Harta Para Taipan RI Lenyap Rp1.035 T Gegara Bursa RI Terancam Setara Zimbabwe

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:19 WIB
Harta Para Taipan RI Lenyap Rp1.035 T Gegara Bursa RI Terancam Setara Zimbabwe
Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan para konglomerat yang terdiri dari Prajogo Pangestu, Anthony Salim, Franky Widjaja, Boy Thohir dan Sugianto Kusuma alias Aguan di Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).
baca 10 detik
  • IHSG anjlok lebih dari 40% sepanjang 2026, menekan kekayaan para taipan RI.
  • Harta Prajogo Pangestu menyusut Rp570,32 triliun sepanjang tahun berjalan.
  • Isu downgrade MSCI ke Standalone Market menambah tekanan sentimen pasar saham.

Suara.com - Kekayaan para konglomerat Indonesia lenyap tajam di tengah gejolak pasar saham yang belum mereda. Ancaman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait status pasar modal Indonesia setara Zimbabwe menjadi salah satu sentimen yang membayangi pergerakan saham.

Di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang semakin dalam para taipan RI harus rela kehilangan harta kekayaan mereka sebesar Rp1.035 triliun.

Pada perdagangan Selasa (27/10/2026), IHSG terkoreksi 3,51%. Sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (YTD), indeks saham acuan tersebut telah anjlok lebih dari 40%.

Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Tekanan pasar turut memangkas nilai kekayaan sejumlah taipan Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index yang diolah per 27 Oktober 2026, Prajogo Pangestu menjadi konglomerat dengan penyusutan kekayaan terbesar sepanjang tahun ini.

Kekayaan pemilik Grup Barito tersebut tercatat sebesar Rp267 triliun. Angka itu merosot Rp7,26 triliun hanya dalam sehari, sedangkan secara YTD nilainya telah tergerus Rp570,32 triliun.

Penurunan tersebut mencerminkan besarnya tekanan terhadap nilai kepemilikan saham yang menjadi salah satu komponen utama kekayaan para konglomerat. Ketika harga saham perusahaan-perusahaan dalam portofolio mereka merosot, nilai kekayaan yang dihitung berdasarkan kepemilikan aset tersebut ikut tertekan.

Tekanan serupa dialami Low Tuck Kwong. Kekayaan pengusaha batu bara tersebut tersisa Rp186,99 triliun, setelah berkurang Rp3,63 triliun dalam sehari. Sepanjang 2026, kekayaannya telah menyusut Rp212,41 triliun.

Sementara itu, Budi Hartono, salah satu pemilik Grup Djarum, mencatat kekayaan sebesar Rp214,32 triliun. Nilainya turun Rp5,44 triliun dalam sehari dan menyusut Rp134,4 triliun sepanjang tahun berjalan.

Anthoni Salim juga mengalami penyusutan kekayaan. Harta pemilik Grup Salim itu tercatat Rp223,4 triliun, turun Rp1,81 triliun dalam sehari dan Rp67,2 triliun sepanjang 2026.

baca juga

Di tengah tekanan tersebut, Sukanto Tanoto dan Dato Sri Tahir juga masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia yang dipantau Bloomberg. Kekayaan Sukanto tercatat Rp394,14 triliun, sedangkan Tahir sebesar Rp185,17 triliun.

Gejolak pasar saham Indonesia tidak terlepas dari meningkatnya kekhawatiran investor terhadap penilaian MSCI atas pasar modal domestik.

Pada Januari 2026, MSCI memperingatkan adanya risiko terhadap klasifikasi Indonesia sebagai pasar berkembang (Emerging Market). Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan persoalan transparansi kepemilikan saham dan konsentrasi kepemilikan, yang berpotensi memengaruhi penilaian investor global terhadap pasar Indonesia

Tekanan sentimen meningkat pada Oktober 2026 setelah MSCI mengumumkan konsultasi mengenai kemungkinan penurunan klasifikasi Indonesia menjadi Standalone Market. Status tersebut akan menempatkan Indonesia di luar kelompok pasar berkembang dalam klasifikasi MSCI atau setara dengan negara Zimbabwe.

Dampaknya juga menjalar ke kekayaan para konglomerat yang memiliki porsi besar aset dalam bentuk saham perusahaan tercatat. Penurunan harga saham dapat memangkas nilai kekayaan mereka dalam waktu singkat, bahkan tanpa adanya transaksi penjualan aset.

Maruarar Sirait, Boy Thohir, Aguan, Prajogo Pangestu, Franky Wijaya (Instagram/maruararsirait)
Maruarar Sirait, Boy Thohir, Aguan, Prajogo Pangestu, Franky Wijaya (Instagram/maruararsirait)

Menurut data yang dikutip dalam laporan Bloomberg, lima taipan Indonesia atau anggota keluarga mereka mengalami penurunan kekayaan gabungan sebesar US$71,6 miliar hingga Oktober 2026. Penurunan itu disebut menghapus kenaikan kekayaan yang mereka kumpulkan selama empat tahun sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Masih Betah di Zona Merah ke Level 5.200 Rabu Pagi

IHSG Masih Betah di Zona Merah ke Level 5.200 Rabu Pagi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

IHSG Ambruk Lagi ke Level 5.200, Ini Penyebabnya

IHSG Ambruk Lagi ke Level 5.200, Ini Penyebabnya

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:54 WIB

Terkini

Harta Para Taipan RI Lenyap Rp1.035 T Gegara Bursa RI Terancam Setara Zimbabwe

Harta Para Taipan RI Lenyap Rp1.035 T Gegara Bursa RI Terancam Setara Zimbabwe

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Jelang Hadapi Persib, Pelatih Melbourne Victory Soroti Kebakaran Hutan dan Kualitas Udara Indonesia

Jelang Hadapi Persib, Pelatih Melbourne Victory Soroti Kebakaran Hutan dan Kualitas Udara Indonesia

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:19 WIB

HP Android Jadul Punya Kesempatan Hidup Kedua Berkat iOS 26

HP Android Jadul Punya Kesempatan Hidup Kedua Berkat iOS 26

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:16 WIB

Bagaimana Cara Daftar Antrean Paspor Online 2026?

Bagaimana Cara Daftar Antrean Paspor Online 2026?

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Bahasa Indonesia Kreatif Gen Z: Merebut Kembali Kendali Ekspresi di Medsos

Bahasa Indonesia Kreatif Gen Z: Merebut Kembali Kendali Ekspresi di Medsos

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Takut Jadi Perawan Tua Jadi Pemicu Perkawinan Anak di Lombok

Takut Jadi Perawan Tua Jadi Pemicu Perkawinan Anak di Lombok

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Kapolda Riau Ungkap Polisi Idap Skizofrenia Masih Dinas, Kini Diduga Bunuh Ibu Kandung

Kapolda Riau Ungkap Polisi Idap Skizofrenia Masih Dinas, Kini Diduga Bunuh Ibu Kandung

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:12 WIB

RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah

RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Biaya Hidup Meningkat, 66 Persen Masyarakat RI Mulai Siapkan Masa Depan Finansial

Biaya Hidup Meningkat, 66 Persen Masyarakat RI Mulai Siapkan Masa Depan Finansial

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:07 WIB

League Cup Batasi Pemain Asing Maksimal 3, Klub Bisa Ganti di Tengah Turnamen

League Cup Batasi Pemain Asing Maksimal 3, Klub Bisa Ganti di Tengah Turnamen

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:07 WIB

×