Indonesia Punya Banyak Tambang Emas, Harus Diolah di Dalam Negeri

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:00 WIB
Indonesia Punya Banyak Tambang Emas, Harus Diolah di Dalam Negeri
Indonesia memiliki potensi pasokan emas sebesar 120 ton yang dapat dioptimalkan melalui program hilirisasi guna menghentikan ekspor bahan mentah. [Antara]
baca 10 detik
  • APPI menemui Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji untuk mendorong pengembangan industri logam mulia domestik.
  • Indonesia memiliki potensi pasokan emas sebesar 120 ton yang dapat dioptimalkan melalui program hilirisasi guna menghentikan ekspor bahan mentah.
  • Pengolahan emas di dalam negeri diproyeksikan mampu meningkatkan ekspor bersih serta memperkuat perekonomian nasional melalui sektor manufaktur.

Suara.com - Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) mendorong pengembangan industri pengolahan logam mulia di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah hasil tambang. Hal ini disampaikan APPI saat menemui Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji di Kantor Kemenperin pada Rabu (28/10/2026).

Wakil Ketua APPI Arief Budiman mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri logam mulia karena didukung pasokan emas dari sejumlah perusahaan tambang domestik. Pengembangan industri ini juga dapat memperluas pemanfaatan emas untuk kebutuhan industri elektronik dan otomotif.

"Program hilirisasi yang pemerintah canangkan sejak lama, juga Bank Bullion, ternyata ini semuanya sekarang berjalan dengan luar biasa. Ekosistemnya sudah terbentuk, supply chain-nya terbentuk, jadi saya melihat sangat-sangat kesempatan yang luar biasa untuk Indonesia, untuk bangsa Indonesia di kemudian hari, di ke depannya," kata Arief usai menemui Sarmuji.

Menurut Arief, hilirisasi perlu dilakukan agar hasil tambang Indonesia dapat diolah menjadi barang jadi sebelum dipasarkan. Dengan begitu, nilai ekonomi yang dihasilkan dari komoditas tersebut dapat dinikmati lebih besar oleh industri nasional.

"Bahwa hilirisasi ini harus terjadi, bahwa apa yang dimiliki bangsa Indonesia, tambang di Indonesia, usahanya di Indonesia, dan Indonesia ini menghasilkan barang jadi. Bukan lagi mengekspor barang mentah, jadi bukan bahan mentah yang diekspor, namun istilahnya perhiasan jadi ini yang harus diekspor," ujarnya.

Arief memperkirakan produksi emas dari sejumlah perusahaan tambang di Indonesia mencapai sekitar 120 ton. Pasokan tersebut dinilai berpotensi terserap secara optimal apabila industri pengolahan logam mulia berkembang di dalam negeri.

"Dan kami sangat yakin pada saat industri precious metal ada di Indonesia, angka 120 ton itu istilahnya akan terserap secara keseluruhan," katanya.

Dia menambahkan, pengembangan industri logam mulia tidak hanya berkaitan dengan produksi perhiasan, tetapi juga bahan baku untuk sektor manufaktur. Kebutuhan dari industri elektronik, otomotif, dan laptop dinilai berpotensi memperluas pasar bagi produk olahan emas.

"Namun perlu kita ingat bahwa perhiasan itu kan barang tersier, bukan satu barang yang istilahnya tanpa perhiasan orang nggak bisa, masih tetap bisa hidup kan. Namun pada saat kita bicara industri, termasuk untuk handphone, untuk elektronik dan otomotif, laptop semua, itu tuh akan menjadi demand yang terus akan meningkat," ujar Arief.

baca juga

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita menilai selama ini Indonesia menghadapi kondisi ketika bahan baku diekspor, sementara industri dalam negeri masih mengimpor bahan baku untuk memenuhi kebutuhan produksi.

"Kalau selama ini kan kita mengekspor, kemudian kita mengimpor bahan bakunya. Nah, dengan posisi seperti itu kan berarti neraca kita juga ya sedikitlah selisihnya," kata Reni.

Menurut Reni, pengolahan bahan baku di dalam negeri dapat meningkatkan kinerja ekspor bersih Indonesia. Karena itu, pengembangan industri hilir diharapkan mampu memperkuat kontribusi industri perhiasan terhadap perekonomian nasional.

"Nah, tetapi dengan ada bahan baku di dalam negeri yang memang belum dihilirisasi di dalam negeri, itu akan sangat meningkatkan lagi net export kita pastinya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Turun, Bisnis Perhiasan Masih Dibayangi Daya Beli

Harga Emas Turun, Bisnis Perhiasan Masih Dibayangi Daya Beli

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Harga Emas Antam Masih Terus Naik Jadi Rp2,57 Juta/Gram

Harga Emas Antam Masih Terus Naik Jadi Rp2,57 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Tahan Beli Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2,55 Juta/Gram

Tahan Beli Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Jadi Rp2,55 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Kembali Gelar Program Badai Emas 2026, Pegadaian Hadiahi 1,88 Kilogram Emas untuk Nasabah

Kembali Gelar Program Badai Emas 2026, Pegadaian Hadiahi 1,88 Kilogram Emas untuk Nasabah

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:43 WIB

Kenapa Harga Emas Turun Terus? Jangan Panik, Ini Langkah yang Bisa Dilakukan

Kenapa Harga Emas Turun Terus? Jangan Panik, Ini Langkah yang Bisa Dilakukan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Terkini

Bobotoh Catat! Ini Link Live Streaming Persib Bandung vs Melbourne Victory

Bobotoh Catat! Ini Link Live Streaming Persib Bandung vs Melbourne Victory

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Lewat Qlola Mobile, BRI Perluas Akses Pengelolaan Keuangan Perusahaan Secara Digital

Lewat Qlola Mobile, BRI Perluas Akses Pengelolaan Keuangan Perusahaan Secara Digital

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Kemendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Pengawasan Program MBG

Kemendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Pengawasan Program MBG

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Spanduk Raksasa Karhutla Mahasiswa di Dukuh Atas: Hutan Bukan Milik Oligarki

Spanduk Raksasa Karhutla Mahasiswa di Dukuh Atas: Hutan Bukan Milik Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:56 WIB

BRI Hadirkan Qlola Mobile, Permudah Transaksi Bisnis dalam Genggaman

BRI Hadirkan Qlola Mobile, Permudah Transaksi Bisnis dalam Genggaman

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:56 WIB

Amnesty Desak Polisi Cabut Larangan Demo di Bundaran HI: Biarkan Warga Bersuara

Amnesty Desak Polisi Cabut Larangan Demo di Bundaran HI: Biarkan Warga Bersuara

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:55 WIB

BGN Bantah 400 Siswa Keracunan MBG di Dramaga Bogor: yang Benar 40

BGN Bantah 400 Siswa Keracunan MBG di Dramaga Bogor: yang Benar 40

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:54 WIB

Setahun Sekolah Rakyat, Siswa Raih Ratusan Prestasi Nasional dan Internasional

Setahun Sekolah Rakyat, Siswa Raih Ratusan Prestasi Nasional dan Internasional

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:53 WIB

BRI Perkuat Digitalisasi Bisnis Lewat Qlola Mobile, Aktivasi Tanpa ke Cabang

BRI Perkuat Digitalisasi Bisnis Lewat Qlola Mobile, Aktivasi Tanpa ke Cabang

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Review Film Henry's First Date: Misteri Ingatan yang Tereset Setiap Pagi

Review Film Henry's First Date: Misteri Ingatan yang Tereset Setiap Pagi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:50 WIB

×