Rupiah Terus Tertekan ke Level Rp18.156 per Dolar AS di Awal November

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Senin, 02 November 2026 | 10:20 WIB
Rupiah Terus Tertekan ke Level Rp18.156 per Dolar AS di Awal November
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Antara]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah di pasar keuangan melemah ke level Rp18.156 per dolar AS pada 2 November 2026.
  • Analis Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah disebabkan sentimen domestik, data inflasi, perdagangan, serta aksi jual investor asing.
  • Mayoritas mata uang Asia ikut bergerak melemah di tengah penguatan indeks Dolar Amerika Serikat.

Suara.com - Rupiah masih melemah di pasar keuangan pada awal bulan November (2/11/2026). Hal ini seiring dengan indeks Dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp18.156 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut melemah 9 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.147 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan ini didorong oleh sentimen domestik. Salah satunya data inflasi hingga perdagangan.

"Rupiah diperkirakan dibuka datar, dengan investor menantikan serentetan data ekonomi domestik siang ini diantaranya inflasi dan perdagangan," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia menambahkan, faktor global juga bisa memberikan penguatan pada rupiah. Salah satunya, harga minyak mentah dunia yang  turun oleh harapan perundingan damai untuk mengakhiri perang AS Iran dapat mendukung rupiah.

Namun, tingginya modal asing yang keluar terus menekan rupiah hingga sore nanti.

Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]
Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]

"Sentimen domestik umumnya masih lemah oleh sell off asing di pasar ekuitas. Mata uang Asia umumnya terpatau dibuka melemah. Range Rp18.100 hingga Rp18.200," jelasnya.

Sementara itu, mayoritas mata uang Asia bergerak fluktuatif.  Rinciannya won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,37 persen Disusul, ringgit Malaysia yang ambles 0,25 persen.

Selanjutnya ada dolar Taiwan tertekan 0,19 persen dan yen Jepang terkoreksi 0,18 persen. Lalu, dolar Singapura tergelincir 0,09 persen. 

baca juga

Berikutnya, yuan China terdepresiasi 0,01 persen dan dolar Hong Kong melemah tipis 0,004 persen di pagi ini.

Sedangkan, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah menanjak 0,04 persen. Kemudian ada baht Thailand terlihat menguat tipis 0,02 persen terhadap the greenback.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melemah, Rupiah Masih Huni di Level Rp18.080

Melemah, Rupiah Masih Huni di Level Rp18.080

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Rupiah Masih Loyo ke Level Rp18.062 per Dolar AS

Rupiah Masih Loyo ke Level Rp18.062 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Penyebab Rupiah Meloyo dan Betah di Level Rp18.000 Hari Ini

Penyebab Rupiah Meloyo dan Betah di Level Rp18.000 Hari Ini

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Rupiah Makin Sengsara, Merosot ke Level Rp18.052 per Dolar Amerika Serikat

Rupiah Makin Sengsara, Merosot ke Level Rp18.052 per Dolar Amerika Serikat

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Gegara Bank Indonesia, Rupiah Kembali ke Level Rp18.000

Gegara Bank Indonesia, Rupiah Kembali ke Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:24 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Level Rp17.985

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Level Rp17.985

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Mulai Perlahan Naik Jadi Rp2.531.000/Gram

Harga Emas Antam Mulai Perlahan Naik Jadi Rp2.531.000/Gram

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 10:20 WIB

Anomali Keamanan INDODAX, Tak Ditemukan Transfer Ilegal dan Kebocoran Data

Anomali Keamanan INDODAX, Tak Ditemukan Transfer Ilegal dan Kebocoran Data

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 10:14 WIB

Viral Suami Beristri Spek Bidadari Diduga Selingkuh dengan Wanita Mirip Jokowi

Viral Suami Beristri Spek Bidadari Diduga Selingkuh dengan Wanita Mirip Jokowi

News | Senin, 02 November 2026 | 10:13 WIB

Catat! Ini Daftar Pekerja yang Tidak Bisa Dapat BSU 2026 Menurut Permenaker Terbaru

Catat! Ini Daftar Pekerja yang Tidak Bisa Dapat BSU 2026 Menurut Permenaker Terbaru

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 10:12 WIB

Pajak Pembalut vs Kondom: Menakar Keadilan Transaksi Kesehatan Perempuan

Pajak Pembalut vs Kondom: Menakar Keadilan Transaksi Kesehatan Perempuan

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 10:10 WIB

Cara Menemukan File dan Aplikasi yang Memakan Ruang di HP Android

Cara Menemukan File dan Aplikasi yang Memakan Ruang di HP Android

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 10:01 WIB

Laut Bercerita, Kisah Masa Lalu yang Terasa Dekat dengan Indonesia Hari Ini

Laut Bercerita, Kisah Masa Lalu yang Terasa Dekat dengan Indonesia Hari Ini

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 10:00 WIB

Pemerintah Atur Tarif Angkutan Barang Penyeberangan Mulai 2027

Pemerintah Atur Tarif Angkutan Barang Penyeberangan Mulai 2027

Foto | Senin, 02 November 2026 | 10:00 WIB

Viral Warga Threads Obral Jasa dan Produk Gratis Bila Prabowo Lengser

Viral Warga Threads Obral Jasa dan Produk Gratis Bila Prabowo Lengser

News | Senin, 02 November 2026 | 09:59 WIB

Bos CFX Ungkap Biang Kerok Penyebab Pasar Kripto RI Loyo

Bos CFX Ungkap Biang Kerok Penyebab Pasar Kripto RI Loyo

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 09:55 WIB

×