IHSG Terus Merosot, Rp6 Kuadriliun Nilai Kapitalisasi Pasar Menguap

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:39 WIB
IHSG Terus Merosot, Rp6 Kuadriliun Nilai Kapitalisasi Pasar Menguap
Ilustrasi. Pesta di pasar saham Indonesia tampaknya belum kembali. Foto ANTARA.
baca 10 detik
  • IHSG turun 1,33% ke 5.196,02 pada Rabu pukul 11.09 WIB.
  • Sentimen ancaman downgrade MSCI masih membayangi pasar saham Indonesia.
  • Kekayaan taipan disebut susut Rp1.035 triliun, tetapi perlu verifikasi rinci.

Suara.com - Pesta di pasar saham Indonesia tampaknya belum kembali. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Rabu (28/10/2026), memperpanjang bayang-bayang koreksi yang menggerus nilai investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data yang dipantau pada pukul 11.09 WIB, IHSG berada di level 5.196,02. Indeks turun 70,11 poin atau 1,33% dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.266,13.

IHSG dibuka di level 5.249,07 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 5.256,38. Namun, tekanan jual membawa indeks ke level terendah 5.182,41. Pergerakan tersebut memperlihatkan rapuhnya upaya pemulihan pasar setelah gejolak besar yang terjadi pada pertengahan Oktober.

Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Di balik kejatuhan indeks, nilai kekayaan para taipan Indonesia juga ikut tertekan. Berdasarkan estimasi yang menjadi dasar pemberitaan ini, kekayaan mereka disebut menyusut hingga Rp1.035 triliun seiring anjloknya harga saham berbagai perusahaan yang tercatat di bursa.

Penyusutan tersebut bukan berarti seluruhnya merupakan uang tunai yang hilang. Sebagian besar merupakan penurunan nilai kepemilikan saham yang tercermin dalam valuasi kekayaan pemegang saham.

Salah satu sumber tekanan utama berasal dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks global yang menjadi acuan penting bagi investor institusi dan pengelola dana internasional.

Pada 15 Oktober 2026, MSCI mengumumkan konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. MSCI menyoroti persoalan transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi yang dinilai memengaruhi kelayakan investasi di pasar Indonesia.

MSCI belum mengambil keputusan final. Hasil konsultasi dijadwalkan diumumkan paling lambat akhir Juni 2027, sementara pembekuan perubahan tertentu pada sekuritas Indonesia dalam indeks MSCI tetap berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Namun, ancaman perubahan status tersebut sudah telanjur mengguncang kepercayaan pasar. Investor kini menghadapi ketidakpastian mengenai prospek aliran dana asing, terutama jika saham-saham Indonesia nantinya dikeluarkan dari indeks pasar berkembang yang menjadi acuan investasi global.

baca juga

Sebelumnya, Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan potensi arus keluar dana asing mencapai Rp105 triliun hingga Rp132 triliun jika perubahan klasifikasi benar-benar terjadi. Angka tersebut merupakan estimasi risiko, bukan dana yang dipastikan akan keluar.

Tekanan itu menjadi semakin berat ketika investor harus menilai ulang risiko investasi di tengah volatilitas tinggi dan kekhawatiran mengenai transparansi pasar.

Penurunan IHSG juga membawa konsekuensi bagi para pemilik perusahaan besar yang kekayaannya banyak ditopang kepemilikan saham.

Ketika harga saham emiten milik konglomerat turun, nilai pasar kepemilikan mereka ikut menyusut. Dampaknya bisa terlihat pada estimasi kekayaan bersih, meskipun belum tentu mengubah jumlah saham yang dimiliki atau menimbulkan kerugian tunai secara langsung.

Reuters melaporkan pada 27 Oktober bahwa penurunan pasar saham Indonesia sepanjang 2026 telah menghapus lebih dari Rp6 kuadriliun nilai kapitalisasi pasar.

Pada perdagangan Selasa (27/10), indeks ditutup turun 1,99% ke 5.266,13 setelah tekanan jual kembali mendominasi perdagangan.

Dengan posisi IHSG di 5.196,02 pada pukul 11.09 WIB, indeks kembali mendekati area 5.200. Level terendah intraday di 5.182,41 juga menjadi perhatian karena berada dekat area support yang sebelumnya disoroti pelaku pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harta Para Taipan RI Lenyap Rp1.035 T Gegara Bursa RI Terancam Setara Zimbabwe

Harta Para Taipan RI Lenyap Rp1.035 T Gegara Bursa RI Terancam Setara Zimbabwe

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:19 WIB

IHSG Masih Betah di Zona Merah ke Level 5.200 Rabu Pagi

IHSG Masih Betah di Zona Merah ke Level 5.200 Rabu Pagi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Satu Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo dan Saham ARKO Digembok BEI

Satu Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo dan Saham ARKO Digembok BEI

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Terkini

Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri

Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri

Batam | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Kawal Aksi Hari Sumpah Pemuda di Yogyakarta, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Situasional

Kawal Aksi Hari Sumpah Pemuda di Yogyakarta, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Situasional

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Menlu Singapura Mendadak Datang Minta Waktu Bertemu, Prabowo Siap Terima Sore Ini

Menlu Singapura Mendadak Datang Minta Waktu Bertemu, Prabowo Siap Terima Sore Ini

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Menilik Bakso: Antara Sejarah, Akulturasi Budaya, dan Momen Bareng Keluarga

Menilik Bakso: Antara Sejarah, Akulturasi Budaya, dan Momen Bareng Keluarga

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:35 WIB

Awas Macet! Ini Daftar Lengkap Aksi Demo di Makassar Rabu 28 Oktober 2026

Awas Macet! Ini Daftar Lengkap Aksi Demo di Makassar Rabu 28 Oktober 2026

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:35 WIB

Bawa Kabur Gadis Bawah Umur Tengah Malam Lalu Sebar Videonya, Pemuda di Mesuji Diciduk Polisi

Bawa Kabur Gadis Bawah Umur Tengah Malam Lalu Sebar Videonya, Pemuda di Mesuji Diciduk Polisi

Lampung | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:32 WIB

Sekolah Kekurangan Guru, Honorer Dibiarkan: Siapa yang Bertanggungjawab?

Sekolah Kekurangan Guru, Honorer Dibiarkan: Siapa yang Bertanggungjawab?

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Kisah Konsumen Inden Mobil 3 Miliar Malah Diserobot Anak Pejabat: BMW Tercoreng, Beralih ke Porsche

Kisah Konsumen Inden Mobil 3 Miliar Malah Diserobot Anak Pejabat: BMW Tercoreng, Beralih ke Porsche

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Di Hari Sumpah Pemuda, Taj Yasin Minta Aksi Nyata Pemuda Atasi Persoalan Masyarakat

Di Hari Sumpah Pemuda, Taj Yasin Minta Aksi Nyata Pemuda Atasi Persoalan Masyarakat

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Tips Nutrisi Terbaik bagi Profesional dengan Aktivitas Padat, Jaga Energi dan Fokus Sepanjang Hari

Tips Nutrisi Terbaik bagi Profesional dengan Aktivitas Padat, Jaga Energi dan Fokus Sepanjang Hari

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:27 WIB

×