Jangan Buang Minyak Jelantah, Bisa Dijual dan Jadi Bahan Baku Bioavtur

Achmad Fauzi

Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:32 WIB
Jangan Buang Minyak Jelantah, Bisa Dijual dan Jadi Bahan Baku Bioavtur
Minyak jelantah bisa memiliki nilai jual tinggi dan sebagai bahan baku Bioavtur. [ist]
baca 10 detik
  • Bank Sampah Cahaya Asri di Cilacap mengumpulkan puluhan kilogram minyak jelantah setiap bulan untuk meningkatkan pendapatan warga.
  • Pertamina Patra Niaga memberikan pembinaan kepada berbagai bank sampah agar limbah rumah tangga memiliki nilai jual tinggi.
  • Minyak jelantah yang dikumpulkan masyarakat berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

Suara.com - Masyarakat kini mulai cuan dengan minyak jelantah. Sebab, minyak jelantah kini bisa dijual dengan nilai yang tunggu melalui pengumpulan bank sampah.

Selain memiliki nilai jual, minyak jelantah berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

Salah satu kelompok yang menjalankan kegiatan tersebut adalah Bank Sampah Cahaya Asri di Kelurahan Tegal Kamulyan, Cilacap. Ketua Bank Sampah Cahaya Asri, Rumdani Prapti Sumiwi, mengatakan pengumpulan minyak jelantah awalnya dilakukan untuk mengatasi persoalan lingkungan sebelum kelompoknya mengetahui bahwa limbah tersebut memiliki nilai jual.

"Kami awalnya tidak mengetahui minyak jelantah bisa dimanfaatkan untuk apa. Setelah mendapat penjelasan dari Pertamina Patra Niaga bahwa minyak jelantah memiliki nilai jual, kami semakin semangat mengumpulkannya. Alhamdulillah, lingkungan menjadi lebih bersih, minyak jelantah tidak berserakan, ekonomi kelompok juga meningkat, dan jumlah nasabah kami semakin banyak," ujar Rumdani seperti dikutip, Selasa (27/10/2026).

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) akan memulai uji coba produksi bioavtur berbahan baku minyak jelantah (used cooking oil) pada kuartal II 2025.
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) akan memulai uji coba produksi bioavtur berbahan baku minyak jelantah (used cooking oil) pada kuartal II 2025.

Bank Sampah Cahaya Asri kini mampu mengumpulkan sekitar 50–60 kilogram minyak jelantah setiap bulan untuk disalurkan melalui mitra pengumpul. Warga dapat menukarkan minyak jelantah yang dikumpulkan dengan uang maupun kebutuhan pangan, seperti telur.

Manfaat ekonomi juga dirasakan Bank Sampah Abhipraya di Kelurahan Kutawaru. Ketua Bank Sampah Abhipraya, Herry Yanto, menjelaskan kelompoknya telah melakukan pemilahan sampah sejak 2019 sebelum mengembangkan pengumpulan minyak jelantah melalui program pembinaan.

"Dulu minyak jelantah hanya dibuang tetapi sekarang masyarakat bisa mengumpulkannya dan mendapatkan penghasilan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga karena anggota kami telah mendapatkan edukasi, pembinaan, dan fasilitasi yang sangat membantu perkembangan bank sampah," kata Herry.

Sementara itu, Bank Sampah Beo Asri yang telah mengelola sampah rumah tangga sejak 2012 mulai mengembangkan pengumpulan minyak jelantah pada 2023. Kelompok ini juga mengolah sampah plastik dan memanfaatkan sisa palet menjadi berbagai produk, seperti kursi, meja, dan rak.

Direktur Bank Sampah Beo Asri, Sri Widowati, menyebut pembinaan, pelatihan, serta bantuan sarana dan prasarana turut membantu pengembangan kegiatan kelompoknya.

baca juga

"Harapan kami, dukungan ini dapat terus berlanjut sehingga bank sampah dapat semakin berkembang dan meningkatkan kesejahteraan anggota serta warga di lingkungan kami," jelas Sri..

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pengelolaan minyak jelantah membutuhkan keterlibatan masyarakat, pendampingan berkelanjutan, dan akses penyaluran hasil pengumpulan.

"Pengelolaan minyak jelantah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, pendampingan yang berkelanjutan, serta terbukanya akses penyaluran hasil pengumpulan. Melalui kolaborasi tersebut, limbah rumah tangga dapat dikelola secara lebih bertanggung jawab dan memiliki nilai guna yang lebih besar," pungkas Kitty.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kembangkan Bahan Bakar Pesawat Dari Minyak Jelantah, Pertamina Kenalkan Transisi Energi di IdeaFest

Kembangkan Bahan Bakar Pesawat Dari Minyak Jelantah, Pertamina Kenalkan Transisi Energi di IdeaFest

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 14:09 WIB

Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Sukses Kembangkan Usaha hingga Pimpin Bank Sampah

Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Sukses Kembangkan Usaha hingga Pimpin Bank Sampah

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:02 WIB

Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF

Pengembangan Minyak Jelantah Jadi Avtur Tersendat, Emiten ESSA Stop Proyek SAF

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:41 WIB

Terkini

Kain Tenun Sumba Gak Boleh Sembarang Dipotong, Desainer Terapkan Teknik Draperi

Kain Tenun Sumba Gak Boleh Sembarang Dipotong, Desainer Terapkan Teknik Draperi

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Review Paralyzed by Hope: The Maria Bamford Story, Tawa dan Luka Mental

Review Paralyzed by Hope: The Maria Bamford Story, Tawa dan Luka Mental

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Bantah Berkonflik dengan Singapura

Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Bantah Berkonflik dengan Singapura

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:23 WIB

IHSG Mulai Menguat Pagi Ini Menuju Level 5.400, Cek Saham TLKM

IHSG Mulai Menguat Pagi Ini Menuju Level 5.400, Cek Saham TLKM

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Jeon Do Yeon Diprediksi Masuk Nominasi Oscar Berkat Film Possible Love

Jeon Do Yeon Diprediksi Masuk Nominasi Oscar Berkat Film Possible Love

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:15 WIB

TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026

TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:06 WIB

Lonely Planet: Kisah Cinta Penulis Novel dan Pekerja Kantoran di Maroko

Lonely Planet: Kisah Cinta Penulis Novel dan Pekerja Kantoran di Maroko

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Sepatu Mills Hypercharge R26 Cocok untuk Lari Apa? Intip Teknologi, Harga, dan Ulasannya

Sepatu Mills Hypercharge R26 Cocok untuk Lari Apa? Intip Teknologi, Harga, dan Ulasannya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air

Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air

Kaltim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Lahan di Pulau Tidung

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Lahan di Pulau Tidung

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:43 WIB

×