- Produksi pupuk dan nonpupuk Petrokimia Gresik mencapai 6,59 juta ton hingga September 2026.
- Inovasi pabrik amoniak menekan kehilangan produk hingga nol dan menghemat Rp9,5 miliar.
- Petrokimia Gresik memperkuat kesiapan pasokan pupuk untuk musim tanam Oktober–Maret.
Suara.com - PT Petrokimia Gresik mencatatkan total produksi pupuk dan nonpupuk mencapai 6,59 juta ton hingga September 2026. Perusahaan mengandalkan optimalisasi pabrik dan inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi sekaligus menekan kehilangan produk yang berpotensi menggerus efisiensi operasional.
Dari total produksi tersebut, lebih dari 4 juta ton merupakan produk pupuk, sedangkan hampir 2,5 juta ton berasal dari bahan kimia dasar dan produk nonpupuk. Produksi tersebut menopang kebutuhan sektor pertanian sekaligus memasok bahan baku bagi berbagai industri nasional.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan capaian produksi tersebut tidak terlepas dari upaya perusahaan meningkatkan keandalan operasional, efisiensi, dan efektivitas proses produksi.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah inovasi GIO FILTER 1B di Pabrik Amoniak 1B. Inovasi melalui penambahan Molecular Dryer Filter 154-LC tersebut berhasil menekan kehilangan potensi produksi amoniak dari sebelumnya 13.409,21 ton menjadi nol pada unit yang ditangani.
Selain mengurangi kehilangan produk, inovasi tersebut meningkatkan produksi harian amoniak dari 1.970,21 ton menjadi 2.000 ton. Perusahaan juga melaporkan efisiensi biaya mencapai Rp9,5 miliar.
“Capaian produksi ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan besarnya tanggung jawab Petrokimia Gresik dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan industri,” ujar Daconi dalam keterangan di Gresik, Jawa Timur, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, peningkatan keandalan fasilitas produksi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga pasokan pupuk dan bahan kimia dasar secara berkelanjutan. Perusahaan terus mengoptimalkan kemampuan pabrik agar produktivitas tetap terjaga sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Di sisi lain, Petrokimia Gresik memperkuat koordinasi dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mengantisipasi kebutuhan pupuk pada musim tanam Oktober 2026–Maret 2027.
Koordinasi tersebut mencakup penyelarasan kapasitas produksi, ketersediaan stok, dan kebutuhan penyaluran pupuk bersubsidi. Langkah ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan petani sesuai alokasi dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
![Petani di Indonesia. [Dok. Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/23/21308-petani-sawah.jpg)
“Memasuki musim tanam, ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor penting yang mendukung aktivitas petani. Karena itu, kami terus memperkuat koordinasi bersama Pupuk Indonesia Grup agar kesiapan produksi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan penyaluran,” kata Daconi.
Petrokimia Gresik menilai peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi menjadi bagian penting dalam menjaga kontribusi perusahaan terhadap sektor pertanian dan industri. Dengan optimalisasi operasional serta pengembangan inovasi, perusahaan berupaya memperkuat kemampuan pasokan di tengah kebutuhan pupuk dan bahan kimia yang berkelanjutan.
Daconi menegaskan perusahaan akan terus meningkatkan kemampuan produksinya untuk mendukung produktivitas pertanian sekaligus memenuhi kebutuhan industri nasional.