Suara.com - Liverpool mengumumkan bahwa mereka berhasil meraih keuntungan pertama dalam satu dekade terakhir. Musim lalu, klub dengan julukan The Reds itu sempat terancam tidak boleh tampil di kompetisi Eropa karena rugi 498 juta poundsterling.
Namun, kondisi keuangan Liverpool kini semakin membaik setelah meraih keuntungan 0,9 juta poundsterling. Pemasukan meningkat 19 persen menjadi 255 juta poundsterling dan menempatkan The Reds di posisi 9 dalam daftar yang dikeluarkan liga keuangan Deloitte.
Utang bersih Liverpool memang meningkat dari 12,2 juta poundsterling menjadi 57 juta poundsterling. Akan tetapi, angka itu jauh lebih kecil dibandingkan pada 2010 ketika Femway Sports Group masuk sebagai investor.
“Kami berhasil memperlihatkan kemajuan dari sisi keuangan. Ini menunjukkan bahwa telah terjadi stabilitas di klub dan telah menyiapkan platform untuk tumbuh. Pemasukan juga terus meningkat dari 170 juta poundsterling pada 2009 menjadi 250 juta poundsterling dan sponsor juga terus menunjukkan hasil yang bagus,” kata Ian Ayre, Chief Executive, Liverpool.
“Kami akan terus menambah kekuatan dan juga kedalam dari skuad Liverpool serta terus mengembangkan pemain muda. Dengan dukungan besar dari pemilik kami telah berhasi menghadirkan stabilitas keuangan kembali ke klub ini. Kini kami punya struktur yang tepat,platform dan juga ambisi untuk terus berkembang di lapangan,” lanjutnya. (Caughtoffside)