- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan komitmen ekspor langsung sumber daya alam kepada Presiden Prabowo Subianto.
- Pemerintah mewajibkan pengiriman komoditas langsung ke negara tujuan seperti Jepang dan Eropa tanpa transit di negara perantara.
- Kebijakan penghapusan negara transit ini bertujuan memperkuat neraca perdagangan serta memaksimalkan nilai tambah ekonomi bagi dalam negeri.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) secara langsung ke negara tujuan tanpa melalui negara perantara.
Bahlil menyampaikan bahwa langkah tersebut konsisten ia laporkan kepada Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat neraca perdagangan dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kalau itu saya sering melaporkan kepada Bapak Presiden. Bahwa neraca perdagangan kita ini kan kita harus betul-betul melihat sebagai bagian daripada pondasi pertumbuhan ekonomi kita," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta yang dikutip pada Rabu (4/11/2026).
![Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (21/7/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/sgd]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/22/46266-realisasi-devisa-ekspor-batu-bara-kapal-pengangkut-batu-bara-ilustrasi-batu-bara.jpg)
Bahlil yang juga Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi menjelaskan, skema pengiriman langsung ini akan diterapkan pada berbagai negara mitra utama ekspor Indonesia, termasuk Jepang dan kawasan Eropa.
Melalui mekanisme transaksi langsung tanpa perantara, pemerintah bertujuan memastikan seluruh nilai tambah komoditas SDA dan pencatatan neraca perdagangan memberikan dampak maksimal bagi perekonomian dalam negeri.
"Jadi kalau kita mau ekspor ke Jepang, mau ekspor ke Eropa, sekarang kita lagi mendorong untuk langsung dari negara kita ke negara tujuan ekspor," katanya.
Sebelumnya, Bahlil juga memerintahkan anak buahnya untuk langsung eskpor ke negara tujuan tanpa harus transit. Selama ini, memang ekspor produk sumber daya mineral harus transit ke negara Singapura.
"Saya perintahkan lewat forum ini jangan lagi ada pengiriman sumber daya alam kita kalau kita ekspor lewat transit negara tertentu. Saya nggak mau, nggak boleh lagi sumber daya alam kita dari sektor ESDM kalau kita mau kirim barang ke China ya dari Jakarta langsung China," ucapnya.
Bahlil merasa kesal dengan praktik ekspor minerba dan LNG selama ini. Sebab, dengan transit itu seolah-olah Minerba dan LNG diakui negara transit tersebut.
"Tidak boleh dari Jakarta mampir negara yang itu hanya stempel, baru dia bilang ini ekspor by negara dia, dari mana barang kau? Langsung aja langsung aja udah lama barang ini tertinggal begini terus. Saya nggak bisa diolah-oleh oleh mereka aja nggak bisa," pungkasnya.