- BPS melaporkan seluruh sektor industri Indonesia tumbuh positif seiring pencapaian ekonomi 5,47 persen pada triwulan III 2026.
- Industri pengolahan mencatat distribusi PDB tertinggi mencapai 19,22 persen dengan pertumbuhan sebesar 5,87 persen.
- Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat tingkat pertumbuhan tertinggi mencapai 11,22 persen.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan seluruh sektor industri Indonesia melonjak di tengah pertumbuhan ekonomi RI yang mencapai 5,47 persen selama triwulan III 2026 atau periode Juni-September.
"Pada triwulan III tahun 2026 secara year-on-year seluruh lapangan usaha tumbuh positif," ungkap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edhy Mahmud dalam konferensi pers yang dipantau virtual, Kamis (5/11/2026).
Dalam paparannya, industri pengolahan mencatatkan distribusi PDB 19,22 persen dengan pertumbuhan 5,87 persen. Kemudian ada sektor pertanian dengan distribusi 13,46 persen dan tumbuh 0,46 persen.
Selanjutnya, sektor perdagangan menyumbang distribusi 13,24 persen dengan capaian pertumbuhan 7,14 persen. Diikuti oleh lapangan usaha konstruksi dengan distribusi 10,20 persen dan tumbuh 6,42 persen.
Sektor pertambangan mencatatkan porsi distribusi sebesar 9,19 persen dengan laju pertumbuhan 0,91 persen. Kemudian ada transportasi dan pergudangan dengan distribusi 6,24 persen yang tumbuh cukup tinggi sebesar 8,03 persen.
Sektor informasi dan komunikasi (Infokom) memberikan distribusi sebesar 4,28 persen dengan pertumbuhan 7,13 persen. Sementara itu, jasa keuangan menyumbang distribusi 4,01 persen dan melesat 8,47 persen.
![Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edhy Mahmud dalam konferensi pers yang dipantau virtual, Kamis (5/11/2026). [Screenshot YouTube BPS]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/11/05/57747-deputi-bidang-neraca-dan-analisis-statistik-bps-moh-edhy-mahmud.jpg)
Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi yakni 11,22 persen, memiliki porsi distribusi sebesar 2,75 persen. Diikuti jasa pendidikan dengan distribusi 2,62 persen dan tumbuh 4,63 persen.
Sektor administrasi pemerintahan menyumbang distribusi 2,48 persen dengan laju pertumbuhan 4,67 persen. Kemudian, sektor real estat memiliki distribusi 2,15 persen dan tumbuh sebesar 4,10 persen.
Sektor jasa lainnya mencatatkan distribusi 2,07 persen dengan pertumbuhan mencapai 8,32 persen. Lalu ada sektor jasa perusahaan dengan distribusi 1,95 persen dan tumbuh 6,77 persen.
Sektor jasa kesehatan menyumbang distribusi sebesar 1,23 persen dengan pertumbuhan 6,97 persen. Sektor pengadaan listrik dan gas menyusul dengan porsi distribusi 1,00 persen dan tumbuh 8,00 persen.
Terakhir, sektor pengadaan air mencatatkan porsi distribusi terkecil terhadap PDB yakni sebesar 0,06 persen dengan laju pertumbuhan 0,28 persen.