Pupuk Indonesia Bidik Investasi Rp10 Triliun untuk Pengembangan Ammonia Hub di Batam

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Senin, 02 November 2026 | 18:44 WIB
Pupuk Indonesia Bidik Investasi Rp10 Triliun untuk Pengembangan Ammonia Hub di Batam
Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis (kiri), Dirut PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi (kanan), di Gedung BP Batam, Senin (2/11/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjajaki pengembangan Ammonia Hub di Batam, Kepulauan Riau, dengan kebutuhan investasi sekitar US$500 juta atau setara Rp8 triliun hingga Rp10 triliun. Pengembangan ini diarahkan untuk memperkuat industri berbasis amonia sekaligus membuka peluang pemanfaatannya di sektor maritim.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi menjelaskan, rencana pengembangan Ammonia Hub di Batam mencakup pembangunan fasilitas produksi amonia. Saat ini, Pupuk Indonesia bersama BP Batam masih mengevaluasi sejumlah lokasi potensial serta membahas kepastian pasokan gas alam sebagai bahan baku produksi.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis menyebut, kebutuhan investasi untuk pengembangan fasilitas tersebut mencapai Rp8 triliun hingga Rp10 triliun.

Rahmad mengatakan, pengembangan industri berbasis gas alam sejalan dengan mandat Pupuk Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian industri nasional. Gas alam menjadi bahan baku penting dalam produksi amonia yang selama ini dimanfaatkan untuk mendukung industri pupuk.

"Kita sudah bangun pabrik amonia ini bukan pertama kali untuk Pupuk Indonesia. Kita sudah bangun di mana-mana. Jadi yang kita butuhkan adalah kepastian lahan. Kemudian nanti bahan baku, yaitu gas alam, dari BP Batam juga akan ikut mendorong itu," ujar Rahmad, dalam sesi doorstop usai kegiatan di Gedung BP Batam, Senin (2/11/2026).

Kebutuhan Gas Capai 100 Juta Kaki Kubik per Hari

Dalam rencana pengembangan Ammonia Hub, kepastian pasokan gas alam menjadi salah satu aspek penting yang perlu disiapkan. Rahmad menyebut, satu fasilitas produksi amonia membutuhkan sekitar 100 juta kaki kubik gas alam per hari.

Selain pasokan bahan baku, pemilihan lokasi juga menjadi bagian dari pembahasan Pupuk Indonesia bersama BP Batam. Lokasi yang disiapkan perlu mendukung kebutuhan operasional industri sekaligus selaras dengan rencana pengembangan kawasan di Batam.

Rahmad menjelaskan, pembangunan fasilitas produksi amonia membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. Proyek ini juga berpotensi menyerap hingga 8.000 tenaga kerja selama masa konstruksi.

baca juga

"Kalau untuk pabrik amonia itu selama masa konstruksi bisa menyerap sampai 8.000 pekerja. Selama masa konstruksi dan konstruksinya selama tiga tahun," kata Rahmad.

Ammonia Hub Buka Peluang Pasar Maritim

Pengembangan Ammonia Hub di Batam juga diarahkan untuk menangkap peluang pemanfaatan amonia di sektor maritim. Seiring dengan upaya industri pelayaran menekan emisi, amonia mulai mendapat perhatian sebagai salah satu alternatif bahan bakar kapal.

Rahmad menilai, posisi Batam yang strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dapat mendukung pengembangan ekosistem industri dan distribusi amonia untuk kebutuhan sektor maritim.

Ia mencontohkan Singapura yang mulai mengembangkan fasilitas bunkering amonia. Menurut Rahmad, langkah ini dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengambil peran dalam rantai pasok amonia di kawasan.

"Singapura kalau tahun 60-an membangun kilangnya, kemudian bunkering, mengimpor crude oil-nya. Sekarang mereka membangun bunkering amonia, tapi amonia yang diimpor dari Indonesia," ujar Rahmad.

Ia berharap Batam dapat berkembang menjadi pusat maritim yang memiliki peran strategis seperti Rotterdam, Antwerp, dan Jurong. Pengembangan Ammonia Hub diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari penguatan ekosistem industri dan maritim di kawasan tersebut.

BP Batam Fasilitasi Kebutuhan Lahan dan Infrastruktur

Fary menambahkan, penyediaan lahan menjadi salah satu aspek yang akan difasilitasi dalam penjajakan pengembangan Ammonia Hub. BP Batam bersama Pupuk Indonesia tengah mengidentifikasi sejumlah lokasi yang berpotensi mendukung kebutuhan proyek.

"Pertama, tentu kebutuhan terhadap alokasi lahan itu menjadi poin penting yang perlu kita fasilitasi. Ini sudah ada beberapa informasi-informasi, nanti kita akan dalami, baik yang ada kaitannya dengan kawasan industri maupun di kawasan-kawasan lain," kata Fary.

Dalam proses penentuan lokasi, sejumlah aspek akan dipertimbangkan, mulai dari kesesuaian tata ruang hingga kedekatan dengan akses pelabuhan, sumber air, dan energi. Ketersediaan infrastruktur pendukung diperlukan agar kawasan dapat menunjang aktivitas industri amonia.

Fary menambahkan, BP Batam akan membentuk tim teknis bersama Pupuk Indonesia ketika proyek telah memasuki tahap ready to invest. Tim tersebut akan membahas kebutuhan proyek secara lebih terperinci, termasuk aspek teknis dan perizinan.

"Kalau sudah masuk dalam ready to invest, BP Batam akan membentuk tim bersama dengan teman-teman di Pupuk Indonesia. Kami sudah tunjuk beberapa direktur kami dan juga dari Pupuk Indonesia untuk melakukan komunikasi lebih teknis," ujarnya.

Pengembangan Ammonia Hub di Batam masih bergantung pada kesiapan sejumlah aspek, terutama kepastian lahan dan pasokan gas alam. Pupuk Indonesia dan BP Batam akan melanjutkan pembahasan untuk mematangkan kebutuhan proyek sebelum masuk ke tahap investasi dan pembangunan.***

Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantu Petani Hadapi Kekeringan, Pupuk Indonesia Bangun Irigasi di 5 Daerah

Bantu Petani Hadapi Kekeringan, Pupuk Indonesia Bangun Irigasi di 5 Daerah

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Pupuk Indonesia Transformasi Tata Kelola Pupuk demi Petani

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Pupuk Indonesia Transformasi Tata Kelola Pupuk demi Petani

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Pupuk Indonesia Pastikan Kesiapan Stok Nasional 1,81 Juta Ton Sambut Musim Tanam

Pupuk Indonesia Pastikan Kesiapan Stok Nasional 1,81 Juta Ton Sambut Musim Tanam

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:03 WIB

PT Pupuk Indonesia Revitalisasi 8 Pabrik untuk Perkuat Ketahanan Pangan

PT Pupuk Indonesia Revitalisasi 8 Pabrik untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo dan Angkasa Pura Didorong untuk IPO

Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo dan Angkasa Pura Didorong untuk IPO

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:04 WIB

Terkini

Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek

Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 18:45 WIB

Ulasan Stock Struck: Saat Pemula Nekat Main Saham dan Berujung Kena Mental

Ulasan Stock Struck: Saat Pemula Nekat Main Saham dan Berujung Kena Mental

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:45 WIB

Pupuk Indonesia Bidik Investasi Rp10 Triliun untuk Pengembangan Ammonia Hub di Batam

Pupuk Indonesia Bidik Investasi Rp10 Triliun untuk Pengembangan Ammonia Hub di Batam

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:44 WIB

Singapura Bisa Gelap Gulitas, Bahlil Batalkan Rencana Ekspor Listrik

Singapura Bisa Gelap Gulitas, Bahlil Batalkan Rencana Ekspor Listrik

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:44 WIB

Apakah Face Tonic dan Toner Bisa Dipakai Bersamaan? Ini Cara Pakai yang Benar

Apakah Face Tonic dan Toner Bisa Dipakai Bersamaan? Ini Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:42 WIB

Ratusan Museum dan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Ratusan Museum dan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 18:42 WIB

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:40 WIB

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:39 WIB

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:38 WIB

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

×