- PT Danantara Sumberdaya Indonesia menguji coba portal National Data Intelligence dengan melibatkan seratus perusahaan eksportir.
- Portal tersebut berfungsi mengintegrasikan data perdagangan dan memverifikasi dokumen transaksi untuk mencegah praktik kecurangan ekspor.
- Sistem digital ini ditargetkan resmi diluncurkan penuh oleh pemerintah pada tanggal 1 Januari 2027 mendatang.
Suara.com - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI memastikan pelaporan transaksi ekspor komoditas sumber daya alam strategis akan dilakukan oleh perusahaan melalui portal National Data Intelligence (NADI). Saat ini, sistem tersebut tengah diuji coba melibatkan 100 perusahaan eksportir guna mematangkan kesiapan infrastruktur digital jelang penerapannya pada 1 Januari 2027.
Direktur Utama DSI, Luke Thomas Mahony, menjelaskan portal NADI dirancang untuk mengintegrasikan data perdagangan harian serta memverifikasi dokumen transaksi guna mencegah praktik transfer pricing dan under-invoicing.
Melalui sistem tersebut, eksportir nantinya dapat mengunggah kontrak komersial serta dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang terhubung langsung dengan sistem kepabeanan.

"Ke-100 eksportir ini mewakili sekitar 50 persen dari total nilai komoditas. Melalui uji coba tersebut, ada sekitar 340 kontrak yang sedang diunggah dan diuji," ujar Luke dalam sosialisai perkembangan DHE SDA dan tata kelola ekspor SDA strategis di Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Dalam tahap operasionalnya nanti, DSI akan bertindak sebagai perantara tunggal yang memverifikasi data sebelum dan sesudah proses kepabeanan. . Kendati demikian, Luke menegaskan bahwa kehadiran platform digital ini tidak mengubah struktur kepemilikan barang maupun alur komersial yang berjalan antara eksportir dan pembeli di luar negeri.
"Hubungan perjanjian komersial, arus barang, dan arus pembayaran tetap berada di antara pembeli dan penjual. Kami tidak mengambil alih kepemilikan barang dan tidak terlibat dalam operasional komersial pada tahap ini," tegasnya.
Pemerintah bersama DSI menargetkan sosialisasi teknis lanjutan akan digelar pada pertengahan November, disusul pembukaan pendaftaran akun pada 15 Desember, hingga akhirnya portal NADI siap meluncur penuh secara go-live pada 1 Januari mendatang.
"Secara garis besar, pada 15 November kami akan mengadakan technical briefing untuk menjelaskan perubahan, masukan, dan hal-hal yang diharapkan dari eksportir," jelas Luke.