Diprotes Peserta, Hasil "Drawing" Grup Dibatalkan

Syaiful Rachman

Selasa, 27 Oktober 2015 | 06:00 WIB
Diprotes Peserta, Hasil "Drawing" Grup Dibatalkan
Ilustrasi bola indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - Panitia pelaksana turnamen Habibie Cup di Stadion Gelora Mandiri Parepare, Sulawesi Selatan, 28 Oktober - 10 November 2015, membatalkan hasil 'drawing' atau pembagian grup yang telah dirilis setelah munculnya sejumlah protes dari klub peserta turnamen.

Sekretaris Panpel Habibie Cup 2015, Ibrahim Manisi saat dihubungi dari Makassar, Senin (26/10/2015), mengakui pembatalan itu bukan hanya karena adanya protes dari klub peserta namun memang telah terjadi kesalahan komunikasi dengan pihak seksi pertandingan.

"Ternyata catatan dari seksi pertandingan (soal pembagian grup) belum mendapat persetujuan dari ketua Panpel namu terlanjur saya informasikan ke media. Saya pribadi ataupun panpel meminta maaf atas kesalahan ini," jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk hasil pembagian grup ini sebenarnya tidak salah seluruhnya. Sebab untuk para pemimpin setiap pool sudah sesuai dengan kesepatan pihak penyelenggara yakni menempatkan Persipare di Grup A, Sidrap United (Grup B), Persipal Jafpa Palu (Grup C) serta PSM Makassar menempati pool D.

Untuk pemilihan pemimpin pool, kata dia, dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan diantaranya Persipare merupakan tim tuan rumah. Adapun Sidrap United mewakili wilayah Ajattapareng, PSM mewakili wilayah Selatan dan memang selalu rutin ikut turnamen.

Sedangkan untuk Persipal Jafpa Palu, lanjut dia, mendapatkan kepercayan mengisi pool C karena menjadi wakil dari tim dari luar Sulsel.

Mengenai tim mana saja yang akan menemani para tim itu di grup atau pool masing-masing, kata dia, baru akan diketahui setelah proses drawing yang juga dirangkaian dengan pelaksanaan rapat manajer bersama selurh peserta, 27 Oktober.

"Untuk proses drawingnya akan kita laksanakan bersamaan dengan acara technical meeting pada Selasa malam. Seluruh tim akan hadir dan menyaksikan secara langsung proses pengundian grup masing-masing," katanya.

Sebelumnya, panpel merilis pembagian grup yang mana untuk Pool A dihuni Persibone, PS ASA Sulbar dan tuan rumah Persipare Parepare.

Selanjutnya untuk Pool B dihuni tiga tim bertabur bintang yakni Sidrap United, Gaswa Enrekang dan Perssin Sinjai. Adapun Pool C juga dihuni Persipal Jafpa (Palu), Persim Maros, dan Persiban Kabupaten Bantaeng, serta pool D yakni PSM Makassar, Sandep Polman dan Gaswa Wajo.

Keputusan itu langsung mendapat protes dari Gabungan Sepak Bola Massenrempulu (Gasma) Enrekang yang mengaku tidak setuju dengan sistem atau cara pembagian grup yang dilakukan panitia karena tidak melibatkan tim peserta.

"Aturan seperti apa yang digunakan panitia yang tiba-tiba membagi grup tanpa mengundang tim peserta atau tim yang berlaga. Kami akan protes masalah ini secara langsung, Selasa nanti," jelas Ketua Asosiasi PSSI Enrekang, Chairul La Tinro. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

PSM Makassar Belanja Besar-Besaran, 10 Pemain Asing Sudah Dikunci

PSM Makassar Belanja Besar-Besaran, 10 Pemain Asing Sudah Dikunci

Sulsel | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:39 WIB

Viral Batu Suci Umat Hindu 31 Ton Ditemukan Pasca Banjir Nepal, Faktanya Seperti Ini

Viral Batu Suci Umat Hindu 31 Ton Ditemukan Pasca Banjir Nepal, Faktanya Seperti Ini

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Aksi Represif Polisi di Demo DPR: Sweeping hingga Gas Air Mata Ditembakkan Langsung ke Massa

Aksi Represif Polisi di Demo DPR: Sweeping hingga Gas Air Mata Ditembakkan Langsung ke Massa

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Kades Undar Andir Serang Diciduk Polisi Usai Kepergok Beli Narkoba, Ngaku Sudah 5 Kali Pakai

Kades Undar Andir Serang Diciduk Polisi Usai Kepergok Beli Narkoba, Ngaku Sudah 5 Kali Pakai

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:35 WIB

BPS Jawab Pertanyaan soal Perubahan Desil: Untuk Hindari Prasangka

BPS Jawab Pertanyaan soal Perubahan Desil: Untuk Hindari Prasangka

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34 WIB

Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?

Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Kramat Jati Bersolek, Pramono Anung: Pedagang Kaki Lima Resmi Direlokasi ke Dalam Pasar

Kramat Jati Bersolek, Pramono Anung: Pedagang Kaki Lima Resmi Direlokasi ke Dalam Pasar

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Jaringan Layanan Motor Listrik OMOWAY Kini Jangkau Berbagai Kota Besar di Indonesia

Jaringan Layanan Motor Listrik OMOWAY Kini Jangkau Berbagai Kota Besar di Indonesia

Otomotif | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Relasi NU dan Pemerintah: Represi di Era Soeharto, 'Berbagi' Tambang di Masa Kini

Relasi NU dan Pemerintah: Represi di Era Soeharto, 'Berbagi' Tambang di Masa Kini

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:22 WIB

KPK Periksa Pejabat Bogor Terkait Dugaan Kasus Korupsi

KPK Periksa Pejabat Bogor Terkait Dugaan Kasus Korupsi

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:19 WIB

×