- Binance mengalami penarikan dana bersih sebesar US$ 4,7 miliar akibat peretasan yang terjadi di platformnya.
- Manajemen Binance berhasil memulihkan akses penarikan dana pelanggan pada hari Minggu dengan mengganti seluruh kerugian secara penuh.
- Total aset kelolaan Binance tetap kokoh di angka US$ 157 miliar meskipun menghadapi gelombang penarikan dana masif.
Suara.com - Binance, dilaporkan mengalami lonjakan arus keluar dana bersih (net outflow) hingga menyentuh angka US$ 4,7 miliar atau setara dengan Rp 85,32 triliun. Gelombang penarikan dana bervolume masif ini terjadi seketika setelah manajemen kembali mengaktifkan layanan penarikan dana (withdrawal) pasca-insiden peretasan bersejarah yang merugikan bursa senilai US$ 6,3 miliar (sekitar Rp 114 triliun).
Meski nominal arus keluar tersebut terlihat sangat fantastis bagi ukuran institusi keuangan konvensional, besaran dana yang keluar sejatinya hanya merepresentasikan porsi yang teramat kecil dari total kekayaan aset yang bersarang di platform tersebut.
Seorang juru bicara perusahaan pada hari Senin mengonfirmasi bahwa akumulasi arus keluar bersih saat ini—yang dikalkulasi dari selisih antara total penarikan dan setoran baru—hanya bertengger di kisaran 3 persen dari keseluruhan aset yang dikelola platform.
Pihak bursa tidak menampik bahwa seluruh metrik lalu lintas dana telah berubah drastis sejak pelanggan mendapatkan kembali akses mereka, namun rasio kerugian bursa dipastikan masih dalam batas yang sangat terkendali. Tren volume penarikan dinilai masih sejalan dengan proyeksi toleransi manajemen, sementara di sisi lain, laju setoran dana segar dari pengguna justru diklaim "terus meningkat".
Respons tanggap dan ketangkasan operasional Binance dalam memitigasi krisis perampokan siber—yang diyakini didalangi oleh peretas Korea Utara—menuai apresiasi positif dari kalangan pialang (trader) maupun penggerak pasar institusional (market maker).
Ketika aset triliunan rupiah lenyap diretas, jajaran eksekutif Binance bergerak cepat berkoordinasi dengan jaringan mitra industri serta institusi pemerintah terkait guna membekukan seluruh aktivitas mencurigakan dan melangsungkan investigasi tertutup. Hasil dari mitigasi cepat tersebut membuat Binance sukses memulihkan akses dana pelanggan pada hari Minggu, jauh melampaui tenggat waktu yang dijanjikan.
Lebih dari itu, perusahaan menempuh langkah perlindungan konsumen maksimal dengan menutup seluruh celah kerugian pelanggan secara utuh. Kompensasi penuh ini ditalangi menggunakan kombinasi pencadangan laba kas internal, alokasi dana darurat, hingga pencairan klaim asuransi. Upaya luar biasa yang dieksekusi Binance ini dipuji sebagai tindakan yang "sungguh luar biasa," sebut Co-founder Areta, Karl-Martin Ahrend.
Pimpinan firma konsultan aset digital tersebut memaklumi dinamika yang sedang terjadi di pasar. Ia menilai bahwa lonjakan arus keluar dana maupun penyesuaian portofolio oleh para pialang adalah reaksi yang "sangat wajar," sekaligus menegaskan bahwa insiden ini tidak akan memicu sentimen kehancuran jangka panjang bagi bursa tersebut.
Optimisme serupa tecermin dari stabilnya pergerakan grafik pasar aset digital secara umum usai badai peretasan menghantam. Harga Bitcoin, yang kerap dijadikan acuan utama kebugaran industri kripto, terpantau tidak banyak mengalami gejolak dan stabil diperdagangkan di sekitar level US$ 77.830 pada awal pekan waktu New York.
Bertahannya kepercayaan para pialang ini berakar kuat pada analisis bahwa Binance memiliki ketahanan neraca keuangan (balance sheet) yang teramat tangguh untuk menangkis gempuran serangan siber selevel ini.
Fakta tersebut diperkuat oleh pernyataan juru bicara perusahaan yang merinci bahwa hingga hari Senin, total aset kelolaan Binance masih sangat kokoh di angka US$ 157 miliar. Kalkulasi internal ini bahkan telah memperhitungkan seluruh variabel kerugian, mulai dari dampak peretasan, gelombang penarikan dana susulan, hingga efek dari fluktuasi harga aset.
Selain itu, tingginya angka penarikan yang terekam di sistem tidak semata-mata berasal dari kepanikan nasabah. Co-CEO Binance, Yi He, sebelumnya telah memberikan klarifikasi bahwa bursa juga secara aktif melakukan pemindahan jutaan aset antar-dompet (wallet) internal sebagai bagian dari protokol penebalan arsitektur keamanan.
Dari kacamata analis finansial, angka outflow sebesar US$ 4,7 miliar hanyalah riak kecil jika disandingkan dengan skala perputaran modal Binance. Kepala Pasar FalconX, Joshua Lim, membuat estimasi kasar bahwa pendapatan kotor (gross) tahunan yang diraup Binance berada di kisaran US$ 10 miliar hingga US$ 20 miliar.
Angka ini didapat dari analisis transparansi biaya, rekapitulasi volume perdagangan harian, serta pernyataan finansial jajaran eksekutif.
"Meskipun kerugian ini merusak reputasi industri, kami yakin Binance memiliki kekuatan finansial untuk kembali beroperasi secara normal," kata Lim.