Sanksi FIFA, Kemenpora: Ini Bukan Kiamat

Yusuf Abdillah, Nikolaus Tolen

Senin, 01 Juni 2015 | 15:00 WIB
Sanksi FIFA, Kemenpora: Ini Bukan Kiamat
Kisruh berkelanjutan menuntut pembenahan dalam tubuh PSSI. [Antara/Agus Bebeng]

Suara.com - FIFA sudah secara resmi menjatuhkan sanksi kepada PSSI untuk tidak terlibat dalam segala kegiatan yang dilaksanakan oleh FIFA.

Meskipun begitu, pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga mengatakan, sanksi lantaran adanya penilain intervensi dari pemerintah teehadap institusi independen Sepak bola Indonesia (PSSI) tersebut bukanlah kiamat.

"Kita tidak perlu menanggapi secara gegabah terhadap sanksi yang dikeluarkan oleh FIFA. Kita harus menanggapi itu dengan kepala dingin, bahwa sepak bola kita tidak berakhir sampai di sini dengan adanya sanksi itu. Ini bukan kiamat," kata staf khusus Kemenpora, Muhammad Khusen Yusuf di Gedung Kemenpora Jakarta, Senin (1/6/2015).

Malah menurutnya, seharusnya Indonesia menjadikan sanksi FIFA ini sebagai sebuah kesempatan untuk membenahi dunia persepakbolaan. Selain itu, sanksi ini juga bisa dijadikan sebagai sebuah bentuk untuk lebih memperhatikan klub dan pemain-pemain yang merupakan aktor utama dalam sepak bola.
Karenanya pengelolaan kompetisi yang transparan sangat diutamakan.

"Justru ini harus kita jadikan sebagai momentum bahwa sepak bola kita bisa mulai dari nol, bagaimana kita kemudian membangun sebuah sistem olahraga, juga bagaimana kita membuat kompetisi yang lebih transparan," kata Yusuf.

Dia pun menegaskan bahwa saat ini pihaknya tidak terlalu mempersoalkan sanksi yang sudah ada tersebut, karena yang menjadi fokus saat ini adalah lebih ke arah internal sepak bola Indonesia sendiri.

"Kita tidak terlalu mempermasalahkan sanksi itu dulu, yang kita fokus bicarakan internal dulu," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Isi Kekosongan Kompetisi, Tim Transisi Siap Gelar Turnamen

Isi Kekosongan Kompetisi, Tim Transisi Siap Gelar Turnamen

Bola | Senin, 01 Juni 2015 | 14:14 WIB

Fadli Zon: Sanksi FIFA ke PSSI Buat Sejarah Sepak Bola Jadi Buram

Fadli Zon: Sanksi FIFA ke PSSI Buat Sejarah Sepak Bola Jadi Buram

Bola | Senin, 01 Juni 2015 | 12:21 WIB

DPR: Sanski FIFA ke PSSI Seperti Malapetaka yang Direncanakan

DPR: Sanski FIFA ke PSSI Seperti Malapetaka yang Direncanakan

Bola | Senin, 01 Juni 2015 | 11:39 WIB

FIFA Hukum PSSI, Persipura Kecewa Berat

FIFA Hukum PSSI, Persipura Kecewa Berat

Bola | Minggu, 31 Mei 2015 | 16:42 WIB

PSSI Dihukum FIFA, Boaz Berpikir Main di Luar Negeri

PSSI Dihukum FIFA, Boaz Berpikir Main di Luar Negeri

Bola | Minggu, 31 Mei 2015 | 15:36 WIB

Sanksi FIFA, Pemerintah Harus Cepat Mainkan Peranan

Sanksi FIFA, Pemerintah Harus Cepat Mainkan Peranan

Bola | Minggu, 31 Mei 2015 | 14:47 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×