Bantu Petani Hadapi Kekeringan, Pupuk Indonesia Bangun Irigasi di 5 Daerah

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:43 WIB
Bantu Petani Hadapi Kekeringan, Pupuk Indonesia Bangun Irigasi di 5 Daerah
PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Rabu Biru Foundation meresmikan Program Mata Air Indonesia di Kelurahan Mertelu, Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (24/10/2026). (DOK/Pupuk Indonesia)

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Rabu Biru Foundation meresmikan Program Mata Air Indonesia di Kelurahan Mertelu, Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (24/10/2026). Program yang diinisasi Pupuk indonesia melalui kolaborasi dengan Rabu Biru Foundation ini bertujuan membantu petani di lahan tadah hujan mendapatkan akses air, terutama saat musim kemarau.
 
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung keberlanjutan pertanian. Melalui penyediaan infrastruktur air dan pendampingan petani, program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
 
"Ketersediaan air merupakan faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pertanian. Tanpa pasokan air yang memadai, potensi lahan dan penggunaan pupuk belum tentu dapat menghasilkan panen secara optimal," ujar Rahmad saat hadir di Gunungkidul.
 
Program Mata Air Indonesia merupakan wujud Creating Shared Value atau penciptaan nilai bersama dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Indonesia. Pupuk Indonesia merealisasikan Program Mata Air Indonesia di lima daerah termasuk Gunungkidul. Adapun empat wilayah lainnya adalah Grobogan (Jawa Tengah), Pacitan (Jawa Timur), Sampang (Jawa Timur), dan Kupang (Nusa Tenggara Timur).
 
“Pupuk dan air sangat penting bagi pertanian. Pupuk Indonesia tidak bisa bekerja sendiri dan perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya Rabu Biru Foundation, untuk menghadirkan manfaat bagi petani di lima daerah,” tandasnya kembali.
 
Bantuan yang diberikan mencakup pembangunan infrastruktur air pertanian, berupa sumur bor, pompa air, panel surya, tangki penampung, dan jaringan pipa untuk mengalirkan air ke lahan pertanian.

Dalam program ini, dikatakan Rahmad, para petani juga mendapatkan pelatihan budidaya satu musim tanam, penggunaan varietas unggul yang adaptif terhadap kondisi kering, perawatan sumur bor, serta penanganan pascapanen.
 
Di Mertelu-Gunungkidul lahan pertanian penerima manfaat merupakan lahan tadah hujan dengan karakteristik tanah kering dan kawasan karst berbatu. Karena itu ketersediaan air menjadi tantangan bagi petani, terutama saat musim kemarau berkepanjangan.
 
Untuk membantu menjawab kebutuhan tersebut, Pupuk Indonesia membangun sumur bor sedalam 103 meter, tandon air beton berkapasitas 20.000 liter, serta jaringan pipa irigasi untuk mengalirkan air ke lahan pertanian.

Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung pengairan lahan seluas 28 hektare dan memberikan manfaat bagi 93 petani penerima pupuk bersubsidi di wilayah tersebut.
 
Sistem pengairan ini dilengkapi pompa air yang ditunjang panel surya untuk membantu mengalirkan air dari sumur menuju tangki penampung dan lahan pertanian. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan membantu petani menjaga kegiatan budidaya, meningkatkan produktivitas panen, dan mengurangi risiko akibat keterbatasan air.
 
Rahmad berharap fasilitas sumur bor, pompanisasi, dan jaringan irigasi yang telah dibangun dapat dijaga serta dirawat bersama oleh masyarakat dan kelompok tani.

Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan dan mendukung kesejahteraan petani dalam jangka panjang.
 
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto sekaligus Ketua Dewan Pembina Rabu Biru Foundation berharap bantuan infrastruktur air ini dapat memberikan manfaat nyata bagi petani, terutama dalam menghadapi musim kemarau. Ketersediaan air diharapkan membantu petani menjaga keberlangsungan budidaya dan meningkatkan produktivitas pertanian.
 
“Kerja sama ini tidak hanya berhenti di sini. Kami berharap, ke depan, program serupa dapat hadir di daerah-daerah lain yang membutuhkan agar semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.
 
Salah petani penerima manfaat, Suyoto menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation. Menurutnya, bantuan ini mampu menjadi solusi bagi petani yang selalu menghadapi kendala kekurangan air selama musim kemarau.
 
"Dengan bantuan ini harapannya hasil panen kami lebih melimpah. Tentunya meningkatkan kesejahteraan bagi petani di Mertelu," ujarnya singkat.
 
Selain mendukung sektor pertanian, dalam kegiatan peresmian di Gunungkidul, Pupuk Indonesia juga menyalurkan bantuan satu unit ambulans melalui Yayasan Sehat Hijau Sejahtera Yogyakarta. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat layanan kesehatan dan penanganan darurat medis bagi masyarakat.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petani Transmigrasi Bangka Selatan Bidik Pasar SPPG, 107 Kg Sayuran Mulai Dipanen

Petani Transmigrasi Bangka Selatan Bidik Pasar SPPG, 107 Kg Sayuran Mulai Dipanen

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kacang Hijau: Penyelamat Sawah Saat Kemarau dan Jalan Rezeki Tak Terduga

Kacang Hijau: Penyelamat Sawah Saat Kemarau dan Jalan Rezeki Tak Terduga

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Pemerintahan Prabowo Dorong Kesejahteraan Petani

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Pemerintahan Prabowo Dorong Kesejahteraan Petani

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:54 WIB

FARMRISE Diluncurkan, Perluas Akses Digital bagi Petani Indonesia

FARMRISE Diluncurkan, Perluas Akses Digital bagi Petani Indonesia

Foto | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Diskusi Film Karst: Petani Pracimantoro Soroti Ancaman Tambang Semen

Diskusi Film Karst: Petani Pracimantoro Soroti Ancaman Tambang Semen

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Arif Rahman Resmi Pimpin Petani NasDem, Bidik Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Arif Rahman Resmi Pimpin Petani NasDem, Bidik Kesejahteraan Petani dan Nelayan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Pupuk Indonesia Transformasi Tata Kelola Pupuk demi Petani

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Pupuk Indonesia Transformasi Tata Kelola Pupuk demi Petani

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Dari Bibit hingga Panen, Ini Tantangan Petani Sawit Swadaya

Dari Bibit hingga Panen, Ini Tantangan Petani Sawit Swadaya

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:53 WIB

KDMP Kini Jadi Saluran Pupuk Bersubsidi Petani

KDMP Kini Jadi Saluran Pupuk Bersubsidi Petani

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Terkini

Perang Arab Saudi, Pecahan Rudal Houthi Ditemukan Dekat Masjidil Haram

Perang Arab Saudi, Pecahan Rudal Houthi Ditemukan Dekat Masjidil Haram

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Kenaikan Biaya Hidup Bikin Tabungan Masyarakat Menipis, Saldo Rata-Rata Cuma Rp 1,67 Juta

Kenaikan Biaya Hidup Bikin Tabungan Masyarakat Menipis, Saldo Rata-Rata Cuma Rp 1,67 Juta

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Review Novel Cinta Lama Karya Puthut EA: Tak Semua Kenangan Ingin Kembali

Review Novel Cinta Lama Karya Puthut EA: Tak Semua Kenangan Ingin Kembali

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:30 WIB

2 Tahun Gerak Nyata, Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi Lewat B50

2 Tahun Gerak Nyata, Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi Lewat B50

Jawa Tengah | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Bintik Hitam pada Mukena? Ini 5 Bahan Sederhana yang Ampuh

Bagaimana Cara Menghilangkan Bintik Hitam pada Mukena? Ini 5 Bahan Sederhana yang Ampuh

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:21 WIB

4 Tone Up Sunscreen Hyaluronic Acid, Bikin Cerah Seketika Bebas Dehidrasi

4 Tone Up Sunscreen Hyaluronic Acid, Bikin Cerah Seketika Bebas Dehidrasi

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Bukan Kopdes, Suahasil Minta Gaji PNS hingga Dana Pensiun Langsung Disalurkan ke Rekening

Bukan Kopdes, Suahasil Minta Gaji PNS hingga Dana Pensiun Langsung Disalurkan ke Rekening

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:14 WIB

Kabar Buruk dari Italia, Jay Idzes Kabarnya Masih Absen Bela Timnas Indonesia pada November

Kabar Buruk dari Italia, Jay Idzes Kabarnya Masih Absen Bela Timnas Indonesia pada November

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:12 WIB

Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Apakah Sekolah Libur? Begini Ketentuan Resminya

Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Apakah Sekolah Libur? Begini Ketentuan Resminya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:12 WIB

Pengobatan Kanker Bukan Perjalanan Singkat, Pentingnya Layanan yang Terintegrasi

Pengobatan Kanker Bukan Perjalanan Singkat, Pentingnya Layanan yang Terintegrasi

Health | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:09 WIB

×