas Daerah Paling Parah

Banpres Rp240 Miliar untuk Karhutla Kalbar, Bima Arya: Prioritas Daerah Paling Parah

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:22 WIB

Elektabilitas KDM Salip Prabowo, Bima Arya Tegaskan Komitmen PAN: Kawal Sampai Ujung!

Elektabilitas KDM Salip Prabowo, Bima Arya Tegaskan Komitmen PAN: Kawal Sampai Ujung!

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:37 WIB

Terkini

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Jawa Tengah | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

×