- Bank Sampah Cahaya Asri di Cilacap mengumpulkan puluhan kilogram minyak jelantah setiap bulan untuk meningkatkan pendapatan warga.
- Pertamina Patra Niaga memberikan pembinaan kepada berbagai bank sampah agar limbah rumah tangga memiliki nilai jual tinggi.
- Minyak jelantah yang dikumpulkan masyarakat berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Suara.com - Masyarakat kini mulai cuan dengan minyak jelantah. Sebab, minyak jelantah kini bisa dijual dengan nilai yang tunggu melalui pengumpulan bank sampah.
Selain memiliki nilai jual, minyak jelantah berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Salah satu kelompok yang menjalankan kegiatan tersebut adalah Bank Sampah Cahaya Asri di Kelurahan Tegal Kamulyan, Cilacap. Ketua Bank Sampah Cahaya Asri, Rumdani Prapti Sumiwi, mengatakan pengumpulan minyak jelantah awalnya dilakukan untuk mengatasi persoalan lingkungan sebelum kelompoknya mengetahui bahwa limbah tersebut memiliki nilai jual.
"Kami awalnya tidak mengetahui minyak jelantah bisa dimanfaatkan untuk apa. Setelah mendapat penjelasan dari Pertamina Patra Niaga bahwa minyak jelantah memiliki nilai jual, kami semakin semangat mengumpulkannya. Alhamdulillah, lingkungan menjadi lebih bersih, minyak jelantah tidak berserakan, ekonomi kelompok juga meningkat, dan jumlah nasabah kami semakin banyak," ujar Rumdani seperti dikutip, Selasa (27/10/2026).

Bank Sampah Cahaya Asri kini mampu mengumpulkan sekitar 50–60 kilogram minyak jelantah setiap bulan untuk disalurkan melalui mitra pengumpul. Warga dapat menukarkan minyak jelantah yang dikumpulkan dengan uang maupun kebutuhan pangan, seperti telur.
Manfaat ekonomi juga dirasakan Bank Sampah Abhipraya di Kelurahan Kutawaru. Ketua Bank Sampah Abhipraya, Herry Yanto, menjelaskan kelompoknya telah melakukan pemilahan sampah sejak 2019 sebelum mengembangkan pengumpulan minyak jelantah melalui program pembinaan.
"Dulu minyak jelantah hanya dibuang tetapi sekarang masyarakat bisa mengumpulkannya dan mendapatkan penghasilan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga karena anggota kami telah mendapatkan edukasi, pembinaan, dan fasilitasi yang sangat membantu perkembangan bank sampah," kata Herry.
Sementara itu, Bank Sampah Beo Asri yang telah mengelola sampah rumah tangga sejak 2012 mulai mengembangkan pengumpulan minyak jelantah pada 2023. Kelompok ini juga mengolah sampah plastik dan memanfaatkan sisa palet menjadi berbagai produk, seperti kursi, meja, dan rak.
Direktur Bank Sampah Beo Asri, Sri Widowati, menyebut pembinaan, pelatihan, serta bantuan sarana dan prasarana turut membantu pengembangan kegiatan kelompoknya.
"Harapan kami, dukungan ini dapat terus berlanjut sehingga bank sampah dapat semakin berkembang dan meningkatkan kesejahteraan anggota serta warga di lingkungan kami," jelas Sri..
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pengelolaan minyak jelantah membutuhkan keterlibatan masyarakat, pendampingan berkelanjutan, dan akses penyaluran hasil pengumpulan.
"Pengelolaan minyak jelantah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, pendampingan yang berkelanjutan, serta terbukanya akses penyaluran hasil pengumpulan. Melalui kolaborasi tersebut, limbah rumah tangga dapat dikelola secara lebih bertanggung jawab dan memiliki nilai guna yang lebih besar," pungkas Kitty.