Pertamina Kaji Teknologi Distribusi Gas Bersama Mitra Jepang, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Fabiola Febrinastri

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:14 WIB
Pertamina Kaji Teknologi Distribusi Gas Bersama Mitra Jepang, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
PT Pertamina (Persero) dan Yachiyo Engineering Co., Ltd. dan Atomis Inc. berkolaborasi mengkaji potensi teknologi penyimpanan dan distribusi gas berbasis MOF. (Dok: Pertamina)

Suara.com - PT Pertamina (Persero), perusahaan energi nasional milik negara, menjalin kerja sama studi dengan Yachiyo Engineering Co., Ltd. dan Atomis Inc. untuk mengkaji potensi teknologi penyimpanan dan distribusi gas berbasis Metal-Organic Frameworks (MOF). Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pemanfaatan sumber daya energi domestik serta memperluas akses energi bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan beragam solusi distribusi energi yang dapat menjangkau wilayah dengan kondisi geografis dan infrastruktur berbeda. Pengembangan teknologi penyimpanan dan pengangkutan gas tanpa jaringan pipa menjadi salah satu peluang yang dikaji Pertamina untuk melengkapi infrastruktur yang sudah tersedia.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Joint Study Agreement (JSA) yang ditandatangani pada 23 Oktober 2026 oleh SVP Technology Innovation & Implementation Pertamina Hana Timoti; Representative Director & CEO Atomis Daisuke Asari; serta Director & Executive Officer, Head of the Business Development Division Yachiyo Engineering Kenjiro Yamanaka.

Penandatanganan disaksikan oleh perwakilan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Koordinator Keselamatan Hilir Migas Yuki Haidir serta Duta Besar Jepang untuk Indonesia Atsushi Ueno.

PTH Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Mega Satria menyampaikan bahwa kolaborasi strategis dan inovasi teknologi merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk mengembangkan peluang bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

“Melalui kolaborasi strategis dengan mitra internasional, Pertamina berupaya mengeksplorasi solusi teknologi yang dapat mendukung diversifikasi energi dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas domestik. Teknologi penyimpanan gas berbasis MOF ini memiliki potensi untuk melengkapi pilihan distribusi energi, termasuk bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa. Ke depan, studi ini perlu dilaksanakan secara sistematis dengan koordinasi yang erat antarpihak, tujuan yang jelas, serta tahapan dan hasil yang terukur. Aspek keselamatan, kelayakan teknis dan keekonomian, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengelolaan risiko harus menjadi pertimbangan utama agar hasil kajian dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat dan memberikan nilai tambah bagi Pertamina maupun ketahanan energi nasional,” ujar Mega.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan bahwa sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina memiliki peran strategis dalam menghubungkan potensi sumber daya energi Indonesia dengan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

“Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang perlu didukung oleh solusi distribusi sesuai karakteristik negara kepulauan. Sebagai perusahaan energi nasional milik negara, Pertamina terus mengeksplorasi inovasi untuk memperkuat ketahanan energi dan memperluas akses masyarakat terhadap energi yang terjangkau,” ujar Baron.

Melalui studi bersama ini, Pertamina dan kedua mitra mengevaluasi teknologi CubiTan® yang dikembangkan Atomis. Teknologi tersebut menggunakan material MOF berpori untuk mengadsorpsi atau mengikat molekul gas pada permukaannya, sehingga berpotensi mendukung penyimpanan gas metana pada tekanan lebih rendah dibandingkan sistem gas alam terkompresi konvensional.

baca juga

Potensi tersebut dikaji untuk memahami kesesuaiannya bagi penyimpanan dan pengangkutan gas, khususnya di wilayah dengan akses jaringan pipa yang masih terbatas. Studi ini juga mengevaluasi potensi pemanfaatan gas bumi sebagai alternatif untuk berbagai aplikasi yang saat ini menggunakan LPG. Apabila memenuhi persyaratan teknis, keselamatan, regulasi, dan keekonomian, teknologi ini berpotensi mendukung diversifikasi pasokan energi serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas domestik, termasuk dalam upaya mengurangi ketergantungan pada LPG impor.

Baron menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan tahap kajian untuk memperoleh dasar pengambilan keputusan yang terukur sebelum mempertimbangkan pengembangan lebih lanjut.

“Inovasi harus memberikan manfaat nyata dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Karena itu, kami mengedepankan pengujian menyeluruh terhadap aspek keselamatan, kelayakan operasional, dan keekonomian. Teknologi yang dikaji diharapkan dapat melengkapi pilihan distribusi gas sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya domestik,” tambah Baron.

Kolaborasi ini turut mengkaji konsep Smart Gas Network yang dikembangkan Yachiyo Engineering dan Atomis. Konsep tersebut menggabungkan wadah penyimpanan gas dengan pemantauan jarak jauh untuk mendukung perencanaan pengiriman dan pengelolaan penggunaan gas.

Para pihak mengevaluasi kesesuaian konsep tersebut dengan infrastruktur, kebutuhan pengguna, dan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Peluang pemanfaatan sumber gas domestik, termasuk gas berbasis biomassa, dapat menjadi bagian dari evaluasi sesuai lingkup studi.

Sebagai perusahaan energi nasional yang mengelola bisnis dari hulu hingga hilir, Pertamina terus memperkuat bisnis utama sekaligus mengembangkan peluang bisnis rendah karbon melalui strategi dual growth. Kolaborasi teknologi menjadi bagian dari upaya tersebut untuk mendukung ketersediaan, akses, keterjangkauan, dan penerimaan masyarakat terhadap energi serta memperkuat ketahanan energi nasional. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Elnusa dan PHR Regional 1 Mulai Survei Seismik 2D Gerbera

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Elnusa dan PHR Regional 1 Mulai Survei Seismik 2D Gerbera

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:29 WIB

Rampingkan Anak Usaha, PLN Hadirkan PLN Services untuk Meningkatkan Layanan ke Masyarakat

Rampingkan Anak Usaha, PLN Hadirkan PLN Services untuk Meningkatkan Layanan ke Masyarakat

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:14 WIB

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Pastikan Kebutuhan Energi Masyarakat Terjaga, Pertamina Perkuat Pasokan dan Distribusi BBM

Pastikan Kebutuhan Energi Masyarakat Terjaga, Pertamina Perkuat Pasokan dan Distribusi BBM

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Dorong Dekarbonisasi Regional, Pertamina Hulu Energi Siap Jadi Hub CCS di Asia

Dorong Dekarbonisasi Regional, Pertamina Hulu Energi Siap Jadi Hub CCS di Asia

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Kilang Balikpapan Hampir Rampung, Impor Bensin RI Berpotensi Turun Separuh

Kilang Balikpapan Hampir Rampung, Impor Bensin RI Berpotensi Turun Separuh

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Terkini

Arti Mimpi Tersesat di Jalan atau Hutan dan Tidak Tahu Jalan Pulang

Arti Mimpi Tersesat di Jalan atau Hutan dan Tidak Tahu Jalan Pulang

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:12 WIB

Bill Gates Beri Peringatan Keras: 20 Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Paling Mencekam!

Bill Gates Beri Peringatan Keras: 20 Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Paling Mencekam!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:10 WIB

RUU Perampasan Aset Dikebut Saat Reses: Habiburokhman Pimpin Panja, Target Desember 2026

RUU Perampasan Aset Dikebut Saat Reses: Habiburokhman Pimpin Panja, Target Desember 2026

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Kata-kata Bupati Bogor Begitu Tahu Ada Bobotoh Tewas Habis Nonton di Stadion Pakansari

Kata-kata Bupati Bogor Begitu Tahu Ada Bobotoh Tewas Habis Nonton di Stadion Pakansari

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Hakim Putuskan Sidang Kasus Febrie Adriansyah Lanjut ke Tahap Pembuktian

Hakim Putuskan Sidang Kasus Febrie Adriansyah Lanjut ke Tahap Pembuktian

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:01 WIB

All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan

All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Bos Tambang Nikel Ditangkap di Makassar Kasus Pajak Rp1,18 Miliar

Bos Tambang Nikel Ditangkap di Makassar Kasus Pajak Rp1,18 Miliar

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Cuaca Mendung dan Hujan Pakai Sunscreen Apa? Cek 3 Pilihan yang Bisa Dicoba

Cuaca Mendung dan Hujan Pakai Sunscreen Apa? Cek 3 Pilihan yang Bisa Dicoba

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS Diperpanjang hingga Juni 2027

Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS Diperpanjang hingga Juni 2027

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Biar Tetap Slay, Jangan Sampai Bahasa Kita Bye!

Biar Tetap Slay, Jangan Sampai Bahasa Kita Bye!

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:50 WIB

×